Penentuan Lokasi LRT yang Terintegrasi dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin II

20 Februari 2025

By: Ikha Prasetiyani

Peta Stasiun LRT

PENDAHULUAN

Sistem transportasi memiliki peran penting bagi perkembangan suatu wilayah terutama perkotaan. Transportasi yang efisien mendukung mobilitas masyarakat dan mempercepat pembangunan sosial ekonomi di wilayah tersebut, terutama perkotaan. sistem transformasi umum yang terintegrasi dapat menjadi solusi dalam meminimalkan kemacetan. Light Rail Transit atau LRT menjadi salah satu pilihannya dengan rute dari stasiun Kertapati menuju stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin II (SMB II).

Penempatan lokasi stasiun yang tepat dan strategis dapat meningkatkan aksesibilitas mengefisiensikan waktu tempuh perjalanan dan meningkatkan penggunaan layanan LRT oleh masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang berada di luar Kota Palembang antar Kabupaten menuju Bandara SMB II dari Stasiun Kertapati. Sehingga penempatan lokasi stasiun LRT menjadi sangat penting untuk memastikan keberhasilan sistem transportasi umum. Stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan pusat kegiatan seperti pasar, pusat perbelanjaan, serta akses ke fasilitas publik, seperti bandara, akan semakin meningkatkan potensi sistem LRT untuk menjadi pilihan utama bagi pengguna transportasi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menentukan lokasi stasiun LRT yang efektif dan efisien dari Stasiun Kertapati menuju Stasiun Bandara SMB II, dengan mempertimbangkan beberapa indikator berupa permintaan, pusat kegiatan penggunaan lahan dan aksesibilitas (Daru, 2020). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat Palembang dan wilayah sekitarnya di Sumatera Selatan dalam mendapatkan kemudahan akses dan mobilitas menuju bandara.

METODE

Analisis spasial Multicriteria Analytic berbasis GIS digunakkan dalam studi ini dalam menentukan lokasi LRT yang terintegrasi dari stasiun kertapati menuju stasiun bandara SMB II. Weighted overlay yang diimplementasikan dalam perangkat lunak ArcGIS, dengan pembobotan melalui Analytical Hierarchy Process (AHP). Pendekatan ini memadukan Teknik analisis spasial dengan metode pengambilan keputusan secara spasial pada beberapa indikator yang digunakan yaitu permintaan, pusat kegiatan, penggunaan lahan dan aksesibilitas yang dikutip dari Daru (2020) sebagaimana yang disusun berikut ini.

  • Permintaan : Pumlah Penduduk.
  • Pusat kegiatan: Kedekatan dengan Kawasan Perumahan; Kedekatan dengan Kawasan Perdagangan dan Jasa; Kedekatan dengan Kawasan Perkantoran, Kedekatan dengan Kawasan Pendidikan.
  • Penggunaan lahan: Campuran Penggunaan Lahan.
  • Aksesibilitas: Jaringan Jalan; Jaringan Angkutan Umum.

AnalAnalytic Hierarchy Process )

AHP merupakan metode yang melibatkan banyak kriteria untuk mengambil suatu keputusan dari sebuah permasalahan. Pada proses AHP, masing-masing kriteria diberikan bobot berdasarkan kepentingannya dan menghasilkan nilai prioritas untuk setiap lokasi. Beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam studi ini meliputi:

  • Permintaan : jumlah penduduk yang tinggi memiliki peluang penumpang yang lebih besar.
  • Pusat kegiatan: kedekatan dengan pusat kegiatan sosial dan ekonomi seperti perdagangan, kantor, sekolah dan perumahan.
  • Penggunaan lahan: jenis penggunaan lahan dan ketersediaan lahan.
  • Aksesibilitas: kedekatan dengan fasilitas transportasi public seperti stasiun KAI, terminal dan jalan utama.

WeigWeighted OverlayArcGIS

Weighted Overlay merupakan Teknik analisis spasial dengan menggabungkan beberapa data spasial yang telah memiliki bobot masing-masing sesuai kepentingannya pada setiap layer. Pembobotan pada setiap layer berdasarkan kriteria diperoleh melalui AHP. Dari hasil penggabungan layer yang sudah memiliki bobot, dihasilkan data spasial yang menunjukkan lokasi paling ideal dengan skor tertinggi berdasarkan faktor yang telah ditentukan sebagai lokasi stasiun LRT.

