Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung Pergerakan Pelajar di Kota Malang

28 Desember 2021

By: Sara Irawati

Open Data

Batas Administrasi Kecamatan

Open Data

Jalur Sepeda Kota Malang

Open Data

Kawasan Permukiman Kota Malang

Open Data

Tingkat Kesesuaian Lokasi

Open Data

Rencana Stasiun Bike-Sharing di Kota Malang

Open Project

Potensi Lokasi Stasiun Bike Sharing di Kota Malang

Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung
Pergerakan Pelajar di Kota Malang

PENDAHULUAN

Pengaruh Covid-19 terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat

Awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya virus SARS-CoV-2 atau dikenal sebagai Covid-19 sebagai salah satu virus mematikan. Penyebaran virus tersebut terjadi melalui partikel cairan kecil di udara yang dikeluarkan dari mulut ataupun hidung. Potensi penyebaran virus Covid-19 semakin tinggi ketika berada di dalam ruangan dan di tempat ramai. Pandemi yang telah berlangsung selama 2 tahun tersebut memaksa masyarakat untuk beradaptasi sehingga menyebabkan adanya perubahan perilaku masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pergerakan.

Dalam beberapa forum diskusi, transportasi umum sebagai fasilitas pergerakan masyarakat menjadi tempat berkumpulnya banyak orang secara bersama-sama dalam waktu tertentu, sehingga dianggap sebagai vektor pandemi seiring dengan adanya temuan mengenai peran transportasi dalam penyebaran Covid-19.

Salah satu bentuk adaptasi masyarakat dapat dilihat melalui berkembangnya tren bersepeda selama masa pandemi. Masyarakat cenderung memilih menggunakan sepeda atau berjalan kaki dibandingkan menggunakan transportasi umum.

Pengguna sepeda di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama masa pandemi, terutama pada kota-kota besar seperti Jakarta. Berdasarkan survei ITDP (2020), jumlah pengguna sepeda di Jakarta meningkat hingga 1.000% sejak pemberlakuan PSBB.
- Rahmawati, 2020 dalam antaranews.com

Sebanyak 82,50% masyarakat di Indonesia memilih untuk tidak menggunakan transportasi umum dikarenakan potensi terpapar virus Covid-19 pada transportasi umum masih tergolong tinggi.
- BPS, 2021

Mengapa Sepeda?

Sepeda dinilai sebagai moda transportasi paling efektif dan efisien, serta relatif aman karena mengurangi peluang terjadinya kerumunan dan interaksi secara berlebihan sehingga meminimalisir potensi terpapar virus Covid-19 (Fitroni, 2021). Aktivitas bersepeda tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan fasilitas bike-sharing (fasilitas penyewaan sepeda secara umum). Fasilitas bike-sharing yang berada pada level mikro mobilitas hadir memberikan alternatif moda transportasi perkotaan yang berkelanjutan (Warlina & Hermawan, 2020).

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar. Kota Malang memiliki 650 fasilitas pendidikan yang terdiri dari pendidikan tingkat dasar hingga lanjut. Sebagai salah satu kota dengan tingkat mobilitas yang tinggi, pandemi Covid-19 berdampak pada pergerakan masyarakat, terutama pelajar di Kota Malang. Penggunaan transportasi umum yang identik dengan moda transportasi para pelajar tidak dapat memberikan jaminan keamanan dari potensi paparan virus Covid-19, sehingga sepeda menjadi salah satu alternatif moda transportasi yang paling efektif dan efisien. Hal tersebut perlu didukung dengan adanya kebijakan, serta penyediaan fasilitas penunjang dan infrastruktur yang memadai.

DATA DAN ANALISIS

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan bike-sharing, meliputi kepadatan penduduk, lokasi stasiun bike-sharing, keberadaan fasilitas publik, ketersediaan infrastruktur (jalur sepeda), dan jadwal pelayanan fasilitas bike-sharing (Amri, et al., 2021). Hal tersebut sejalan dengan Rahmawan & Susetyo (2019) yang menjelaskan mengenai beberapa kriteria penentuan lokasi stasiun bike-sharing, yaitu jumlah dan kepadatan penduduk, area permintaan, kedekatan dengan fasilitas publik dan jaringan transportasi publik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini data yang dibutuhkan untuk mengetahui potensi lokasi stasiun bike-sharing di Kota Malang adalah :

  • Jalur sepeda Kota Malang
  • Jumlah dan Persebaran Fasilitas Pendidikan di Kota Malang
  • Jumlah dan Persebaran Penduduk dan Pelajar di Kota Malang
  • Persebaran Guna Lahan Permukiman di Kota Malang

Selanjutnya data-data tersebut akan diidentifikasi dan diolah menggunakan metode skoring melalui skala likert 1 hingga 5, dimana nilai 1 merupakan nilai terendah dan nilai 5 merupakan nilai tertinggi. Analisis tersebut akan menghasilkan potensi lokasi stasiun bike-sharing di Kota Malang untuk mendukung pergerakan pelajar selama masa new normal.

PEMBAHASAN

Pembatasan operasional transportasi umum menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus Covid-19. Seiring dengan diberlakukannya kembali kegiatan belajar mengajar tatap buka secara bertahap, kondisi transportasi umum di Kota Malang masih beresiko tinggi, terutama terhadap para pelajar.

Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung
Pergerakan Pelajar di Kota Malang

Dikenal sebagai Kota Pelajar, Kota Malang memiliki 650 fasilitas pendidikan dan terdapat sebanyak 161.949 pelajar. Salah satu upaya untuk mengatasi resiko tersebut ialah dengan menggunakan moda transportasi berupa sepeda. Dalam mewujudkan hal tersebut, perlu adanya penyediaan fasilitas penunjang berupa bike-sharing dan jalur sepeda yang memadai.

Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung
Pergerakan Pelajar di Kota Malang

Jalur sepeda di Kota Malang direncanakan berada pada 64 ruas jalan di Kota Malang yang tersebar pada hierarki jalan arteri hingga lingkungan. Apabila dilihat dari persebarannya, sebagian besar lokasi rencana jalur sepeda di Kota Malang berada di Kecamatan Klojen dan Lowokwaru. Sementara Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun yang berada di bagian selatan Kota Malang belum dilengkapi dengan jalur sepeda yang memadai.

Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung
Pergerakan Pelajar di Kota Malang

Tingkat kesesuaian lokasi stasiun bike-sharing di Kota Malang diperoleh melalui skoring pada masing-masing variabel, yaitu jumlah dan persebaran penduduk, perbesaran kawasan permukiman, jumlah dan persebaran fasilitas pendidikan, serta ketersediaan jalur sepeda. Selanjutnya, dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh bahwa Kelu Hal tersebut dikarenakan 8 kelurahan tersebut didominasi oleh guna lahan permukiman (bangkitan) dan memiliki fasilitas pendidikan yang cukup banyak (tarikan), serta telah dilengkapi dengan jalur sepeda.

Potensi Lokasi Fasilitas Bike-Sharing Sebagai Pendukung
Pergerakan Pelajar di Kota Malang

Dalam dokumen Rencana Induk Jalur Sepeda Kota Malang Tahun 2014 - 2024 disebutkan bahwa terdapat 9 titik rencana stasiun bike-sharing di Kota Malang dengan radius pelayanan 500 m hingga 1 km. Apabila diidentifikasi berdasarkan hasil analisis sebelumnya, maka diketahui bahwa dari 9 titik tdariersebut dikarenakan pada kedua titik tersebut didominasi oleh guna lahan selain permukiman dan hanya memiliki sedikit fasilitas pendidikan, sehingga dapat dikatakan kurang strategis untuk dijadikan lokasi stasiun bike-sharing sebagai fasilitas pendukung pergerakan pelajar di Kota Malang.

DAFTAR PUSTAKA

Amri, P., Adni, D. F., & Yudilla, A. (2021). BIKE SHARING; Pelaksanaan Program Jogja Bike Sebagai Transportasi Lokal untuk Wisatawan Yogyakarta. MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 7(1), 197-210.

Fitroni, H. (2021). Fenomena Peningkatan Motivasi Bersepeda Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19. Sporta Saintika, 6(1), 109-118.

Rahmawan, M., & Susetyo, C. (2020). Penentuan Lokasi Stasiun Bike Sharing di Surabaya Timur (Studi Kasus: Migo E-Bike). Jurnal Teknik ITS, 8(2), E57-E63.

Warlina, L., & Hermawan, Y. A. (2020). Smart Bike Sharing System as Sustainable Transportation. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 879, No. 1, p. 012153). IOP Publishing.

Saran dan masukan mengenai penulisan publikasi dapat menghubungi melalui email (saraairwt@gmail.com) atau linkedin (Sara Irawati). Terimakasih Bootcamp MAPID & MRT 3.0!

Data Publikasi

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B 
BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS 
DI KOTA BANDUNG

Makanan dan Minuman

14 Mar 2026

AFI INTERN MAPID

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS DI KOTA BANDUNG

Strategi sukses bisnis F&B di Bandung melalui analisis variabel demografi, POI, dan teknologi geospasial untuk pemilihan lokasi usaha yang akurat.

24 menit baca

129 dilihat

1 Proyek

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Makanan dan Minuman

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 menit baca

149 dilihat

1 Proyek

Analisis Pengembangan Kawasan Stasiun Lempuyangan sebagai Transit-Oriented Development (TOD)

Transportasi

22 Nov 2025

Lintang Praja

Analisis Pengembangan Kawasan Stasiun Lempuyangan sebagai Transit-Oriented Development (TOD)

Kondisi walkability rendah-sedang di sekitar Stasiun Lempuyangan Yogyakarta dan pentingnya perancangan kota berbasis transit untuk pengembangan kawasan TOD.

13 menit baca

1242 dilihat

1 Proyek

Analisis Kesesuaian Jumlah Fasilitas Kesehatan Terhadap Penduduk Lansia Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Tahun 2025

Kesehatan

21 Nov 2025

Yasina Murti

Analisis Kesesuaian Jumlah Fasilitas Kesehatan Terhadap Penduduk Lansia Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Tahun 2025

Analisis Kesesuaian Jumlah Fasilitas Kesehatan Terhadap Penduduk Lansia Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Tahun 2025

7 menit baca

1015 dilihat

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat