Melacak Jejak Kebisingan: Analisis Area Terdampak Bandar Udara di Jakarta Timur

26 November 2024

By: Syahrastania Qibti Ertono

Open Data

BANDARA DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TAHUN 2024 IMPORTED AT 23/NOV/2024

Open Project

Melacak Jejak Kebisingan: Analisis Area Terdampak Bandar Udara di Jakarta Timur

Thumbnail Final Project

Latar Belakang

Pernahkah anda membayangkan tentang betapa canggihnya moda transportasi udara bernama pesawat terbang? Gabungan dari berbagai ilmu fisika dan teknologi yang terus berkembang mampu membawa sebongkah besi raksasa untuk terbang sambil membawa penumpang yang jumlahnya banyak. Pernahkah anda terpikir, bagaimana hal itu bisa terjadi? Bagaimana pemikiran yang melandasi pengembangan pesawat terbang bisa terbuat? Dan yang tak kalah penting—mengapa mereka begitu bising?

Pesawat terbang adalah moda transportasi udara yang besar dan menghasilkan suara yang sangat bising. Bandar udara, sebagai tempat berkumpulnya pesawat, kerap kali menjadi pusat kebisingan—ibarat sarang lebah yang tak pernah sepi. Saat aktivitas puncak seperti lepas landas dan mendarat, tingkat kebisingan di area sekitar bandara bisa mencapai lebih dari 100 dB. Sebagai perbandingan, Permenkes No. 718 Tahun 1987 menetapkan bahwa tingkat kebisingan ideal untuk kawasan perumahan adalah maksimal 55 dB (Kementerian Kesehatan, 1987).

Kota Administrasi Jakarta Timur terletak pada 106°49'35" BT dan 6°10'37" LS dengan luas wilayah mencakup 187,75 km^2. Di Jakarta Timur, terdapat dua bandara, yaitu Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dan Bandara Wiladatika. Bandara Internasional Halim Perdanakusuma terletak di Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, sementara Bandara Wiladatika terletak di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung. Bandara Halim Perdanakusuma berstatus umum, digunakan untuk penerbangan internasional dan domestik, serta dikelola oleh PT. Angkasa Pura Indonesia. Sementara Bandara Wiladatika sendiri berstatus khusus, digunakan untuk penerbangan domestik, dan dikelola oleh PT. Asia Aero Technology (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, 2024).

Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas penerbangan tentu berdampak signifikan. Bagi manusia, suara bising pesawat dapat menyebabkan stres, gangguan pendengaran, hingga penurunan kualitas hidup. Terdapat tingkat kebisingan yang membuat pendengarnya menjadi tuli, seperti bunyi meriam (110 dB) dan halilintar (120 dB). Sementara itu, tingkat kebisingan terendah adalah sangat tenang, yaitu pada 10 dB. Hal ini terjadi ketika seseorang bicara berbisik-bisik atau daun yang melambai ketika ada angin yang sepoi-sepoi (Brilliant Hearing, 2024). Sementara itu, bagi bangunan, getaran yang dihasilkan dapat memicu kerusakan struktural. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa volume suara yang aman untuk manusia adalah di bawah 80 dB (desibel). Suara mesin pesawat terbang sendiri menghasilkan kebisingan sekitar 60-140 dB (Ayuningtyas & Murwindarti, 2024). Berdasarkan kondisi ini, artikel ini bertujuan untuk menganalisis area terdampak kebisingan di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma dan Wiladatika, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar di Jakarta Timur.

Permasalahan

Permasalahan yang muncul berkaitan dengan kebisingan dari Bandara Halim Perdanakusuma adalah dampaknya terhadap pemukiman dan aktivitas masyarakat sekitar. Kebisingan yang terus menerus dapat mengganggu kualitas hidup, mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta menyebabkan kerusakan pada properti. Tanpa pengelolaan yang tepat, dampak kebisingan ini dapat memperburuk kondisi sosial dan lingkungan.

Kebisingan bandara umumnya diukur dalam satuan desibel (dB), dan untuk itu, diperlukan pemetaan yang tepat mengenai zona dampak kebisingan di sekitar bandara. Hal ini akan memberikan gambaran mengenai area yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal mitigasi kebisingan, seperti penerapan pembatasan lalu lintas, pembangunan zona penyangga, atau penataan tata ruang yang lebih baik.

Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis zona kebisingan menggunakan pendekatan buffer analysis. Data yang digunakan dalam analisis ini mencakup:

  1. 1.
    Data titik Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Wiladatika: Untuk menentukan titik pusat kebisingan.
  1. 2.
    Data kepadatan penduduk Kota Administrasi Jakarta Timur: Sebagai data penduduk yang terdampak oleh kebisingan.
  1. 3.
    Data kebisingan bandara: Berdasarkan standar kebisingan yang dikeluarkan oleh Permen LHK No. 48/1996 dan WHO, dengan rentang 45 dB hingga 75 dB, tergantung jarak dari bandara.
  1. 4.
    Pembuatan buffer: Membuat zona buffer dengan berbagai radius, yaitu 1 km, 2 km, dan 3 km dari bandara. Parameter ini dibuat berdasarkan Permenkes No. 718 tahun 1987 dengan sedikit modifikasi.
  1. 5.
    Penggunaan simbolisasi: Zona kebisingan ditampilkan dengan gradasi warna, di mana zona dengan kebisingan tinggi diberi warna merah, zona dengan kebisingan sedang diberi warna oranye, dan zona dengan kebisingan rendah diberi warna kuning.

Area Studi

Kota Administrasi Jakarta Timur terletak pada 106°49'35" BT dan 6°10'37" LS dengan luas wilayah mencakup 187,75 km^2. Wilayah ini terbagi menjadi 10 kecamatan dan 65 kelurahan. Batas utara dari wilayah ini adalah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, sementara bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Bagian timur berbatasan dengan Kota Bekasi, bagian barat berbatasan dengan Jakarta Selatan.

Hasil dan Pembahasan

Penelitian ini menghasilkan peta tematik yang menggambarkan zona dampak kebisingan di sekitar dua bandara di Kota Administrasi Jakarta Timur, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Wiladatika. Peta tersebut menggunakan metode buffering dengan radius 1 km, 2 km, dan 3 km, dengan klasifikasi tingkat kebisingan sebagai berikut:

  1. 1.
    Buffer 1 km (Merah): Dampak berat (120-100 dB).
  1. 2.
    Buffer 2 km (Oranye): Dampak sedang (100-90 dB).
  1. 3.
    Buffer 3 km (Kuning): Dampak ringan (90-50 dB).

Gambar 1. Hasil analisis area terdampak bising Bandara Halim Perdanakusuma

Gambar 1. Hasil analisis area terdampak bising Bandara Halim Perdanakusuma

Di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, wilayah dengan tingkat kebisingan tinggi (120–100 dB) atau zona merah mencakup Kelurahan Halim Perdanakusuma di Kecamatan Makasar. Tingkat kebisingan sedang (100–90 dB) yang ditandai dengan zona oranye meluas ke Kelurahan Makasar. Sementara itu, dampak kebisingan ringan (90–50 dB) atau zona kuning mencakup Kelurahan Kebon Pala, Cipinang Melayu, dan Pinangranti di Kecamatan Makasar; Kramatjati, Cililitan, dan Dukuh di Kecamatan Kramat Jati; serta Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung.

Gambar 2. Hasil analisis area terdampak bising Bandara Wiladatika

Gambar 2. Hasil analisis area terdampak bising Bandara Wiladatika

Wilayah di sekitar Bandara Wiladatika menunjukkan tingkat kebisingan tinggi pada radius 1 km (zona merah), yang mencakup Kelurahan Munjul dan sebagian Pondok Ranggon di Kecamatan Cipayung. Tingkat kebisingan sedang (zona oranye) meluas ke sebagian Pondok Ranggon di Kecamatan Cipayung dan Cibubur di Kecamatan Ciracas. Adapun wilayah terdampak ringan (zona kuning) meliputi Kelurahan Kelapa Dua Wetan di Kecamatan Ciracas serta Cilangkap di Kecamatan Cipayung.

Analisis ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah terdampak, terutama di zona merah dan oranye, mencakup permukiman padat penduduk di Kota Administrasi Jakarta Timur. Hal ini memperkuat pentingnya langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kebisingan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar kedua bandara. Mitigasi dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan kebisingan pada sumbernya, misalnya kebisingan mesin dan kebisingan aerodinamis, serta menguranngi kebisingan dengan menyesuaikan prosedur lepas landas dan pendaratan (Basner et al., 2017).

Kesimpulan

Dari analisis yang dilakukan dengan metode buffer analysis, didapatkan hasil berupa wilayah yang terdampak oleh kebisingan dari bandara yang ada di Kota Administrasi Jakarta Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah terdampak berat (zona merah) mencakup area sekitar 1 km dari bandara, sedangkan dampak sedang (zona oranye) hingga ringan (zona kuning) meluas hingga radius 3 km, mencakup permukiman padat penduduk. Mitigasi diperlukan untuk meminimalkan gangguan terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan lingkungan.

Referensi

Ayuningtyas, R. V., & Murwindarti, A. (2024, Mei 28). Mitigasi Kebisingan di Kawasan Sekitar Bandar Udara. Rekacipta ITB, 10.

Basner, M., Clark, C., Hansell, A., Hileman, J. I., Janssen, S., Shepherd, K., & Sparrow, V. (2017, Maret 19). Aviation Noise Impacts: State of the Science. Noise Health, 41-50. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5437751/#:~:text=It%20can%20cause%20community%20annoyance,in%20the%20vicinity%20of%20airports.

Brilliant Hearing. (2024). Mengukur Kebisingan: Mengenal Tingkatan Suara dan Dampaknya. Brilliant Hearing. Retrieved 26 November, 2024, from https://brillianthearing.id/mengukur-kebisingan-mengenal-tingkatan-suara-dan-dampaknya/

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (2024). Bandar Udara: HALIM PERDANA KUSUMA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Retrieved November 24, 2024, from https://hubud.dephub.go.id/hubud/website/bandara/122

Kementerian Kesehatan. (1987). Permenkes No. 718 tahun 1987. Kementerian Kesehatan.

Data Publikasi

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Iklim dan Bencana

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 menit baca

181 dilihat

1 Proyek

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Perencanaan Kota

11 Mar 2026

Khofifatun Nurrohmah INTERN MAPID

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Analisis sektor ekonomi potensial dan tipologi wilayah di Kota Bandung memberikan peta jalan bagi investor dan pemerintah untuk optimalisasi momentum bonus demografi dan percepatan pembangunan ekonomi.

37 menit baca

202 dilihat

1 Data

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Makanan dan Minuman

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 menit baca

212 dilihat

1 Proyek

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

Perencanaan Kota

24 Feb 2026

MAPID

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

Jelajahi dampak urbanisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagaimana MCDA berbasis GIS membantu menentukan lokasi hunian yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.

35 menit baca

400 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat