Pemetaan Dampak Kenaikan Harga Pertamax 32% di 12 Kota Indonesia
wina
Wina Ayu

11 Juni 2026

Pemetaan Dampak Kenaikan Harga Pertamax 32% di 12 Kota Indonesia

Latar Belakang

Sejak perang Israel-Iran pecah pada 28 Februari 2026, harga minyak dunia melonjak tajam. Pertamina memilih menahan harga jual Pertamax selama tiga bulan, membeli mahal di pasar impor, menjual murah di dalam negeri. Strategi penahan itu akhirnya tidak bisa bertahan.

Pada dini hari 10 Juni 2026, kebijakan itu berakhir. Pertamax (RON 92) naik 32% dalam satu malam, dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Di seluruh Indonesia, jawaban warga hanya satu: antre Pertalite.

Data Kunci

Laporan per Daerah

Cerita dari Lapangan

LUMAJANG, JAWA TIMUR

Antrean meluber ke jalan raya. Warga baru tahu harga naik saat sudah di SPBU.

Di SPBU Bagusari, antrean Pertalite dibagi dua jalur namun tetap meluber ke badan jalan raya. Waktu tunggu rata-rata 20 menit. Yang paling mengejutkan: banyak warga baru mengetahui kenaikan harga ketika sudah berada di depan pompa bensin. Minimnya sosialisasi mendadak memperparah shock konsumen.

"Haduh gimana ya, saya baru tahu, saya pikir tetap. Soalnya cari uang susah, kalau harga BBM naik terus bagaimana."

- Sinta, ibu rumah tangga, SPBU Bagusari Lumajang

Minimnya pengumuman resmi sebelum kebijakan berlaku membuat warga tidak sempat mempersiapkan diri, khususnya di daerah dengan akses informasi terbatas.

Kompas.com, 10 Juni 2026

BOGOR, JAWA BARAT

Puluhan mobil pribadi masuk jalur Pertalite, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di SPBU Pajajaran Baranangsiang, fenomena tidak biasa terjadi: puluhan mobil pribadi ikut antre di jalur Pertalite yang biasanya hanya diisi angkot dan motor. Antrean memanjang hingga keluar gerbang SPBU. Kejadian serupa terpantau di tiga SPBU berbeda di kawasan Pajajaran secara bersamaan.

"Biasanya antrean Pertalite itu hanya angkot saja, mobil pribadi hanya beberapa saja. Hari ini banyak mobil pribadi juga yang ikut antrean Pertalite karena Pertamax mahal."

- Dayat, sopir angkot 01, SPBU Pajajaran Baranangsiang Bogor

Masuknya mobil pribadi ke jalur Pertalite berpotensi membebani anggaran subsidi dan merugikan pengguna Pertalite yang memang tidak punya pilihan BBM lain.

Kompas.com, 10 Juni 2026

SURABAYA, JAWA TIMUR

Pindah SPBU tetap sama panjangnya. Tidak ada jalan keluar dari antrean.

Imam, 29 tahun, mencoba berpindah ke SPBU yang biasanya lebih sepi di Lidah Wetan. Hasilnya sama, antrean Pertalite sama panjangnya di mana-mana. Ini bukan masalah satu SPBU, tapi kondisi satu kota yang terjadi secara serentak.

"Kaget dapat info tadi pagi katanya BBM Pertamax naik hingga Rp 16 ribuan. Tadi mau isi di Lidah Wetan, tapi antre. Biasanya saya isi Pertamax terus. Tapi kalau naik seperti ini ya terpaksa pindah Pertalite. Asal bisa jalan aja buat kerja. Apalagi kondisi sulit begini mas."

- Imam (29), pengguna motor, Surabaya

Distribusi tidak merata membuat tidak ada SPBU yang bisa menjadi pelarian, tekanan terpusat merata di seluruh titik distribusi.

Detik Jatim, 10 Juni 2026

BANDUNG, JAWA BARAT

Driver ojol hitung ulang kalkulator dapur. Selisih Rp 20.000 per hari adalah uang makan.

Yusuf bekerja 10-11 jam di jalan setiap hari. Sebelum kenaikan, biaya BBM sekitar Rp 50.000/hari. Setelah naik menjadi Rp 70.000. Bagi pengemudi ojol yang penghasilannya tidak menentu, selisih Rp 20.000 bukan angka kecil, itu satu kali makan siang. Antrean panjang di SPBU Soekarno-Hatta menambah beban: waktu antre adalah orderan yang tidak terlayani.

“Biasanya pakai Pertamax. Sekarang beralih ke Pertalite. Soalnya lumayan naiknya, hampir Rp 4.000. Selisih Rp 20.000 lumayan buat makan.”

- Yusuf, driver ojol Yamaha NMax, Jalan Buahbatu, Bandung

Driver ojol, kurir, dan pekerja gig economy paling terdampak karena pendapatan tidak menentu namun kebutuhan BBM tidak bisa dielakkan.

Tribun Jabar, 10 Juni 2026

PADANG, SUMATERA BARAT

Harga Pertamax Rp 17.000, SPBU baru dapat info kenaikan satu jam sebelum berlaku.

Di Sumatra Barat, kenaikannya lebih besar, dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Biaya distribusi BBM antarpulau membuat harga sudah lebih tinggi dari Jawa. Di SPBU Kayu Gadang, jalur Pertalite ramai dan penuh, jalur Pertamax hampir kosong. Operator SPBU mengaku baru mendapat informasi kenaikan satu jam sebelum berlaku resmi.

"Antrean kendaraan mengular panjang di jalur pengisian Pertalite. Pemandangan kontras terlihat di lajur pengisian Pertamax yang tampak sepi melompong."

- Laporan reporter Kompas.com di SPBU Kayu Gadang, Padang

Operator SPBU yang baru mendapat kabar satu jam sebelum kebijakan berlaku tidak punya waktu untuk mempersiapkan stok dan komunikasi ke konsumen.

Kompas.com, 10 Juni 2026

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN

SPBU depan Unhas kehabisan stok keduanya. SPBU depan Mapolda justru lengang.

Di SPBU depan Pintu Satu Universitas Hasanuddin, stok Pertamax dan Pertalite keduanya habis pada pukul 15.11 WITA hari pertama. Namun hanya beberapa kilometer jauhnya, SPBU depan Mapolda Sulsel terpantau lengang. Distribusi yang tidak merata membuat beban tidak tersebar secara proporsional. Harga Pertamax di Makassar lebih mahal: Rp 16.650 karena biaya distribusi antarpulau.

Di luar Jawa, harga Pertamax lebih mahal karena biaya distribusi antarpulau, warga menanggung beban lebih berat dengan daya beli yang relatif lebih rendah.

Kompas Makassar, 10 Juni 2026

WAINGAPU, SUMBA TIMUR (NTT)

"Taruhannya motor hancur atau anak tidak makan." Pilihan yang tidak ada pilihan.

Di Waingapu, tidak ada banyak pilihan. Transportasi umum sangat terbatas. Ojol adalah satu-satunya pekerjaan yang tersedia. John dan Kristianus harus memilih antara dua opsi yang sama-sama buruk: pakai Pertamax yang menghabiskan pendapatan, atau pakai Pertalite yang berisiko merusak mesin motor, satu-satunya alat kerja mereka. Di sini, kenaikan harga BBM bukan sekadar soal irit, tapi soal bisa makan atau tidak.

"Kita sangat terdampak. Kenaikan harga ini sangat mempengaruhi pendapatan kita yang tidak menentu. Berat sekali Rp 16.250 ini. Kita terpaksa akan lari ke Pertalite. Harapan saya, kalau bisa diturunkan lagi."

- John T. Jama (30), driver ojol Grab/Maxim, Waingapu, Sumba Timur

Di daerah terpencil dengan distribusi terbatas, kenaikan harga BBM terasa berlipat ganda karena tidak ada alternatif ekonomi lain yang bisa diambil.

Pos Kupang, 10 Juni 2026

Efek Domino

Mengapa kenaikan BBM "non-subsidi" ini tetap terasa oleh semua lapisan masyarakat.

Suara Warga: Empat Keputusan Berbeda

Ini Bukan Hanya Soal Harga Bensin

Ini cerita tentang daya beli yang sudah tergerus, tagihan listrik naik, rupiah melemah, lapangan kerja stagnan. Pertamax naik menjadi tetes yang meluapkan gelas.

Ketika Pertamina menyebut ini "penyesuaian harga keekonomian", rakyat di SPBU menyebutnya hal lain: pilihan yang tidak ada pilihan.

Sumber Data

  1. 1.
    Kompas.com - Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Lumajang Meluber ke Jalan Raya (10/6/2026)
  1. 2.
    Kompas.com - Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Bogor Mengular (10/6/2026)
  1. 3.
    Detik Jatim - Antrean Pertalite Mengular di SPBU Surabaya & Gresik (10/6/2026)
  1. 4.
    Tribun Jabar - Driver Ojol di Bandung Terpaksa Antre BBM Subsidi (10/6/2026)
  1. 5.
    Kompas.com - Harga Pertamax di Padang Melonjak Jadi Rp 17.000 (10/6/2026)
  1. 6.
    Kompas Makassar - Hari Pertama Pertamax Naik Rp 4.050 di Makassar (10/6/2026)
  1. 7.
    Pos Kupang - Driver Ojol Beralih ke Pertalite di Sumba Timur (10/6/2026)
  1. 8.
    CNBC Indonesia - Pertamina Blak-blakan Alasan Kenaikan Harga Pertamax (11/6/2026)
  1. 9.
    Harian Jogja / UGM - Pertamax Naik Tajam, UGM Wanti-Wanti Migrasi ke Pertalite (10/6/2026)
  1. 10.
    Pertamina Patra Niaga - Keterangan Resmi Kenaikan Harga BBM (9/6/2026)
Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat