Pemetaan Lokasi SPBU Pertamina di Bandung: Pola Sebaran, Keterjangkauan, dan Analisis Jaringan

08 July 2024

By: Lia Berliana

Open Project

SPBU Pertamina

thumbnail

Pendahuluan

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat yang juga merupakan kota metropolitan terbesar di provinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak pada posisi 107º36’ Bujur Timur dan 6º55’ Lintang Selatan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2022, luas wilayah Kota Bandung adalah 16.729,65 Ha. Kota Bandung juga merupakan kota terbesar keempat di Indonesia, setelah Kota Jakarta, Kota Surabaya, dan Kota Medan. Kota ini menjadi kota terpadat kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan kepadatan mencapai 15.051 jiwa/km² dan memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.569.107 orang.

Kota Bandung juga merupakan pusat industri dan pendidikan di Jawa Barat serta merupakan kota destinasi para wisatawan. Semua itu berdampak pada mobilitas yang tinggi di kota ini. Tingginya mobilitas masyarakat berpengaruh pada banyaknya volume kendaraan yang beredar setiap harinya (Suartawan & Vicente, 2022). Peningkatan mobilitas di berbagai bidang tersebut berimbas pada meningkatnya kebutuhan akan BBM. Salah satu perusahaan penyalur dan penjualan BBM di Kota Bandung yang menjual produknya di SPBU yaitu Pertamina.

SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) adalah lokasi penerimaan, penyimpanan dan penyaluran BBM yang melayani konsumen secara eceran/ritel dan dikhususkan untuk kendaraan bermotor, atau depot BBM dengan kapasitas tangki timbun BBM yang terbatas. Ada empat distributor BBM di Indonesia yang menjual produknya di SPBU, yaitu Pertamina-Indonesia, Shell-Belanda, Petronas-Malaysia, dan Total-Perancis (Risdiyanta, 2014). PT. Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dibidang bisnis minyak, dan non BBM, gas, petrokimia, dan pelumas baik di Indonesia maupun di negara lain (Theis, 2013).

Pada saat ini, keperluan akan BBM menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk menjadi analisis tersendiri. Ketersediaan dan sebaran lokasi SPBU mempunyai peran penting dan berpengaruh terhadap penyedia kebutuhan akan BBM. Untuk mengetahui sebaran lokasi pertamina dilakukan kajian secara keruangan. Analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi berdasarkan sifat sifat penting, dengan pertanyaan mengenai faktor faktor yang menguasai pola sebaran dan bagaimana pola tersebut di ubah agar sebaran tersebut lebih efisien dan wajar. Dengan kata lain dapat di utarakan bahwa dalam analisis keruangan yang di perhatikan utama penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua penyediaan ruang yang akan di gunakan untuk berbagai kegunaan yang di rancang (Setiawan, 2015). Network Analysis dan buffering diperlukan untuk menunjukkan sebaran dan keterjangkauan lokasi SPBU pada jarak/radius dan rute tertentu. Selain itu, Nearest Neighbour Analysis diperlukan untuk mengetahui pola persebaran lokasi SPBU.

Metodologi

Lokasi penelitian berada di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif, mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang sedang diteliti. Data yang digunakan berupa data spasial (Administrasi Kota Bandung) dan data atribut (Lokasi SPBU Pertamina di Kota Bandung) yang kemudian dilakukan pengolahan dengan network analysis dan buffering serta Nearest Neighbour Analysis . Hasilnya berupa peta sebaran lokasi SPBU Pertamina di Kota Bandung beserta keterjangkauan menurut jarak/radius dan rute tertentu serta pola persebarannya.

  • Nearest Neighbor Analysis adalah sebuah analisis untuk menentukan suatu pola penyebaran, dengan menggunakan perhitungan Nearest Neighbor Analysis kita dapat mengetahui pola dari penyebaran apakah berpola seragam (uniform), acak (random), atau kelompok (cluster).
  • Buffer peta merupakan sebuah satu alat pengolahan (tools) pada perangkat lunak GIS yang memungkinkan untuk membuat suatu batasan area tertentu dari sebuah obyek.
  • Service Area (from point) merupakan tools network analysis yang digunakan untuk menunjukan jalan-jalan dalam jangkauan jarak tertentu berdasar dari suatu titik yang kita tentukan

Hasil dan Pembahasan

Hasil pengumpulan data sebaran lokasi SPBU Pertamina di Kota Bandung dan sekitarnya, terdapat 117 SPBU yang menyebar di setiap wilayah Bandung. Berikut merupakan daftar lokasi setiap SPBU Pertamina di Kota Bandung dan sekitarnya:

Lokasi SPBU

POI SPBU

Gambar di atas menunjukkan sebaran Lokasi SPBU di Kota Bandung dan sekitarnya. Pada gambar terlihat bahwa lokasi SPBU Pertamina khususnya di Kota Bandung memiliki pola menyebar namun untuk mengetahuinya dengan pasti perlu dilakukan dengan analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) pada ArcToolbox Spatial Statistics Tool yaitu Analyzing Patterns (Averange Nearest Neighbour), yang kemudian masukkan parameter mana yang akan dilakukan analisis tetangga terdekat dengan metode Euclidean Distance (perhitungan jarak ke pusat terdekat untuk setiap cell). Menurut Bintaro dan Surastopo Hadisumarno pada tahun 1978 menyatakan bahwa ada 3 macam pola persebaran, yaitu cluster dengan nilai T=0 atau mendekati 0, random dengan nilai T=1 atau mendekati 1, dan uniform dengan nilai T=2,5 atau mendekati 2,5.

ann

Hasil analisis spasial tetangga terdekat menunjukkan bahwa pola persebaran lokasi SPBU Pertamina di Bandung adalah random atau acak dengan hasil nilai T adalah -0,422697, artinya mendekati 1. Sebaran lokasi SPBU Pertamina ini berada pada jaringan jalan sehingga menjadi akses berkaitan dengan mobilitas yang terdapat di Bandung.

Untuk mengetahui keterjangkauan lokasi SPBU Pertamina di Bandung dilakukan menggunakan teknik buffer pada perangkat lunak pengolahan data spasial. Perhitungan jarak/batasan area antar SPBU ditentukan pada jarak 2.25 km, 2.5 km, 2.75 km, dan 3 km. Hal tersebut mengacu pada tabel klasifikasi jarak antar SPBU berikut:

tabel kriteria jarak SPBU Pertamina

Sumber: PT. Pertamina (Sarasadi, 2011)

MRB

Hasil pengolahan buffer SPBU Pertamina Bandung pada gambar di atas menunjukkan bahwa jangkauan jarak antar SPBU Pertamina lebih dominan berada dalam radius 2,25 km sehingga termasuk kedalam kriteria sangat dekat. Pada wilayah Kota Bandung, beberapa SPBU terlihat mengcover hampir seluruh area Kota Bandung. Sedangkan pada wilayah luar Kota Bandung seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung. dan Kabupaten Bandung Barat, SPBU Pertamina berada pada radius 2,5 km hingga >3 km dan masuk kedalam kriteria dekat hingga sangat jauh. Keberadaan SPBU Pertamina tersebut terlihat hanya berada di jalan-jalan nasional saja dan belum mengcover sebagian besar wilayahnya terutama untuk daerah yang jauh dari perkotaan.

Pemetaan rute terpendek dari lokasi SPBU dilakukan untuk mengoptimalkan informasi jarak/radius jangkauan posisi antar SPBU Pertamina berdasarkan jarak tertentu. Dalam hal ini dilakukan menggunakan metode network analysis teknik service area from layer dalam untuk menunjukkan jalan-jalan dalam jangkauan jarak tertentu berdasarkan dari titik suatu objek, dalam hal ini objeknya merupakan SPBU Pertamina.

servicearea

Gambar di atas merupakan jalan-jalan yang menunjukkan rute terpendek dari lokasi SPBU Pertamina pada jarak 2.25 km, 2.5 km, 2.75 km, dan 3 km. Rute tersebut memberikan informasi mengenai jalan yang ditempuh menuju lokasi SPBU Pertamina berdasarkan jarak yang telah ditentukan. Terlihat dari rute jarak yang paling dekat (2,25 km) lokasi antar SPBU Pertamina yang masih terhubung satu dengan yang lainnya hingga jarak paling jauh (>3km) atau mulai tidak terlihat terhubung dari SPBU Pertamina satu ke yang lainnya. Rute ini dapat memberikan informasi mengenai keberadaan SPBU Pertamina di suatu tempat ke tempat lainnya.

Kesimpulan

Bandung memiliki 117 SPBU Pertamina dengan pola persebaran random/acak. Lokasi SPBU Pertamina ini berasosiasi dengan jalan-jalan di Bandung yang tentunya merupakan tempat terjadinya mobilitas masyarakat. Keterjangkauan lokasi SPBU Pertamina di Kota Bandung lebih dominan masuk pada kriteria sangat dekat dengan jarak mencakup 2,25 km menurut klasifikasi Sarasadi, 2011. Sedangkan keterjangkauan lokasi SPBU Pertamina di luar Kota Bandung yaitu di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung barat berada pada kriteria dekat hingga sangat dekat dengan jarak 2,5km hingga >3km. Pemetaan rute terpendek antar lokasi SPBU menunjukkan jalan-jalan terdekat menuju SPBU Pertamina dengan jarak 2,25km, 2,5 km, 2,75 km, dan 3 km yang dapat membantu menemukan lokasi terdekat dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Keterjangakauan lokasi SPBU ini dapat menjadi acuan ketika membutuhkan informasi terkait ketersediaan/keberadaan lokasi SPBU di Bandung.

Berdasarkan hasil studi, Kota Bandung memiliki ketersediaan SPBU Pertamina yang memadai di sebagian besar wilayahnya sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas umum tersebut tanpa khawatir.

Perlu diketahui bahwa indikator bensin pada motor yang berkedip umumnya menandakan bahwa BBM di tangki hampir habis. Saat indikator bensin hanya tersisa 1 bar dan berkedip, berapa liter bensin yang tersisa di tangki? Menurut Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), secara umum saat indikator bensin pada motor berkedip, tersisa BBM kurang lebih 1 liter. Setiap 1 batang indikator bensin di speedometer mewakili sekitar 0,98 liter bensin di tangki. Namun, karena berjaga-jaga, kita bisa menganggap 1 bar setara dengan 0,96 liter. Harga bensin saat ini untuk Premium adalah Rp 8.500/liter, Pertamax Rp 9.950/liter, dan Pertamax Plus Rp 10.450/liter.
Sedangkan ketika indikator bensin pada mobil mulai berkedip, ini tidak berarti bensin sudah benar-benar habis dan mesin akan mati. Sebenarnya, masih ada cadangan beberapa liter di dalam tangki. Pada umumnya, mobil memiliki kapasitas tangki sekitar 40 hingga 45 liter. Ketika indikator bensin berkedip, biasanya tersisa sekitar 5 liter bensin. Dengan jumlah bensin tersebut, mobil masih bisa menempuh jarak sekitar 30 hingga 50 kilometer. Namun, untuk keamanan, sebaiknya segera mengisi bensin jika indikator bensin sudah berkedip-kedip. Jadi, tidak perlu panik. Semoga membantu!

Referensi

Bintarto dan Hadisumarno Surastopo. 1978. Metode Analisa Geografi.. Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial

Bintarto, R., & Surastopo, H. (1979). Metode Analisa Geografi. LP3ES

Risdiyanta, R. (2014). Membedah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Di Indonesia. Swara Patra: Majalah Ilmiah PPSDM Migas, 4(3).

Sarasadi, A. (2011). Evaluasi Sebaran Spasial Lokasi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Di Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang.

Setiawan, I. K. A., Sugiyanta, I. G., & Miswar, D. (2015). Pemetaan dan Analisis Sebaran SPBU di Kota Bandar Lampung Tahun 2015. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 3(4)

Suartawan,P.E. , Vicente, A.S.G. (2022). Analisis Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Jalan Raya Sesetan, Jalan Pulau Buton dan Jalan Raya Diponegoro, Denpasar Selatan. Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management. DOI: 10.38043/reinforcement.v1i1.4056, 1(1), 1-10.

Theis, R. (2013). Pengelolaan Rantai Pasokan Terhadap Pemenuhan Kebutuhan BBM Pada SPBU Di Kota Manado. Jurnal EMBA, 1(3), 821–828

Seberapa Jauh Motor dan Mobil Bisa Dipakai Ketika Indikator Bensin Berkedip?

Perlu diketahui bahwa indikator bensin pada motor yang berkedip umumnya menandakan bahwa BBM di tangki hampir habis. Saat indikator bensin hanya tersisa 1 bar dan berkedip, berapa liter bensin yang tersisa di tangki? Menurut Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), secara umum saat indikator bensin pada motor berkedip, tersisa BBM kurang lebih 1 liter. Setiap 1 batang indikator bensin di speedometer mewakili sekitar 0,98 liter bensin di tangki. Namun, karena berjaga-jaga, kita bisa menganggap 1 bar setara dengan 0,96 liter. Harga bensin saat ini untuk Premium adalah Rp 8.500/liter, Pertamax Rp 9.950/liter, dan Pertamax Plus Rp 10.450/liter1. Sedangkan ketika indikator bensin pada mobil mulai berkedip, ini tidak berarti bensin sudah benar-benar habis dan mesin akan mati. Sebenarnya, masih ada cadangan beberapa liter di dalam tangki. Pada umumnya, mobil memiliki kapasitas tangki sekitar 40 hingga 45 liter. Ketika indikator bensin berkedip, biasanya tersisa sekitar 5 liter bensin. Dengan jumlah bensin tersebut, mobil masih bisa menempuh jarak sekitar 30 hingga 50 kilometer. Namun, untuk keamanan, sebaiknya segera mengisi bensin jika indikator bensin sudah berkedip-kedip. Jadi, tidak perlu panik. Semoga membantu!

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

268 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

250 view

12 Data

1 Projects

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Real Estate

06 Sep 2026

Wildan Rafi Fadlilah

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Panduan ekspansi co-living yang terukur di Yogyakarta untuk pengembang properti dalam menghadapi kebutuhan pasar dan tekanan kompetisi

41 min read

223 view

1 Projects

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Real Estate

04 Sep 2026

Asti Ardiningrum

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Penelitian dengan analisis spasial multi-kriteria pada kawasan BSD Baru mengidentifikasi bahwa wilayah selatan (sebagian Jatake, Situ Gadung, dan Sampora) merupakan lokasi paling optimal (Sangat Sesuai) untuk kawasan permukiman karena didukung akses langsung Tol Serpong–Balaraja dan stasiun KRL. Temuan yang selaras dengan RTRW 2021–2031 dan Masterplan BSD City ini menempatkan wilayah selatan sebagai prioritas utama pembangunan bagi pengembang sekaligus opsi hunian dan investasi terbaik bagi masyarakat.

14 min read

245 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at