Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui Dimensi Jembatan Bantar

29 November 2022

By: Juta Hasby Wijaya

Open Project

Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui Dimensi Jembatan Bantar

Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui
Dimensi Jembatan Bantar

Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui Dimensi Jembatan Bantar

Produk Peta : Peta Orthophoto Jembatan Bantar

1. Latar Belakang

Jembatan adalah salah satu prasarana yang penting dalam kehidupan masyarakat, karena selain sebagai penghubung untuk memperlancar trans portasi antara dua ataupun lebih daerah yang terpisah oleh sungai dan lembah, dengan adanya jembatan secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di suatu daerah, sehingga jembatan ini memiliki peranan yang sangat penting pada roda kehidupan penduduk sekitar.

Tetapi seperti barang buatan manusia lainnya, jembatan tidak luput dari berbagai permasalahan yang menerpa, baik pada tahap perencanaan, pembangunan, hingga tahap perawatannya. Masalah yang umum ditemui dalam konstruksi jembatan adalah terjadinya kegagalan struktur, contohnya seperti pada kasus jembatan Amurang, dimana akibat terjadi penurunan pada Struktur Bangunan Bawah Jembatan, walaupun tanpa ada kerusakan berarti pada Struktur Banguan Atas Jembatan, secara keseluruhan struktur jembatan menjadi miring, tidak aman untuk dilalui, dan tidak menutup kemungkinan, jembatan akan runtuh secara total.

Dengan demikian, untuk menghindari hal-hal tersebut perlu dipelajari cara mendisain, menganalisis, dan perawatan struktur bangunan sebuah jembatan. Perawatan atau pemeliharaan jembatan merupakan pekerjaan yang dilaksanakan setelah pekerjaan pembangunan selesai. Pekerjaan pemeliharaan ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi jembatan atau suatu struktur untuk selalu berada dalam kondisi siap layan. Adapun cara yang diperlukan untuk mewujukan proses analisis dibutuhkan permodelan sebuah jembatan dalam bentuk 3 dimensi. Dengan dilakukan survey langsung dan permodelan 3D menggunakan foto udara, nantinya dapat memberikan data jembatan yang dibutuhkan untuk analisis struktur jembatan.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut :

  • Bagaimana melakukan pemeliharaan bangunan jembatan?
  • Bagaimana melakukan monitoring keadaan jembatan dengan waktu yang cepat dan minim biaya?
  • Bagaimana cara menghasilkan data jembatan dan model jembatan menggunakan foto udara dan survei langsung?
  • Seperti apa hasil dari permodelan 3D jembatan?
  • Bagaimana melakukan distribusi informasi terkait peta, sehingga informasi peta 3D jembatan dapat digunakan untuk kepentingan positif?

3. Tujuan

Adapun tujuan pelaksanaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pemeliharaan bangunan jembatan dapat dilakukan secara optimal sehingga dapat mencegah permasalah terkait struktur bangunan jembatan.

b. Monitoring jembatan dapat dilakukan dengan biaya yang murah dan waktu yang singkat.

c. Dapat menghasilkan data dan permodelan 3D jembatan dengan memanfaatkan foto udara dan survei langsung.

d. Informasi data dan permodelan 3D jembatan dapat terdistribusi ke seluruh kalangan agar informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan positif seperti monitoring dan perawatan jembatan serta menjadi bahan edukasi terhadap pelajar dalam bidang terkait.

4. Alat dan Bahan

Pada kegiatan Pengenalan QGIS, terdapat perangkat dan data, diantaranya sebagai berikut:

Perangkat Keras (Hardware) yang dibutuhkan :

a. Laptop

b. Mouse

c. Drone

Perangkat Lunak (Software) yang dibutuhkan :

a. Agisoft Metashape

b. Globar Mapper

Bahan yang dibutuhkan :

a. Foto udara jembaran.

5. Pembahasan

a. Use case Diagram

Use case diagrammenggambarkan sekumpulan use case dan actor serta hubungannya. Sebuah use case menggambarkan interaksi antara actor dengan sistem.

b. Sequence Diagram

Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan sekumpulan objek dan interaksinya, termasuk message yang dikirim terhadap urutan waktu. Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkahlangkah yang dilakukan sebagai tanggapan dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu.

c. Activity Diagram

Activity diagram dirancang untuk menyederhanakan apa saja yang terjadi selama berlangsungnya sebuah operasi atau proses. Activity diagram sebenarnya merupakan flowchart yang menunjukkan aliran control dari suatu aktivitas ke aktivitas lain. Jenis diagram ini biasanya digunakan untuk merepresentasikan aliran kerja dan operasi obyek dalam sistem. Activity Diagram memberikan visualisasi, menspesifikasikan, mengkonstruksi serta mendokumentasikan kelompok obyek yang dinamis.

Untuk menguji kestabilan aplikasi ini, dijalankan beberapa test seperti testing fungsi-fungsi pada sistem dan juga testing bandwidth.

1. Performance fungsi-fungsi pada sistem

· Nama Fungsi Status

· Rotation up OK

· Rotation down OK

· Rotation right OK

· Rotation left OK

· Scale perbesar OK

· Scale perkecil OK

· Keyboard Event OK

2. Testing bandwidth

Testing bandwidth digunakan untuk mengetes kecepatan pada aplikasi ini. Testing bandwidth yang dilakukan adalah sebagai berikut :

· Di test menggunakan simulasi kecepatan 57,6 Kbps dapat menload object model 3D dalam waktu 286ms (onload 318ms)

· Di test menggunakan simulasi kecepatan 1 Mbps dapat menload object model

· 3D dalam waktu 87ms (onload 179ms)

6. Hasil

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah 3D modelling Jembatan Bantar yang terletak di Kec. Sentolo, Kab. Kulonprogo yang didapatkan memanfaatkan foto udara yang diproses menggunakan software Agisoft Metashape, Global Mapper, dan QGIS . Sehingga menghasilkan :

1. 3D Model Jembatan Bantar

Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui
Dimensi Jembatan Bantar

2.  Peta Orthophoto Jembatan Bantar

Pemanfaatan Orthophoto dan 3D Model untuk Mengetahui
Dimensi Jembatan Bantar

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

17 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

85 view

12 Data

1 Projects

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Retail

04 Sep 2026

Aditya Jaelawijaya

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Pertumbuhan sektor properti dan permukiman di Kota Tangerang Selatan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk perbaikan rumah (home improvement) dan bahan bangunan. Namun, penentuan lokasi gerai ritel modern kerap dihadapkan pada ketidakpastian spasial dan risiko kegagalan investasi akibat keterbatasan analisis konvensional yang tidak mempertimbangkan interaksi keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal bagi ekspansi gerai ritel bahan bangunan dan peralatan rumah tangga di Kota Tangerang Selatan dengan memanfaatkan pendekatan Location Analytics berbasis Multi-Criteria Spatial Scoring pada platform GEO MAPID. Metode yang digunakan mengintegrasikan variabel jaringan jalan primer (arteri/kolektor utama), sebaran permukiman dan ruko komersial, kluster sebaran toko kompetitor eksisting, serta pemodelan Point of Interest (POI) dan data demografi melalui fitur SINI GEO MAPID ke dalam agregasi grid heksagon berstandar H3. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona kesesuaian sangat tinggi (high suitability) terkonsentrasi secara linier di sepanjang koridor jalan arteri utama, khususnya pada kluster Paku Jaya – Serpong Utara, koridor Pondok Aren – Bintaro, dan simpul Ciputat – Pamulang. Area-area tersebut memiliki nilai aksesibilitas prima, visibilitas tinggi, serta kepadatan demografi konsumen hunian yang masif. Pendekatan spatial scoring heksagon pada GEO MAPID terbukti efektif memetakan potensi pasar mikro secara presisi, meminimalkan risiko kanibalisasi gerai, dan memberikan rekomendasi lokasi ekspansi bisnis ritel yang berbasis data spasial komprehensif.

17 min read

91 view

1 Projects

Analisis Potensi Resapan Air dan Identifikasi Peluang Lokasi Sumur Resapan di Kabupaten Sleman

Environment

04 Sep 2026

Anggita Tantri Utami

Analisis Potensi Resapan Air dan Identifikasi Peluang Lokasi Sumur Resapan di Kabupaten Sleman

Analisis potensi resapan air di Kabupaten Sleman berdasarkan jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng untuk mendukung pengelolaan air hujan dan pengembangan sumur resapan melalui pendekatan site selection berbasis POI.

24 min read

84 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at