Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh Atas Jakarta

05 November 2021

By: Nurma Idatul Jannah

Open Project

Mapping Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh Atas Jakarta

Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta
We abuse land because we regard it as a commodity belonging to us. When we see land as a community to which we belong, we may begin to use it with love and respect - anonymous

Jakarta, selain menjadi pusat pemerintahan, Jakarta juga memiliki peran penting sebagai pusat perekonomian. Dengan total populasi sebesar 10,56 juta penduduk, tak heran jika Jakarta menjadi kawasan yang cukup padat dan dipenuhi dengan lalu lalang atau mobilitas aktivitas penduduk yang cukup tinggi.

Nah, dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi tersebut tentunya dibarengi pula dengan kebutuhan akan moda transportasi yang dapat mempermudah gerak masyarakat ibu kota. Macet, sudah bukan menjadi rahasia lagi, tiap hari, tiap jam, 24/7 Jakarta seakan tidak pernah tidur. Ada saja titik-titik kemacetan yang sulit terurai.

Jumlah kendaraan bermotor dalam tiga tahun terakhir di DKI Jakarta yang terus meningkat. Jumlah kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 naik sebesar 0,7% atau sebanyak 77.158 kendaraan dari tahun sebelumnya - Statistik Jakarta, 2020

Bagaimana dengan kondisi transportasi publiknya?

Moda transportasi publik yang ada di Jakarta, sebenarnya sudah tersedia semua, seperti commuter line, LRT dan MRT. Tapi nyatanya, masih banyak dari warga DKI Jakarta yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Berbicara mengenai moda transportasi publik Moda Raya Terpadu atau yang lebih dikenal dengan sebutan MRT sendiri sudah dilakukan proses pembangunan sejak tahun 2019 dengan total stasiun sebanyak 13 stasiun, diantaranya stasiun Lebak Bulus, Haji Nawi, ASEAN, Bendungan Hilir, Bundaran HI, Fatmawati, Blok A, Senayan, Setiabudi Astra, Cipete Raya, Blok M BCA, Istora Mandiri, dan Dukuh Atas BNI.

Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta

Dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi publik yaitu MRT, PT. MRT Jakarta mulai mengembangkan pula konsep Transit Oriented Development (TOD) pada masing-masing titik stasiun.

TOD sendiri merupakan area perkotaan yang dirancang untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.

Nah, selain bertujuan untuk menarik minat masyarakat mengunakan MRT, TOD juga mengusung beberapa prinsip yang saling keterkaitan, salah satu prinsip yang cukup menarik untuk dikembangkan adalah prinsip yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan (sustainability environment).

Apa hubungan TOD dengan lingkungan?

Seperti yang sudah dibahas diawal, Jakarta memiliki total penduduk kurang lebih 10,56 juta. Kondisi tersebut selain berpengaruh terhadap kondisi jalan yang macet akibat tingginya mobilitas masyarakat, secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kondisi ketersediaan lahan. Hal tersebut ditunjukkan pula dengan adanya perluasan yang pesat dan tidak terkendali di Kota Jakarta dimana sebagian besar berwujud permukiman berlantai rendah (hampir 64 persen total wilayah Jakarta) dan gedung-gedung berlantai rendah yang menyebabkan habisnya persediaan lahan di Jakarta (MRT Jakarta, 2021) khususnya yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan hijau.

Berkaitan dengan hal tersebut, serta sebagai upaya untuk mengintegrasikan antara sistem transportasi publik dengan sustainability environment, maka perlu untuk dilakukan mapping terkait dengan potensi pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan TOD, dimana case yang diusung dalam publikasi ini adalah TOD Stasiun Dukuh Atas.

Kenapa Stasiun Dukuh Atas?

Berdasarkan informasi yang dilansir dari portal resmi MRT Jakarta, Stasiun Dukuh Atas menjadi titik yang dapat terbilang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai green TOD. Stasiun yang mempertemukan lima moda transportasi publik sekaligus ini (diantaranya, MRT, Bus Rapid Transit, Railink, Commuter Line, dan LRT) selain akan menjadi titik yang padat pengunjung, Stasiun Dukuh Atas juga terletak diantara berbagai fasilitas penunjang, seperti retail, penginapan, perbankan, dan perkantoran.

Pemilihan stasiun Dukuh Atas juga dilatarbelakangi dari concern yang diusung oleh PT MRT Jakarta untuk membangun wilayah ini dengan konsep yang ramah lingkungan seperti rencana pembangunan trotoar yang ramah bagi pedestrian dan pengembangan RTH.

Ketersediaan kawasan hijau di sekitar TOD Dukuh Atas nantinya akan memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih ditengah-tengah kepadatan pengunjung yang ada. Terlebih, wilayah Stasiun Dukuh Atas yang terletak di tengah perkotaan dengan tingkat kepadatan dan polusi udaranya yang cukup tinggi.

Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta

Lalu bentuk greegreen seperti apa yang ingin diimplementasikan?

Mengingat kondisi ketersediaan lahan yang cukup terbatas, khususnya dikawasan Stasiun Dukuh Atas, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung terciptanya green TOD adalah melalui implementasi konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) baik Green Roof,Green Roof,fRoof Garden, ataupun penggunaan lahan disekitar stasiun yang dapat dialih fungsikan sebagai RTH.

Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta

Potensi Pengembangan Green TOD di Kawasan TOD Dukuh 
Atas Jakarta

Dengan mengusung konsep tersebut maka pengunjung yang transit di stasiun Dukuh Atas dapat dengan mudah menemukan space terbuka yang nyaman untuk sekedar menikmati suasana sekitar. Keberadaan Green Roof terGreen Roof dapat diupayakan oleh PT. MRT Jakarta melalui kerjasama dengan para pemilik gedung yang ada di sekitar stasiun. Selain itu, PT. MRT Jakarta juga dapat melakukan urban renewal pada lahan potensial yang ada di sekitar stasiun untuk dijadikan sebagai RTH, nantinya RTH tersebut juga dapat dilengkapi dengan fasilitas green coworking space bagi pengunjung.

Sumber

https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-properti-75393-green-roof-inovasi-hunian-yang-ramah-lingkungan-id.html

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

112 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

137 view

12 Data

1 Projects

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Real Estate

06 Sep 2026

Wildan Rafi Fadlilah

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Panduan ekspansi co-living yang terukur di Yogyakarta untuk pengembang properti dalam menghadapi kebutuhan pasar dan tekanan kompetisi

41 min read

129 view

1 Projects

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Real Estate

04 Sep 2026

Asti Ardiningrum

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Penelitian dengan analisis spasial multi-kriteria pada kawasan BSD Baru mengidentifikasi bahwa wilayah selatan (sebagian Jatake, Situ Gadung, dan Sampora) merupakan lokasi paling optimal (Sangat Sesuai) untuk kawasan permukiman karena didukung akses langsung Tol Serpong–Balaraja dan stasiun KRL. Temuan yang selaras dengan RTRW 2021–2031 dan Masterplan BSD City ini menempatkan wilayah selatan sebagai prioritas utama pembangunan bagi pengembang sekaligus opsi hunian dan investasi terbaik bagi masyarakat.

14 min read

156 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at