Saat Drama Jadi Cermin
"Teach You a Lesson" sedang viral di Netflix, dan ternyata, ceritanya tidak terlalu jauh dari yang dialami guru-guru di Indonesia.
Ketika fiksi Korea Selatan ternyata menggambarkan kelas-kelas di Indonesia
Drama Korea "Teach You a Lesson" jadi tontonan nomor satu di Netflix Korea pada Juni 2026. Ceritanya tentang guru yang kehilangan wibawa, murid yang mengancam balik dengan video dan media sosial, serta orang tua yang membela anaknya apa pun yang terjadi, sampai pemerintah harus membentuk badan khusus untuk melindungi guru.
Tapi sebelum kamu menganggap ini cuma drama berlebihan, coba lihat data dan kasus nyata yang terjadi di sekolah-sekolah Indonesia belakangan ini. Edisi kali ini mengupas: apa isi cerita drakornya, seberapa nyata fenomena ini di Indonesia, dan di mana titik-titik paling rawan terjadi.
Saat guru kehilangan otoritas, negara turun tangan
Teach You a Lesson
Platform: Netflix · Korea Selatan
Pemeran utama: Kim Mu-yeol sebagai Na Hwa-jin
Sumber: Adaptasi webtoon "Get Schooled" / "True Lessons"
Status: Peringkat 1 Netflix Korea, Juni 2026
Premisnya sederhana tapi menohok. Kekerasan di sekolah Korea Selatan sudah separah ini, sementara guru tidak lagi punya kuasa untuk mendisiplinkan murid, setiap tindakan berisiko berujung pada ancaman hukum, pemecatan, atau penghancuran nama baik secara digital. Akhirnya, Kementerian Pendidikan membentuk lembaga independen bernama Educational Rights Protection Bureau (ERPB) untuk menindak kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.
- Analisis Kompasiana tentang Teach You a Lesson, Juni 2026
Yang menarik, drama ini juga mendapat perhatian serius dari komunitas guru asli Korea. Federasi Asosiasi Guru Korea menyebut drama ini "mengungkap sisi gelap dunia pendidikan", ruang kelas yang berantakan, pelanggaran berat terhadap otoritas guru, dan keputusasaan para pendidik. Tapi mereka juga menggarisbawahi satu hal penting yang terlewat oleh drama ini:
- Federasi Asosiasi Guru Korea, dikutip Liputan6, 12 Juni 2026
Bukan cuma di Korea, ini juga terjadi di sekitar kita
Indonesia ternyata punya tren yang sangat mirip, guru jadi korban kekerasan dari murid maupun orang tua, sementara kasus kekerasan di dunia pendidikan terus meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Sumber data: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), dikutip Tempo & GoodStats.
Apa persamaan & perbedaannya dengan drama Korea?
Di mana saja titik paling rawan?
Sebelum masuk ke peta, ini gambaran besar soal tren dan sebaran kasus secara nasional, sebagai konteks angka di tiap titik.
Ranking provinsi dengan kasus terbanyak (2024)
Data: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), dikutip Suara.com, Jan 2025. Angka ini mencakup seluruh kasus kekerasan pendidikan (bukan hanya guru sebagai korban), namun jadi indikator wilayah dengan ekosistem pendidikan paling rentan secara umum.
Ringkasan 8 lokasi kasus pada peta
Cerita di balik tiap titik di peta
- Guru Madrasah Dikeroyok Wali Murid
SAMPANG, JAWA TIMUR · FEBRUARI 2026
Seorang guru madrasah ibtidaiyah dianiaya dua orang wali murid setelah anak mereka dipukul oleh guru tersebut saat KBM. Korban mengalami luka lebam serius di punggung dan leher. Polisi menyita sebilah celurit dari pelaku. JPPI menyebut kasus ini sebagai "alarm darurat" kekerasan di dunia pendidikan, dan menekankan bahwa guru harus dilindungi dari intimidasi sekaligus siswa dilindungi dari kekerasan fisik.
Media Indonesia, 10/2/2026 - Media Indonesia
- Guru SD Dipolisikan Karena Menasihati Murid
TANGERANG SELATAN, BANTEN · VIRAL JANUARI 2026
Seorang guru SD bernama Christiana Budiyati dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid setelah memberikan nasihat umum kepada seluruh kelas agar lebih bertanggung jawab, yang kemudian disalahartikan oleh salah satu murid sebagai teguran pribadi. Kasus ini viral setelah anak sang guru membagikan ceritanya di media sosial.
Liputan6, 28/1/2026 - Liputan6
- Guru Dikeroyok Siswa, Saling Lapor Polisi
JAMBI · JANUARI 2026
Seorang guru SMK Negeri 3 Jambi dikeroyok oleh siswanya dan melapor ke polisi. Beberapa hari kemudian, pihak siswa balik melapor dengan tuduhan bahwa guru tersebut telah menganiaya muridnya sebanyak dua kali, menyebabkan luka fisik dan trauma. Kasus berakhir dengan saling lapor antara kedua pihak.
Liputan6, 20/1/2026 - Liputan6
- Guru SD Jadi Korban Kekerasan Orang Tua Saat Melerai Perkelahian
KUTALIMBARU, SUMATERA UTARA · OKTOBER 2025
Seorang guru SD berusaha melerai perkelahian dua siswa SMK Negeri 1 Kutalimbaru dan membawa mereka ke ruang guru untuk dimediasi. Setelah jam sekolah, salah satu orang tua siswa yang tidak terima mendatangi dan melakukan kekerasan terhadap guru tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memberikan pendampingan hukum penuh kepada guru.
Info Mase, 31/10/2025 - Info Mase
- Guru Olahraga Diserang Orang Tua Bersenjata Tajam
REJANG LEBONG, BENGKULU · KASUS BERLANJUT
Seorang guru olahraga menghukum siswa yang merokok di lingkungan sekolah. Siswa mengadu ke orang tuanya bahwa ia "ditendang", sang ayah lalu mendatangi sekolah membawa pisau dan ketapel untuk mencari guru tersebut. Kasus ini menjadi salah satu contoh tren guru yang "takut menegur" karena risiko kriminalisasi.
Tirto.id, 31/10/2024 - Tirto.id
Kalau di Korea guru "setara dokter", kenapa di Indonesia masih segini?
Salah satu alasan kekerasan terhadap guru jadi makin marak adalah karena posisi guru di mata masyarakat dan negara lemah, baik secara sosial maupun finansial. Bandingkan dua negara ini:
Bukan cuma soal angka kasar, coba lihat strukturnya
Di Korea, gaji guru naik secara berkala berdasarkan tiga faktor: masa kerja (semakin lama mengabdi, gaji otomatis naik secara bertahap), sertifikasi profesional (guru dengan lisensi dan pelatihan rutin mendapat insentif lebih tinggi), dan lokasi mengajar (guru di kota besar seperti Seoul digaji lebih tinggi, sementara guru di pedesaan mendapat tunjangan perumahan sebagai kompensasi). Bahkan guru SMP pemula di Korea sudah mengantongi gaji awal sekitar US$28.000/tahun, sekitar Rp 4 juta per bulan, setara gaji rata-rata guru senior PNS di Indonesia.
Di Indonesia, struktur gaji guru PNS diatur berdasarkan golongan dan masa kerja golongan (MKG). Guru PNS golongan III/a (lulusan S1, baru masuk) bergaji pokok sekitar Rp 2,78 juta/bulan, sebelum tunjangan. Dengan Tunjangan Profesi Guru (setara satu kali gaji pokok), take-home pay guru bersertifikasi golongan III/a bisa mencapai Rp 5,6 juta/bulan, dan guru senior golongan IV bisa membawa pulang lebih dari Rp 8 juta/bulan, itu pun setelah dipotong BPJS Kesehatan dan Tapera. Tapi semua angka itu hanya berlaku untuk guru ASN (PNS/PPPK). Guru honorer, yang jumlahnya jutaan, sama sekali tidak memiliki struktur kenaikan gaji berkala seperti ini.
- Arina.id, Mei 2026
Mungkin yang paling menggelitik adalah: anggaran pendidikan Indonesia di APBN 2026 sebenarnya tidak kecil, Rp 757,8 triliun, atau 20% dari total belanja negara, sesuai amanat konstitusi. Tapi coba lihat ke mana porsi terbesarnya mengalir:
Bukan berarti program makan bergizi gratis itu buruk, tapi seperti yang disoroti seorang akademisi pendidikan, ketika program senilai Rp 335 triliun diambil dari pos anggaran pendidikan yang 20% itu, maka anggaran untuk beasiswa, kesejahteraan guru dan dosen, riset, serta infrastruktur pendidikan otomatis menjadi lebih kecil. Constitutional mandate "20% untuk pendidikan" jadi terasa lebih seperti formalitas angka ketimbang substansi, terutama kalau dibandingkan dengan bagaimana negara lain memprioritaskan kesejahteraan gurunya secara langsung, bukan lewat program yang sebagian besar dananya (97,7%) justru masuk kategori "belanja barang".
- Achmad Hidayatullah, Dekan FKIP UM Surabaya, Agustus 2025
Di Indonesia sendiri, ketegangan ini sampai ke jalanan. Pada 20 Mei 2026, ratusan guru memenuhi gerbang gedung DPR, banyak dari mereka adalah guru madrasah swasta yang sudah mengabdi belasan tahun tapi belum mendapat status kepegawaian maupun jaminan kesejahteraan. Salah satu spanduk yang dibawa bertuliskan "Hapus dikotomi dan diskriminasi guru Indonesia".
Memang ada perbaikan bertahap: Tunjangan Profesi Guru naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan di 2026, dan DPR mengusulkan kenaikan gaji guru minimal Rp 5 juta/bulan untuk dimasukkan ke APBN 2027. Tapi kalau dibandingkan beban kerja guru yang bisa mencapai hampir 70 jam per minggu, sekaligus risiko kriminalisasi yang mereka hadapi setiap hari, jarak antara "pahlawan tanpa tanda jasa" sebagai slogan dan sebagai kenyataan masih sangat jauh. Mungkin pertanyaannya bukan "apakah pemerintah punya uang", tapi "ke mana prioritas uang itu sebenarnya diarahkan".
Drama "Teach You a Lesson" memang dikemas penuh aksi dan kepuasan menonton sosok yang membela guru dengan tegas, bahkan dengan kekerasan. Tapi seperti yang diingatkan Federasi Guru Korea, solusinya bukan "kekerasan dibalas kekerasan". Yang sebenarnya dibutuhkan guru di Indonesia maupun Korea adalah sistem perlindungan yang jelas, prosedur pengaduan yang transparan, dan komunikasi yang sehat antara sekolah dan orang tua, bukan main hakim sendiri dari kedua belah pihak.
Untuk direnungkan bersama
Sebelum lanjut nonton episode berikutnya, coba pikirkan beberapa hal ini:
-
1.Apakah sekolah di lingkunganmu punya jalur pengaduan yang jelas untuk guru maupun orang tua, dan apakah kamu tahu itu ada?
-
2.Kalau kamu orang tua: apa langkah pertamamu kalau anak bilang "ditegur guru", klarifikasi dulu, atau langsung emosi?
-
3.Kalau kamu pernah jadi murid yang "kena tegur": setelah dewasa, apakah pandanganmu soal kejadian itu berubah?
-
1.Sinopsis & latar "Teach You a Lesson" - harian.disway.id
-
2.Review mendalam isu sosial drakor - CNN Indonesia
-
3.Respons Federasi Guru Korea - Liputan6
-
4.Analisis hubungan dengan realita pendidikan - Kompasiana
-
5.Data JPPI: 10,2% guru jadi korban kekerasan - Tempo
-
6.Data provinsi terbanyak kasus 2024 - Suara.com
-
7.Relasi guru-siswa dominan 46% (2025) - GoodStats
-
8.Kasus Sampang, guru dikeroyok wali murid - Media Indonesia
-
9.Penangkapan pelaku Sampang - Okezone
-
10.Guru dipolisikan usai menasihati murid (Tangsel) - Liputan6
-
11.Guru dikeroyok siswa, saling lapor (Jambi) - Liputan6
-
12.Guru SD jadi korban orang tua (Kutalimbaru) - Info Mase
-
13.Daftar kasus guru "takut menegur" dipolisikan - Tirto.id
-
14.Gaji guru Korea Selatan ~Rp 70 juta/bulan - Peduli WNI
-
15.Gaji guru Indonesia terendah di ASEAN - Tempo
-
16.Rata-rata gaji guru Indonesia Rp 4,2 juta (Indeed, April 2026) - Gebrak.id
-
17.Status sosial guru Korea setara dokter/pengacara - Arina.id
-
18.Korea: status sosial tinggi, perlindungan hukum, jaminan pensiun - IMC News
-
19.Tunjangan Profesi Guru naik jadi Rp 2 juta di 2026 - Medcom.id
-
20.Demo ratusan guru di DPR, Mei 2026 - Tirto.id
-
21.Gaji guru honorer naik jadi Rp 400rb/bulan di 2026 - Dealls
-
22.Struktur gaji guru Korea: masa kerja, sertifikasi, lokasi - Peduli WNI
-
23.Rincian gaji PNS gol. III/a Rp 2,78 juta & TPG 2026 - Bukit Makmur
-
24.Take-home pay guru PNS gol. III & IV 2026 - RS Anna Medika
-
25.Anggaran pendidikan 2026 Rp757,8 T, 20% APBN - Kemenkeu
-
26.MBG Rp335 T & sorotan kesejahteraan guru - UM Surabaya
-
27.Rincian TPG Non-PNS Rp19,2 T untuk 754.747 guru - Setneg.go.id
-
28.Tren kasus 2020-2025 naik 604% (JPPI) - Detik Edu
-
29.573 kasus 2024, Jatim provinsi terbanyak (JPPI) - CNN Indonesia
-
30.60 kasus & 358 korban sepanjang 2025 (FSGI) - Tempo