Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

24 March 2022

By: DEWAPETA

Open Project

Portofolio DEWA PETA

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

PERKENALKAN DEWA PETA

Dewa Peta menghadirkan solusi untuk kebutuhan pemetaan di darat, laut, dan udara yang menggunakan teknologi terkini seperti LiDAR, RTK, dan drone canggih yang dapat mengoptimalisasi proses survey.

Kami memiliki Visi untuk menghadirkan solusi jasa pemetaan yang tercanggih di Indonesia.

Tim kami memiliki latar belakang engineer pemetaan berpengalaman dan pilot yang memiliki sertifikat FASI.

Pada publikasi ini, kami ingin menjelaskan mengenai hasil dari survey menggunakan sensor LiDAR dan sensor fotogrametri oblique dalam aplikasinya untuk pemetaan dengan drone Matrice 300 dan LiDAR Zenmuse L1 dan Zenmuse P1.

CONTOH PROJECT KAMI

Dengan publikasi ini kami ingin juga menceritakan perjalan survey kami yang saat ini sudah menjangkau Pualu Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

Untuk melihat lebih jelas portofolio kami, silahkan untuk membuka project di atas.

Apa itu LiDAR?

LiDAR atau Light Distance and Ranging merupakan metode pendeteksian objek yang menggunakan pantulan sinar laser untuk mengukur jarak objek yang ada di permukaan Bumi.

Prinsip kerja LiDAR sebenarnya sangat sederhana. LiDAR melakukan perhitungan jarak dengan cara mengeluarkan sinar dari laser transmitter ke suatu permukaan kemudian menghitung waktu yang dibutuhkan sinar laser tersebut untuk kembali ke receptor .

Mengapa Harus LiDAR?

Secara sederhana, LiDAR memiliki konsep dasar yang sama dengan foto udara kamera untuk pemetaan. Namun, pemetaan dengan teknologi LiDAR memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan foto udara biasa apalagi pemetaan secara terrestris.

  1. 1.
    LiDAR memiliki sumber energi sendiri karena merupakan sensor aktif, berbeda dengan kamera biasa yang mengandalkan cahaya matahari
  1. 2.
    LiDAR dapat terbang dengan kondisi area yang berkabut atau terdapat awan karena sensornya yang dapat menembus sehingga area tetap terpetakan
  1. 3.
    Sensor LiDAR dapat mengidentifikasi pohon dengan lebih baik daripada point cloud yang dibentuk dari hasil kamera foto udara
  1. 4.
    Memiliki distorsi pengukuran yang lebih kecil
  1. 5.
    Akurasi topografi dalam bentuk garis kontur lebih akurat dibandingkan pemetaan dengan foto udara

DJI Matrice 300

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

DJII Matrice 300 merupakan drone yang dilengkapi dengan kemampuan Artificial Intelligence (AI) yang canggih dengan kamera hybrid multisensor pertama dari DJI, beserta durasi terbang yang lebih lama.

  • 15 Km maximum Transmission
  • 55-min Max Flight Time
  • 6 Directional Sensing & Positioning
  • Primary Flight Display
  • IP45 Rating
  • -20 to 50 celsius degree operating temperature
  • Hot Swappable Battery
  • UAV Health Management System

Selain itu, dengan desain badan pesawat dan sistem propulsi yang disempurnakan dapat memberikan penerbangan yang lebih efisien dan stabil bahkan dalam keadaan yang cukup sulit.

  • 7 m/s Max Descend Speed
  • 7000 m Sservice Ceiling
  • 15 m/s Wind Resistance
  • 23 m/s Max Speed

Sensor Zenmuse L1

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

Kamera LiDAR DJI Zenmuse L1 memiliki rasio 240.000 titik per detik dan jangkauan deteksi dari 460 meter, dimana kelebihan ini akan memberikan kemudahan dan kecepatan menangkap data LiDAR pada suatu obke dengan kualitas tinggi yang belum ada pada teknologi sejenis lainnya yang ada di pasaran.

Spesifikasi singkat Zenmuse L1

  • Weight: 900 gram
  • IP Rating: IP 54
  • Measurement Range: 200m
  • Typical Operating Altitude: 50-150m
  • Surveying Accuracy: 3cm
  • Point Rate: 240,000 points/s (first or strongest return), 480,000 points/s (dual return)
  • Scanning Patterns: Melingkar dan linear tidak berulang
  • FOV: Circular: FOV 70.4 (Horizontal) x 77.2° (Vertical); Non-Repetitive Linear: FOV 70.4° (Horizontal) x 4.5° (Vertical)
  • Returns: 3
  • IMU Update Frequency: 200Hz
  • Virtual Sensor Effective Pixels: 20mp

Sensor LiDAR Zenmuse L1 ketika dioperasikan dengan menggunakan drone DJI Matrice 300 memiliki kemampuan untuk menangkap data hingga 2 kilometer dalam sekali terbang. Teknologi ini memberikan kemungkinan pada sensor untuk menangkap data ke segala arah, bukan hanya sebidang objek yang sudah ditentukan untuk dilakukan pengukuran. DJI Zenmuse L1 mendukung 3 mode pengembalian lewat DJI Pilot, agar operator dapat mengukur objek yang semi transparan dan reflektif, mengukur ketinggian vegetasi serta meneembus kaca, sehingga dapat dipastikan tidak ada objek yang terlewat ketika dilakukan pengukuran.

Hasil Akhir yang Memuaskan

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

Akuisisi data dengan sensor LiDAR Zenmuse L1 yang digunakan bersama dengan drone DJI Matrice 300 RTK, dan software Virtual Surveyor serta mapping DJII Terra, Zenmuse L1 benar-benar menjadi solusi lengkap untuk survey LiDAR.

Zenmuse L1 secara efisien menangkap area yang luas dan berstruktur kompleks untuk menghasilkan rekonstruksi digital yang sangat akurat. Dengan software DJI Terra secara otomatis akan mengidentifikasi pointcloud foto data GNSS dengan mode warna yang berbeda yaitu true color, reflectivity, height, dan Return.

Selain LiDAR, Ada Juga Sensor Fotogrametri Smart Oblique Zenmuse P1

Mengenal drone LiDAR sebagai solusi pemetaan canggih

DJI Zenmuse P1 merupakan kamera DJI yang paling kuat saat ini dengan tujuan utamanya yaitu untuk akuisisi data geospasial. Kamera P1 mengintegrasikan sensor full-frame dan low-noise dengan sensitiivitas 45 MP. Lensa fokus bersifat tetap (fix) 24/35/50 mm dengan gimbal 3-axis.

DJI Zenmuse P1 dapat memberi data dengan akurasi tinggi. Tanpa menggunakan Ground Control Points (3cm horizontal / 5cm vertikal), dan juga mampu meningkatkan efisiensi waktu dari kegiatan survei drone.

Zenmuse P1 ketika diintegrasikan dengan Drone DJI Matrice 300 mampu mengakuisisi data hingga 3 Km persegi dalam satu kali terbang. Terdapat fitur penting yang dikembangkan oleh DJI yaitu Smart Oblique Capture.

Fitur Smart Oblique Capture mampu menangkap gambar dari area yang lebih luas dan dari berbagai sudut sekaligus sehingga membaut penerbangan drone lebih efisien sekaligus dapat meningkatkan akurasi peta dan model 2D dan 3D yang dihasilkan.

PERBEDAAN LIDAR DAN OBLIQUE

Pada dasarnya kedua sensor memiliki fungsi yang optimal dalam masing-masing penggunannya. Sensor LiDAR lebih baik ketika digunakan untuk menghasilkan peta topografi dimana dapat mendeteksi elevasi dibawah pohon yang lebat sekalipun. Sedangkan sensor Oblique lebih cocok ketika digunakan untuk melakukan permodelan 3D sebuah area perkotaan yang memerlukan ketajaman resolusi dari permodelan tersebut.

HUBUNGI KAMI

Untuk menghadirkan solusi kami, anda dapat menghubungi kontak sales kami di bawah ini:

Retno Dewajati

+62 878-3731-2191

Data Publications

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

Environment

04 Sep 2026

Linda Ambala Tifa Ramadhani

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

East Java Hike Master merupakan WebGIS interaktif yang menggabungkan informasi jalur pendakian, lokasi pendukung, serta analisis spasial kawasan gunung di Jawa Timur dalam satu platform. WebGIS ini memetakan 10 gunung beserta jalur pendakian, basecamp, dan pos pendakian, kemudian mengintegrasikan analisis Dynamic Buffer dan Isochrone untuk memberikan perspektif mengenai area risiko dan jangkauan perjalanan. Dengan memanfaatkan MAPID Satellite Map sebagai basemap utama, serta Topographic Map dan OpenStreetMap sebagai alternatif, pengguna dapat mengeksplorasi informasi kawasan secara interaktif. Proyek ini dikembangkan sebagai media eksplorasi spasial dan edukasi yang memperlihatkan bagaimana teknologi WebGIS dapat digunakan untuk menghubungkan informasi pendakian dengan konsep mitigasi bencana.

16 min read

212 view

1 Projects

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Tourism

25 Aug 2026

Nawal Syafiq Farihan

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Publikasi ini membahas pengembangan ORION sebagai platform WebGIS untuk mengidentifikasi potensi wilayah observasi astronomi berdasarkan Night Sky Brightness (NSB), tutupan awan, dan Road Density. Tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Bandung Raya sebagai pilot sebelum dikembangkan lebih luas di Jawa Barat.

17 min read

252 view

GeoInsight : Pemetaan Bencana Banjir Kota Bekasi Berbasis WebGIS

Climate & Disaster

29 Aug 2026

Adnan Yusuf Hartawan

GeoInsight : Pemetaan Bencana Banjir Kota Bekasi Berbasis WebGIS

Geoinsight : Pemetaan Risiko Banjir WebGIS Kota Bekasi Sebagai Solusi untuk Pemetaan Mitigasi Bencana

9 min read

172 view

MangroveSight: Solusi Pemantauan Perubahan Hutan Mangrove Teluk Balikpapan melalui WebGIS

Environment

21 Aug 2026

Titanio Yudista

MangroveSight: Solusi Pemantauan Perubahan Hutan Mangrove Teluk Balikpapan melalui WebGIS

MangroveSight adalah WebGIS interaktif untuk memantau dan memahami perubahan sebaran serta luas hutan mangrove di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, pada periode 2007–2022. Platform ini menyediakan peta berdasarkan tahun, perbandingan area yang hilang dan bertambah, heatmap, grafik statistik, ekspor data, serta AI Assistant berbasis ringkasan data mangrove.

33 min read

306 view

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at