Spatial Thinking for Business Growth

Spatial Thinking for Business Growth

Dalam pengembangan bisnis, pertanyaan seperti “di mana lokasi cabang berikutnya?” atau “outlet mana yang benar-benar perform?” sering kali masih dijawab dengan intuisi dan pengalaman semata. Padahal, lokasi menyimpan konteks penting yang dapat mengubah cara bisnis mengambil keputusan secara strategis.

Di sinilah konsep Spatial Thinking berperan. Spatial thinking adalah cara berpikir yang menempatkan lokasi sebagai faktor kunci dalam analisis dan pengambilan keputusan bisnis—bukan sekadar melihat peta, tetapi memahami pola, hubungan, dan konteks di balik data lokasi.

Melalui pendekatan ini, data spasial dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial, seperti:

  • Di mana konsumen Anda sebenarnya berada?
  • Bagaimana persebaran kompetitor memengaruhi pasar Anda?
  • Outlet mana yang produktif, dan mana yang perlu dievaluasi?

Apa yang akan kamu pelajari di video ini?

Pada video ini, kamu akan mempelajari:

  • Konsep dasar spatial thinking dan relevansinya dalam konteks bisnis

Mengapa spatial thinking penting untuk bisnis?

Dengan spatial thinking, perusahaan dapat:

  • Menentukan lokasi ekspansi cabang secara lebih akurat
  • Menyusun strategi pemasaran berbasis lokasi, seperti promo di area dengan potensi tinggi
  • Mengukur performa outlet berdasarkan kondisi lingkungan sekitarnya
  • Beralih dari gut feeling ke data-driven decision making yang lebih terukur

Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun business growth strategy yang berkelanjutan.

Next Lesson

Setting Up Your First Business Project in GEO MAPID

Course Contents

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat