Analisis Spasial Potensi Penambahan Apotek di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali

25 Februari 2025

By: Alia Junisar Shafira Freelance MAPID

Open Project

Apotek di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali

Apotek

Apotek sebagai salah satu sarana kesehatan (https://apotektitimurni.com/2018-07-26-16-38-24/artikel/79-kesehatan-apotik-pelayanan-kefarmasian-dan-apoteker)

Pendahuluan

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi semua orang. Hal ini dikarenakan kesehatan menjadi pondasi bagi semua orang untuk dapat melakukan aktivitas hidupnya. Apabila seseorang jatuh sakit, perlu melakukan upaya penyembuhan supaya aktivitas hidupnya tidak terganggu. Salah satu upayanya adalah membeli obat dan mengonsumsinya. Namun, upaya untuk melakukan penyembuhan diri bisa terhambat apabila sarana kesehatan, seperti apotek, tidak tersedia di dekat tempat tinggal (Gayatri, 2021). Kurangnya toko obat-obatan dan pelayanan kesehatan dapat ditemukan di Kabupaten Klungkung. Kabupaten Klungkung merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Bali. Dilansir dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung (2024), Kabupaten Klungkung terletak pada titik koordinat 115o 21’ 28” – 115o 37’ 43” BT dan 8o27’ 37”- 8o 49’ 0” LS. Kabupaten Klungkung secara administratif berbatasan dengan Kabupaten Bangli di sebelah utara, Kabupaten Karangasem di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah selatan, dan Kabupaten Gianyar di sebelah barat. Kabupaten Klungkung terbagi menjadi dua bagian, yaitu Klungkung Daratan (Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, dan Dawan) dan Klungkung Kepulauan (Kecamatan Nusa Penida). Kabupaten Klungkung terdiri dari 4 kecamatan dengan 59 desa/kelurahan dan memiliki luas wilayah sebesar 315 km2. Luas kecamatan terbesar merupakan Kecamatan Nusa Penida dengan luas sebesar 202,84 km2 atau memiliki luas wilayah sebesar dua pertiga dari luas Kabupaten Klungkung. Wilayah Kabupaten Klungkung per tahun 2023 memiliki jumlah penduduk sebanyak 220.500 jiwa dengan komposisi penduduk berusia muda (0-14 tahun) sebesar 21,21%, penduduk berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,09%, dan penduduk berusia tua (≥ 65 tahun) sebesar 10,7% (Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, 2024). Kepadatan penduduk keseluruhan Kabupaten Klungkung adalah sebesar 700 jiwa/km2. Kepadatan penduduk di keempat kecamatan Kabupaten Klungkung adalah sebesar 1026 jiwa/km2 untuk Kecamatan Banjarangkan, 2282 jiwa/km2untuk Kecamatan Klungkung, 1161 jiwa/km2 untuk Kecamatan Dawan, dan 315 jiwa/km2 untuk Kecamatan Nusa Penida (Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, 2024).

Metode dan Data

Pengolahan penelitian ini menggunakan platform GEO MAPID dengan memanfaatkan fitur Insight. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan persebaran apotek. Data-data tersebut didapatkan dari database MAPID yang diambil dari penyedia-penyedia data kredibel, seperti situs pemerintah atau situs Inageoportal. Data persebaran apotek, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk dianalisis dengan menggunakan Insight untuk menghasilkan kesesuaian lokasi apotek.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan persebatan data sarana kesehatan (klinik berwarna kuning, rumah sakit berwarna merah, apotek berwarna hijau, dan puskesmas berwarna biru) di bawah ini, dapat dilihat bahwa sarana kesehatan lebih banyak ditemukan di Klungkung Daratan dibandingkan di Klungkung Kepulauan. Lalu, hanya ditemukan 4 apotek di Klungkung Kepulauan.

Persebaran rumah sakit (merah), puskesmas (biru), klinik (kuning), dan apotek (hijau) di Klungkung Daratan

Persebaran rumah sakit (merah), puskesmas (biru), klinik (kuning), dan apotek (hijau) di Klungkung Kepulauan

Berdasarkan analisis dengan menggunakan Insight, didapatkan bahwa kesesuaian lokasi apotek di Kabupaten Klungkung beragam. Grid berwarna hijau tua menunjukkan tingkat kesesuaian "Sangat Sesuai", grid berwarna kuning menunjukkan tingkat kesesuaian "Cukup Sesuai", grid berwarna jingga/oranye menunjukkan tingkat kesesuaian "Tidak Sesuai", dan grid berwarna merah menunjukkan tingkat kesesuaian "Sangat Tidak Sesuai". Persebaran apotek (titik hijau) pada Klungkung Daratan banyak ditemukan di wilayah Semarapura yang memiliki tingkat kesesuaian "Sangat Sesuai" dan "Cukup Sesuai". Grid yang memiliki tingkat kesesuaian "Sangat Sesuai" memiliki jumlah penduduk sebesar 7.424 jiwa dan 10 apotek. Lalu, grid yang memiliki tingkat kesesuaian "Cukup Sesuai" di sebelah utara grid "Sangat Sesuai" memiliki jumlah penduduk sebesar 4.371 jiwa dan 2 apotek. Grid yang memiliki tingkat kesesuaian "Cukup Sesuai" di sebelah barat grid "Sangat Sesuai" memiliki jumlah penduduk sebesar 2.439 jiwa dan 10 apotek. Namun, semakin jauh dari wilayah Semarapura, semakin berkurang persebaran apotek dan sarana kesehatan lainnya. Penambahan apotek dapat dilakukan pada wilayah yang jauh dari Semarapura, seperti Pasaban, Tegak, Aan, Besan, dan Pikat. Penambahan apotek di wilayah-wilayah tersebut merupakan upaya untuk membantu masyarakat melakukan penyembuhan diri dan membantu pemerintah untuk menurunkan kasus penyakit yang terjadi di wilayah tersebut

Analisis Insight Klungkung Daratan

Pada Klungkung Kepulauan, tingkat kesesuaian persebaran apotek hanya terdapat tingkat "Tidak Sesuai", dan tingkat kesesuaian "Sangat Tidak Sesuai". Grid tingkat kesesuaian "Tidak Sesuai" memiliki rentang jumlah penduduk sebanyak 4.700-5.900 jiwa dan terdapat 1 apotek. Lalu, pada grid tingkat kesesuaian "Sangat Tidak Sesuai" memiliki rentang jumlah penduduk sebanyak 832 jiwa (satu grid pada wilayah Toyapakeh) serta 2.000-4.050 jiwa dan terdapat 2-3 apotek pada keseluruhan Klungkung Kepulauan. Pada gambar di bawah ini, dapat dilihat bahwa persebaran apotek dan sarana kesehatan lainnya banyak terdapat di Nusa Lembongan (sebelah utara Pulau Ceningan) dan Nusa Penida. Namun, persebaran apotek di Nusa Penida hanya terdapat di pesisir utara. Sedangkan, di wilayah Nusa Penida lainnya, hanya terdapat sarana kesehatan puskesmas dan klinik yang tersebar cukup jauh antara satu dan lainnya. Hal ini dapat dimanfaatkan bagi apotek untuk menambah apotek di lokasi-lokasi yang belum ada apotek atau sangat sedikit sarana kesehatannya, seperti di wilayah Sakti, Ped, Klumpu, Kutampi, Suana, Batukandig, Sompang, Bunga Mekar, dan Batumadeg. Selain itu, penambahan apotek dapat dilakukan di Pulau Ceningan dan sisi selatan Nusa Lembongan. Penambahan apotek dapat dilakukan di Pulau Ceningan dikarenakan belum terdeteksi adanya sarana kesehatan, terutama apotek. Penambahan apotek di wilayah-wilayah tersebut merupakan upaya untuk membantu masyarakat melakukan penyembuhan diri dan membantu pemerintah untuk menurunkan kasus penyakit yang terjadi di wilayah tersebut.

Analisis Insight Klungkung Kepulauan

Kesimpulan

Penambahan apotek dapat dilakukan di Klungkung Daratan maupun Klungkung Kepulauan sebagai upaya untuk membantu masyarakat melakukan penyembuhan diri dan membantu pemerintah untuk menurunkan kasus penyakit yang terjadi di wilayah tersebut. Wilayah di Klungkung Daratan yang dapat dijadikan tujuan penambahan apotek adalah Pasaban, Tegak, Aan, Besan, dan Pikat. Sedangkan, wilayah di Klungkung Kepulauan yang dapat dijadikan tujuan penambahan apotek adalah Pulau Ceningan, sisi selatan Nusa Lembongan, Sakti, Ped, Klumpu, Kutampi, Suana, Batukandig, Sompang, Bunga Mekar, dan Batumadeg.

Referensi

Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Klungkung. https://drive.google.com/file/d/1EzFrW4G_M9rjhsN-GpasAdimjMvqEx-K/view

Gayatri, I. A. D. L. (2021). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. http://eprints.ipdn.ac.id/7533/

Data Publikasi

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Iklim dan Bencana

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 menit baca

92 dilihat

1 Proyek

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B 
BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS 
DI KOTA BANDUNG

Makanan dan Minuman

14 Mar 2026

AFI INTERN MAPID

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS DI KOTA BANDUNG

Strategi sukses bisnis F&B di Bandung melalui analisis variabel demografi, POI, dan teknologi geospasial untuk pemilihan lokasi usaha yang akurat.

24 menit baca

129 dilihat

1 Proyek

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Perencanaan Kota

11 Mar 2026

Khofifatun Nurrohmah INTERN MAPID

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Analisis sektor ekonomi potensial dan tipologi wilayah di Kota Bandung memberikan peta jalan bagi investor dan pemerintah untuk optimalisasi momentum bonus demografi dan percepatan pembangunan ekonomi.

37 menit baca

128 dilihat

1 Data

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Makanan dan Minuman

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 menit baca

149 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat