Analisis Integrasi Transportasi dan Fasilitas Penunjang di Kawasan TOD Dukuh Atas Sebagai Sentra Mobilitas

14 Februari 2025

By: Andreas

Open Project

Kawasan Dukuh Atas

Kawasan Transit Oriented Development Dukuh Atas

Kawasan TOD Dukuh Atas (Kompas.com,2024)

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) merupakan sebuah konsep dalam perencanaan kota dengan tujuan agar menciptakan suatu lingkungan yang lebih compact dan dapat berorientasi dalam penggunaan transportasi publik. Konsep ini digunakan sebagai salah satu langkah untuk mendukung percepatan kawasan agar lebih berorientasi pada penggunaan transportasi publik, pemakaian sepeda dan berjalan kaki. Pada dasarnya kawasan TOD ini ditetapkan pada Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 50 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 67 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit. Dalam penetapan ini terdapat 5 kawasan yang di bangun menjadi kawasan TOD berdasarkan cakupan daerah dari moda MRT. Namun, Dukuh Atas menjadi salah satu contoh utama Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta yang memiliki kesiapan fasilitas dan kelengkapan moda yang lebih unggul dibanding dengan TOD lainnya, serta menjadi lokasi strategis yang patut dianalisis untuk memahami dampak TOD dalam pengembangan urban. Dengan ditetapkannya Dukuh Atas sebagai kawasan TOD sejak September 2023, kawasan ini telah mengalami transformasi besar dalam hal infrastruktur transportasi dan penggunaan lahan. Analisis keterjangkauan fasilitas publik di sini tidak hanya akan menilai efektivitas TOD, tetapi juga memberikan gambaran mengenai bagaimana integrasi transportasi publik dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekitar di kota Jakarta untuk dapat menuju ke kawasan Dukuh Atas.

Analisis ini bertujuan untuk :

  • Mengetahui Keterhubungan Transportasi: Dukuh Atas mengintegrasikan berbagai moda transportasi yang dapat mempengaruhi pola perjalanan dan aksesibilitas.
  • Kondisi Perkembangan Kawasan: Penilaian keterjangkauan fasilitas publik membantu dalam memahami perkembangan dari fasilitas yang ada.

Data dan Metodologi :

Data yang digunakan pada analisis ini yaitu rute transportasi DK Jakarta, dengan melihat pertimbangan pada rute transportasi dari moda yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta yaitu meliputi Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, Kereta Commuter (KRL), dan Kereta Bandara. Data Jaringan diperoleh dari website Jakarta Satu dan dilakukan penyempurnaan dengan cara mendigitasi secara langsung pada GEOMAPID. Pada Analisis Fasilitas Publik diperoleh dari pencarian fasilitas publik melalui aplikasi google Mymaps setelah itu dilakukan digitasi langsung pada Aplikasi GEOMAPID sehingga mendapatkan lokasi yang terkini dari fasilitas publik yang tersebar dikawasan Dukuh Atas.

Metode yang digunakan secara keseluruhan yang menggunakan fitur Toolbox pada website GEOMAPID yaitu buffer untuk menemukan cakupan fasilitas publik yang menjangkau cakupan TOD ( 800 meter ).

Analisis :

Terdapat dua analisis yang perlu digunakan untuk mengetahui integrasi transportasi di Dukuh Atas dan Fasilitas Penunjang di kawasan Dukuh Atas. Integrasi transportasi ini bertujuan untuk mengetahui rute moda transportasi massal yang menuju atau melwati langsung ke kawasan Dukuh Atas, dan memberikan gambaran singkat kepada masyarakat di daerah yang dilewati rute transportasi tersebut, bahwa dapat secara langsung menuju kawasan Dukuh Atas tanpa melakukan transit. Pada analisis kedua dilakukan dengan tujuan agar mengetahui fasilitas publik yang ada di kawasan Dukuh Atas terutama dalam cakupan wilayah Transit Oriented Development (TOD) dengan tujuan untuk memberikan informasi bagi pejalan kaki yang menggunakan transportasi publik tentang fasilitas publik yang tersedia di Kawasan Dukuh Atas.

Analisis Rute Transportasi yang Melewati Kawasan Dukuh Atas

Pada analisis rute ini terlihat pada Gambar 2, menunjukan bahwa kawasan Dukuh Atas dilewati oleh 1 rute kereta bandara Soekarno Hatta (Kuning), 1 rute kereta komuter jurusan Cikarang (Hijau), 1 rute Moda Raya Terpadu(MRT) (Oranye), 3 Rute Bus Transjakarta (Jurusan 1 Blok M-Kota - Merah, Jurusan 6 Ragunan-Dukuh Atas - Ungu, Jurusan 4 Pulo Gadung-Dukuh Atas - Hijau). Selain dari rute yang dianalisis , terdapat pula layanan mikrotrans dari pemprov DKI Jakarta dan Bus Non-BRT yang melayani penumpang pada halte pinggir jalan/ bus-stop, namun berbeda dari mikrotrans dan Bus Non-BRT, kelima rute yang dianalisis ini merupakan moda yang tergolong cepat dan melayani penumpang secara massal. Sehingga dengan 5 rute transportasi massal ini melewati kawasan Dukuh Atas berarti kawasan Dukuh Atas setiap harinya mampu melayani ribuan penumpang yang akan datang ke kawasan maupun yang hanya sekedar transit. Sehingga dari Gambar 2 yang telah dinalisis, bahwa Dukuh Atas secara geografi menjadi kawasan sentral Jakarta dengan posisi yang strategis.

Persebaran Fasilitas Publik di Kawasan TOD Dukuh Atas (2024)

Hasil analisis keterjangkauan menggunakan fitur buffer yang digunakan dengan menggunakan Toolbox pada GEOMAPID. Jarak Buffer yang digunakan yaitu sebesar 800 meter, yang merupakan jarak normal untuk pejalan kaki. Disekitar area yang dilakukan analisis buffer terdapat total 35 fasilitas publik. Faislitas publik diantaranya 3 Halte Transjakarta BRT, 2 stasiun kereta, 3 stasiun MRT, 4 Sarana Pendidikan, 6 Pusat Perbelanjaan/Mall, 3 Sarana Kesehatan, 2 Sarana Keamanan (Kepolisian), 5 Ruang Terbuka Hijau (RTH), 7 Sarana Peribadatan (Masjid dan Gereja). Selain lokasi Kawasan Dukuh Atas ini menjadi titik pusat dari Kota Jakarta, melalui analisis ini,diketahui kawasan Dukuh Atas telah siap untuk melayani aktivitas masyarakat dalam lingkup kota. Tersedianya fasilitaspublik yang berdampingan dengan fasilitas transportasi membuat pengunjung tidak hanya dari daerah sekitar kawasan Dukuh Atas melainkan wisatawan maupun masyarakat yang komuter.

Kesimpulan :

Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas sebagai pusat kawasan transit yang memiliki 1 rute moda raya terpadu (MRT), 1 rute kereta kommuter (KRL), 1 rute kereta bandara, dan 4 rute bus rapid transit (BRT). Analisis rute transportasi ini menjelaskan bahwa rute transportasi yang tersedia di kawasan Dukuh Atas dapat secara mudah mengakses kawasan lain di kota Jakarta dengan cakupan yang besar dengan 2 rute ke arah selatan, 2 rute ke arah timur , 1 rute ke arah barat, dan 2 rute ke arah utara.

Selain beragam rute transportasi massal ini melewati Dukuh Atas, dapat diketahui bahwa kawasan Dukuh Atas ini tersedia berbagai macam bangunan fasilitas publik yag dapat menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat baik yang akan datang ke kawasan Dukuh Atas maupun masyarakat yang hanya melewati kawasan Dukuh Atas. Fasilitas publik diantaranya fasilitas transportasi (Halte dan Stasiun), Pusat Perbelanjaan/Mall, Sarana Kesehatan, Sarana Keamanan, Taman/RTH,dan Sarana Peribadatan. Menggunakan fitur buffer sebesar 800 meter pada GEOMAPID memberikan gambaran terhadap fasilitas yang tercakup pada titik kawasan TOD Dukuh Atas. Sehingga hasil analisis ini akan membuka peluang dan informasi kepada masyarakat di Kota Jakarta yang berada di sekitar rute transportasi untuk dapat secara langsung dapat menuju Kawasan Dukuh Atas tanpa melakukan transit, serta memberi gambaran bagi masyarakat terhadap fasilitas publik yang tersedia di Dukuh Atas. Perkembangan kawasan TOD Dukuh Atas ini telah menunjang 35 fasilitas publik esensial yang mendukung perkembangan kawasan dan optimalisasi mobilitas masyarakat.

Refrensi :

Pergub DKI Jakarta. 2021. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 50 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 67 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit. Jakarta

Dinas Perhubungan. 2024. Informasi Rute. Jakarta. Dikutip dari https://www.jakarta.go.id/informasi-trayek.

Data Publikasi

ANALISIS KESESUAIN LAHAN DALAM PEMERATAAN FASILITAS SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE OVERLAY
STUDI KASUS KEBUPATEN CIANJUR

Perencanaan Kota

15 Agt 2025

Melati Utami

ANALISIS KESESUAIN LAHAN DALAM PEMERATAAN FASILITAS SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE OVERLAY STUDI KASUS KEBUPATEN CIANJUR

Analisis spasial menggunakan GIS untuk menilai kesesuaian lahan dalam mendukung pemerataan lokasi sekolah dasar, guna meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkelanjutan.

23 menit baca

262 dilihat

1 Proyek

Analisis Efisiensi Rute Trans Metro Bandung (TMB)

Transportasi

15 Agt 2025

Merryndriani Gabrielia Mour Suardy

Analisis Efisiensi Rute Trans Metro Bandung (TMB)

Bandung kini menyandang predikat kota termacet ke-12 di dunia menurut TomTom Traffic Index (2024). Sejak 2009, Trans Metro Bandung hadir sebagai harapan baru untuk mengurangi kendaraan pribadi dan menghidupkan kembali kepercayaan masyarakat pada transportasi umum. Namun, kenyataannya jumlah penumpang terus menurun, sementara jumlah kendaraan hampir menyamai jumlah penduduk. Publikasi ini mengupas seberapa efisien TMB beroperasi di tiap koridor dan apa yang membuat sebagian wilayah masih tertinggal dalam akses layanan.

19 menit baca

190 dilihat

1 Proyek

Analisis Spasial Untuk Pemetaan Wilayah Potensial Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Kecamatan Di Kota Tasikmalaya Tahun 2024

Sosial

21 Agt 2025

Nuryabilla Utami

Analisis Spasial Untuk Pemetaan Wilayah Potensial Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Kecamatan Di Kota Tasikmalaya Tahun 2024

Pada era digitalisasi, Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat penting untuk menganalisis potensi penyerapan tenaga kerja.. Tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 68,92%, namun terdapat 2.619 pencari kerja dan hanya 1.067 yang terserap, menunjukkan adanya mismatch kualifikasi dan ketimpangan distribusi kerja. Analisis spasial ini memetakan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, lokasi industri, dan tingkat pendidikan untuk mendukung perencanaan wilayah, pengembangan kawasan industri/UMKM, serta kebijakan peningkatan kesempatan kerja di Kota Tasikmalaya.

27 menit baca

237 dilihat

1 Proyek

Dampak Ekspansi Perkotaan Akibat Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage, Bandung terhadap UHI dan Rekomendasi Lokasi  Mitigasi Berbasis NbS

Iklim dan Bencana

21 Agt 2025

anggita novi

Dampak Ekspansi Perkotaan Akibat Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage, Bandung terhadap UHI dan Rekomendasi Lokasi Mitigasi Berbasis NbS

Urbanisasi pesat mendorong pertumbuhan penduduk perkotaan, termasuk di Kota Bandung yang setiap tahun menerima sekitar 4.200 pendatang. Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage sebagai pusat kota kedua dan pusat inovasi digital memicu alih fungsi lahan, dengan luas sawah di Gedebage menyusut dari 498,85 ha pada 2014 menjadi 130,43 ha pada 2021. Perubahan ini meningkatkan tekanan spasial, mengurangi ruang terbuka hijau, dan memicu fenomena Urban Heat Island (UHI). Minimnya analisis spasial-temporal terkait pengaruh perkembangan kawasan terhadap UHI menjadi alasan pentingnya penelitian ini, yang bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan 2014–2024, mengkaji sebaran dan intensitas UHI serta hubungannya dengan perubahan lahan, menentukan zona prioritas mitigasi UHI berbasis kesesuaian lahan, dan memberikan rekomendasi Nature-based Solutions (NbS) kontekstual seperti pengembangan RTH, green corridor, dan proteksi lahan pertanian.

26 menit baca

291 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat