Analisis Kelayakhunian Permukiman Pekerja Berdasarkan Aksesibilitas Fasilitas Publik di Kecamatan Tugu, Kota Semarang

05 April 2026

By: Dede Suhendar

Open Project

Analisis Kelayakhunian Permukiman Pekerja Berdasarkan Aksesibilitas Fasilitas Publik di Kecamatan Tugu, Kota Semarang

Analisis Kelayakhunian Permukiman Pekerja Berdasarkan Aksesibilitas Fasilitas Publik di Kecamatan Tugu, Kota Semarang

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kawasan industri memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, khususnya di kota-kota besar seperti Kota Semarang. Salah satu kawasan industri utama di kota ini adalah Kawasan Industri Wijayakusuma yang terletak di Kecamatan Tugu. Kawasan ini berkembang pesat sebagai pusat kegiatan industri manufaktur dan logistik, sehingga menarik tenaga kerja dalam jumlah besar dari berbagai wilayah. Pertumbuhan aktivitas industri tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian bagi pekerja di sekitar kawasan industri. Permukiman pekerja berkembang secara cepat, baik secara formal maupun informal, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kerja. Namun demikian, perkembangan tersebut seringkali tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas publik yang memadai, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan ruang terbuka. Kelayakhunian permukiman (livability) merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan wilayah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Salah satu indikator utama dalam menilai kelayakhunian adalah tingkat aksesibilitas terhadap fasilitas publik. Aksesibilitas yang baik memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara efisien, baik dari segi waktu maupun biaya perjalanan. Dalam konteks permukiman pekerja di sekitar kawasan industri, aksesibilitas menjadi faktor yang sangat krusial. Pekerja cenderung memilih hunian yang dekat dengan tempat kerja serta memiliki kemudahan akses terhadap berbagai fasilitas pendukung. Namun demikian, distribusi fasilitas publik di sekitar Kawasan Industri Wijayakusuma masih belum merata. Oleh karena itu, diperlukan analisis berbasis spasial untuk menilai tingkat kelayakhunian permukiman pekerja berdasarkan aksesibilitas fasilitas publik. Pendekatan location analysis dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola distribusi aksesibilitas serta menentukan zona dengan tingkat kelayakhunian yang berbeda.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana tingkat aksesibilitas permukiman pekerja terhadap fasilitas publik di sekitar Kawasan Industri Wijayakusuma?

1.3 Tujuan dan sasaran

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kelayakhunian permukiman pekerja berdasarkan aksesibilitas fasilitas publik di sekitar kawasan industri. Sasaran penelitian melakukan identifikasi sebaran fasilitas publik di wilayah studi, menganalisis jangkauan aksesibilitas fasilitas berdasarkan waktu tempuh, dan menentukan tingkat kelayakhunian permukiman menggunakan pendekatan location analysis Mengidentifikasi zona dengan tingkat kelayakhunian tinggi sebagai rekomendasi lokasi hunian pekerja

2. Gambaran Kawasan

Wilayah studi berada di Kecamatan Tugu yang merupakan bagian dari wilayah barat Kota Semarang. Kecamatan ini memiliki karakteristik sebagai kawasan peri-urban yang mengalami transformasi pesat akibat perkembangan industri. Kawasan Industri Wijayakusuma menjadi pusat aktivitas ekonomi utama di wilayah ini. Kawasan ini didukung oleh jaringan jalan arteri dan kolektor yang menghubungkan wilayah industri dengan pusat kota maupun kawasan permukiman di sekitarnya. Namun demikian, perkembangan permukiman di sekitar kawasan industri menunjukkan pola yang tidak merata, terutama dalam hal ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas publik. Hal ini menjadikan wilayah ini relevan untuk dianalisis dalam konteks kelayakhunian berbasis aksesibilitas.

3. Metode Analisis

- Pengumpulan Data

  • Data lokasi fasilitas publik (POI)
  • Data demografi
  • Data batas wilayah
  • Data kawasan industri

- Analisis Site Selection Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi lokasi yang memiliki kedekatan optimal terhadap berbagai fasilitas publik menggunakan site selection.

4. Pembahasan

Hasil Analisis

Hasil analisis site selection yang ditampilkan pada peta menunjukkan bahwa distribusi tingkat kesesuaian lokasi permukiman pekerja di sekitar Kawasan Industri Wijayakusuma dipengaruhi secara signifikan oleh kombinasi parameter Point of Interest (POI) dan karakteristik demografi. Area dengan kategori “sangat sesuai” dan “sesuai” (ditunjukkan oleh grid berwarna hijau) cenderung berada pada zona yang memiliki konsentrasi tinggi fasilitas publik, khususnya fasilitas kesehatan, perdagangan, dan layanan keuangan. Keberadaan fasilitas seperti rumah sakit, puskesmas, minimarket, serta jaringan ATM dalam radius jangkauan yang dekat meningkatkan nilai aksesibilitas kawasan tersebut. Selain itu, wilayah ini juga umumnya berada di sepanjang jaringan jalan utama yang mendukung mobilitas pekerja menuju kawasan industri maupun fasilitas lainnya.

Dari sisi demografi, area dengan tingkat kesesuaian tinggi juga menunjukkan dominasi penduduk usia produktif (20–39 tahun) serta tingkat pendidikan yang relatif lebih baik (S1 dan S2). Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa wilayah tersebut merupakan lokasi yang potensial dan diminati sebagai hunian pekerja, karena tidak hanya didukung oleh aksesibilitas fasilitas, tetapi juga oleh karakteristik sosial ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja industri. Sebaliknya, area dengan kategori “tidak sesuai” hingga “sangat tidak sesuai” (ditunjukkan dengan warna oranye hingga merah) umumnya memiliki keterbatasan jumlah dan variasi fasilitas publik. Wilayah ini cenderung berada lebih jauh dari pusat pelayanan dan memiliki akses jaringan jalan yang kurang optimal. Selain itu, faktor demografi seperti tingginya proporsi penduduk belum/tidak bekerja turut menurunkan tingkat kesesuaian kawasan sebagai permukiman pekerja. Menariknya, hasil analisis juga menunjukkan adanya zona “cukup sesuai” (kuning) yang berperan sebagai area transisi. Wilayah ini memiliki sebagian fasilitas publik namun belum lengkap, sehingga masih memiliki potensi untuk ditingkatkan melalui intervensi perencanaan, seperti penambahan fasilitas dasar atau peningkatan konektivitas. Dengan demikian, integrasi antara parameter POI dan demografi dalam analisis location analysis mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait tingkat kelayakhunian permukiman pekerja di Kecamatan Tugu. Hasil ini menegaskan bahwa aksesibilitas fasilitas publik dan karakteristik penduduk merupakan faktor kunci yang saling berkaitan dalam menentukan tingkat kesesuaian suatu wilayah sebagai lokasi hunian pekerja di sekitar kawasan industri.

5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis location analysis yang mengintegrasikan parameter Point of Interest (POI) dan demografi, dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakhunian permukiman pekerja di sekitar Kawasan Industri Wijayakusuma sangat dipengaruhi oleh tingkat aksesibilitas terhadap fasilitas publik. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa area dengan kategori sangat sesuai dan sesuai terkonsentrasi pada wilayah yang memiliki kepadatan fasilitas publik tinggi serta didukung oleh jaringan jalan yang baik. Selain itu, kawasan tersebut juga didominasi oleh penduduk usia produktif (20–39 tahun) dengan tingkat pendidikan yang relatif tinggi, sehingga memperkuat kesesuaian wilayah sebagai lokasi hunian pekerja. Sebaliknya, wilayah dengan kategori tidak sesuai hingga sangat tidak sesuai umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas publik dan berada pada lokasi yang kurang terhubung dengan jaringan jalan utama. Faktor demografi seperti tingginya proporsi penduduk belum atau tidak bekerja juga berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kesesuaian kawasan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan penelitian lanjutan dengan mentode lebih mendalam agar dapat menajadi dasar dalam perencanaan permukiman yang lebih berkelanjutan serta dalam penyusunan kebijakan pemerataan fasilitas publik di Kecamatan Tugu.

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

511 view

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Real Estate

06 Sep 2026

Wildan Rafi Fadlilah

Analisis Sweet Spot Location Attractiveness Bagi Pengembangan Properti Co-Living di Area Perkotaan Yogyakarta

Panduan ekspansi co-living yang terukur di Yogyakarta untuk pengembang properti dalam menghadapi kebutuhan pasar dan tekanan kompetisi

41 min read

328 view

1 Projects

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Real Estate

21 Sep 2026

Asti Ardiningrum

Rekomendasi Lokasi Optimal Pengembangan Kawasan Permukiman dengan Metode Multi-Criteria Scoring di Kawasan BSD Barat, Kabupaten Tangerang

Penelitian dengan analisis spasial multi-kriteria pada kawasan BSD Baru mengidentifikasi bahwa wilayah selatan (sebagian Jatake, Situ Gadung, dan Sampora) merupakan lokasi paling optimal (Sangat Sesuai) untuk kawasan permukiman karena didukung akses langsung Tol Serpong–Balaraja dan stasiun KRL. Temuan yang selaras dengan RTRW 2021–2031 dan Masterplan BSD City ini menempatkan wilayah selatan sebagai prioritas utama pembangunan bagi pengembang sekaligus opsi hunian dan investasi terbaik bagi masyarakat.

14 min read

352 view

1 Projects

Analisis Lokasi Strategis Pembangunan Klinik Gigi di Kabupaten Bekasi

City Planning

05 Sep 2026

Imam Fadhlurrahman

Analisis Lokasi Strategis Pembangunan Klinik Gigi di Kabupaten Bekasi

Ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas pelayanan kesehatan gigi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kabupaten Bekasi memiliki pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang cukup tinggi sehingga kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik gigi, semakin meningkat. Namun, persebaran fasilitas dan tingkat aksesibilitas antarwilayah belum tentu merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan lokasi strategis pembangunan klinik gigi di Kabupaten Bekasi berdasarkan karakteristik spasial wilayah, potensi pasar, aksesibilitas, dan persaingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan site selection, spatial overlay dan Isochrone berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi kepadatan dan distribusi penduduk, kelompok usia potensial, Point of Interest (POI), aksesibilitas jaringan jalan, keterjangkauan terhadap permukiman, serta persebaran kompetitor. Setiap parameter dilakukan standardisasi dan pembobotan untuk menghasilkan tingkat kesesuaian lokasi. Hasil analisis menunjukan setidaknya tiga lokasi prioritas yang direkomendasikan yaitu terdiri dari lokasi disekitaran Babelan, Sumberjaya dan Villa Bekasi Indah. Lokasi yang dihasilkan sudah memenuhi aspek kesesuaian spasial, dan juga memiliki tingkat aksesibilitas yang baik sehingga berpotensi meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.

14 min read

379 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at