PEMBAHASAN

penentuan lokasi stasiun LRT di Kota Palembang dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang dianggap penting dalam dalam pengambilan keputusan dengan memaksimalkan pemilihan lokasi secara spasial. melalui proses AHP dan Weighted Overlay di ArcGIS diperoleh beberapa titik lokasi yang efektif dijadikan sebagai lokasi stasiun LRT.

Dari pembobotan melalui proses Analytic Hierarchy Process (AHP) dari kriteria-kriteria yang dipilih diperoleh urutan mulai dari yang paling tinggi hingga paling rendah. Kriteria tersebut meliputi jaringan jalan, jaringan transportasi umum, penggunaan lahan, kedekatan dengan kawasan perkantoran, kedekatan dengan kawasan perdagangan dan jasa, kedekatan dengan kawasan perumahan, kedekatan dengan kawasan fasilitas pendidikan, dan jumlah penduduk. Pembobotan pada setiap kriteria memberikan pengaruh pada pemilihan lokasi stasiun LRT secara spasial menggunakan Weighted Overlay yang diproses melalui ArcGIS.

kondisi

peta

Hasil dari proses Weighted Overlay di arcGIS sebagaimana dapat dilihat pada peta gambar 1, diperoleh tiga titik lokasi yang ideal untuk dibangun stasiun LRT pada gambar 2. Hasil ini sangat dipengaruhi oleh aksesibilitas berupa jaringan jalan dan jaringan transportasi umum, kemudian pusat kegiatan sosial dan ekonomi, penggunaan lahan dan permintaan penumpang dari jumlah penduduk. Sehingga ketiga lokasi yang terpilih ini identik berdekatan dengan jaringan jalan dan ketersediaan transportasi.

Lokasi yang pertama berada di wilayah Kecamatan Kertapati. Berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Kertapati dan di lewati jalan arteri. sekitaran lokasi yang dipilih juga berdekatan dengan fasilitas perkantoran, pusat perdagangan, beberapa fasilitas pendidikan dan juga perumahan. Sementara itu, pada lokasi yang kedua berada diantara Kecamatan Ilir Barat Dua, Seberang Ulu Satu dan Jakabaring. Berdekatan dengan pelabuhan/ dermaga sungai, dan jembatan ampera sebagai ikon Kota Palembang. sama halnya dengan lokasi yang pertama, di lokasi pilihan yang kedua ini pun berdekatan dengan fasilitas perkantoran, perdagangan, pendidikan dan perkantoran. Hal menarik dari lokasi pilihan yang kedua ini adalah berada diantara Stasiun LRT yang telah dibangun sebelumnya yaitu Stasiun LRT Polresta dan Stasiun LRT Terpadu Ampera jalur Bandara - Jakabaring. Sedangkan lokasi yang ketiga berdekatan dengan Terminal Bus Alang-alang, berada di Kecamatan Sukarami dan Alang-alang Lebar. di lokasi yang ketiga ini pun cukup berdekatan dengan fasilitas perkantoran, sekolah dan perumahan meskipun tidak sekompleks lokasi pilihan yang pertama dan kedua.

Berdasarkan analisis hasil pemilihan lokasi secara spasial menggunakan AHP dan Weighted Overlay dari tiga lokasi yang ideal untuk dibangun stasiun LRT, maka lokasi yang ideal untuk dibangun Stasiun LRT yang terintegrasi dari Stasiun Kereta Api Kertapati ke Stasiun Bandara SMB II adalah lokasi pertama yang didukung dengan hasil pilihan lokasi yang kedua. Supaya jalur yang dipilih terintegrasi secara maksimal antara Stasiun KA dan LRT Bandara. Sehingga bisa dibangun jalur kereta LRT pada pilihan lokasi pertama yang dihubungkan dari Stasiun KA Kertapati ke Stasiun LRT Polersta atau Stasiun LRT Terpadu Ampera.

KESIMPULAN

Berdasarkan pembobotan dan analisis lokasi stasiun LRT, aksesibilitas berupa jaringan jalan dan jaringan transportasi umum merupakan dua kriteria yang memiliki pengaruh paling besar dalam menentukan lokasi stasiun LRT. Selain itu, kedekatan dengan kawasan perkantoran, perdagangan, pendidikan dan perumahan turut meningkatkan keberhasilan dan potensi pengguna stasiun. Hasil pemilihan lokasi menggunakanWeighted Overlay berdasarkan kriteria-kriteria tersebut diperoleh tiga lokasi yang ideal dibangun stasiun LRT. Dari hasil analisis spasial, agar terintegrasi antara Stasiun Kereta Api Kertapati ke Stasiun Bandara SMB II, maka lokasi pertama dipilih sebagai lokasi untuk dibangun stasiun LRT dengan memaksimalkan jalur LRT yang telah ada yaitu jalur Stasiun Bandara - Jakabaring, dengan sedikit menambahkan jalur baru yang terhubung dari Stasiun KA Kertapati dengan Stasiun LRT Polresta ataupun Stasiun LRT Terpadu Ampera.

Hal ini tentu saja membutuhkan penelitian dan analisis lebih lanjut yang lebih mendetail dan terperinci, terkait hal dan persoalan tidak dapat dibahas karena adanya keterbatasan pada penelitian ini. Sehingga menjadi peluang untuk dilakukan penelitian selanjutnya.

REFERENSI

Daru NA, Ramadhan. 2020. Studi Penentuan Lokasi Stasiun Light Rail Transit (LRT) Rute Cibubur - Bogor. Surabaya: Institute Teknologi Sepuluh November Fakultas Teknik Sipil Perencanaan dan Kebumian.

Jamil, S. S., & Siddiqi, M. M. 2017. Geospatial Approach to Site Selection for Urban Rail Stations Using AHP and GIS: A Case Study of Lahore, Pakistan. International Journal of Geographical Information Science, 31(3), 547–566. https://doi.org/10.1080/13658816.2016.1271062

Malczewski, J. 2006. GIS-based multicriteria decision analysis: A survey of the literature. International Journal of Geographical Information Science, 20(7), 703–726. https://doi.org/10.1080/13658810600625294

Saat, M. A., & Hossain, M. S. 2019. Application of AHP and GIS for Optimal Site Selection for Public Transport Stations. Journal of Urban Planning and Development, 145(3), 04019013. https://doi.org/10.1061/(ASCE)UP.1943-5444.0000524

Data Publikasi

Analisis Lokasi Potensial Pengembangan Creative Hub Berbasis MICE Sebagai Ruang Publik Kreatif di Kota Surakarta

Pariwisata

10 Apr 2026

Salina Dhiya Zahrani

Analisis Lokasi Potensial Pengembangan Creative Hub Berbasis MICE Sebagai Ruang Publik Kreatif di Kota Surakarta

Kota Surakarta dikenal sebagai kota dengan icon budaya dan aktivitas kreatif yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh ruang yang mampu mewadahi interaksi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi kreatif secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut adalah pengembangan creative hub berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

10 menit baca

159 dilihat

1 Proyek

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Makanan dan Minuman

07 Apr 2026

Manda Amelia Rahmadani

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Di mana lokasi terbaik untuk mengembangkan kafe di Kota Magelang? Melalui analisis spasial berbasis MAPID, studi ini mengidentifikasi area paling potensial dengan mempertimbangkan aksesibilitas, aktivitas masyarakat, dan dinamika perkotaan untuk mendukung kafe sebagai third place.

8 menit baca

204 dilihat

1 Proyek

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Barang Konsumsi

06 Apr 2026

Made Swabawa Sarwadhamana

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Dalam konteks perencanaan wilayah dan pengembangan bisnis, pendekatan berbasis analisis spasial menjadi sangat relevan untuk mengidentifikasi lokasi potensial yang optimal. Analisis spasial memungkinkan integrasi berbagai variabel penting seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, pola pergerakan, kedekatan dengan pusat aktivitas, hingga kompetisi eksisting. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis, proses evaluasi lokasi dapat dilakukan secara lebih sistematis, objektif, dan terukur.

6 menit baca

228 dilihat

1 Proyek

Penentuan Lokasi Strategis Usaha Otomotif Spesialis Balap di Jakarta Selatan Berbasis Komparasi Radius Jarak Tempuh

Perumahan

06 Apr 2026

Andrew Tobing

Penentuan Lokasi Strategis Usaha Otomotif Spesialis Balap di Jakarta Selatan Berbasis Komparasi Radius Jarak Tempuh

Analisis spasial multi-kriteria menggunakan platform GeoMAPID untuk mengidentifikasi lokasi optimal bengkel dan toko aksesori otomotif balap, mempertimbangkan catchment area, keterjangkauan pelanggan, serta minimisasi risiko banjir terhadap aset kendaraan.

8 menit baca

170 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat