Analisis Lokasi Potensial Pengembangan Creative Hub Berbasis MICE Sebagai Ruang Publik Kreatif di Kota Surakarta

10 April 2026

By: Salina Dhiya Zahrani

Open Project

Final Project

Aktivitas ruang publik di JNM Bloc Yogyakarta sebagai contoh creative hub berbasis MICE

JNM Bloc

Latar Belakang

Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang menjadi icon kebudayaan Jawa karena kelestrarian budaya yang masih kental hingga saat ini. Identitas budaya tersebut terwujud dalam berbagai aktivitas kreatif, seperti Solo Batik Carnival (SBC), pertunjukan seni Sanggar Semarak Candra Kirana, serta beragam tradisi dan kegiatan budaya lainnya. Selain itu, perkembangan industri kreatif di Surakarta juga didukung oleh keberadaan perguruan tinggi dan komunitas kreatif yang semakin aktif, serta kemajuan teknologi digital yang memperluas ruang ekspresi dan kolaborasi.

Namun demikian, potensi ini membutuhkan wadah fisik yang mampu mendukung perkembangannya secara optimal. Creative hub hadir sebagai ruang fisik yang mewadahi aktivitas komunitas kreatif, seperti seniman, desainer, wirausahawan, dan masyarakat umum dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi. Lebih dari sekadar ruang publik bersama, creative hub mampu menciptakan interaksi sosial yang luas.

Salah satu pendekatan yang relevan dalam pengembangan creative hub adalah konsep MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) berbasis ruang terbuka. Berbeda dengan venue konvensional yang tertutup dan formal, MICE berbasis creative hub menawarkan ruang yang multifungsi dengan fasilitas seperti amphitheater, pendopo, area kuliner, hingga galeri UMKM sehingga dapat dinikmati tidak hanya oleh pelaku kreatif, tetapi juga oleh masyarakat umum yang sekadar ingin berekreasi. Konsep ini telah terbukti berhasil di beberapa kota, seperti JNM Bloc di Yogyakarta dan Lokananta Bloc di Surakarta sendiri, yang menunjukkan bagaimana pengembangan ruang kreatif mampu menghidupkan kembali kawasan sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial.

Pada dasarnya, keberhasilan sebuah creative hub sangat ditentukan oleh intensitas interaksi yang terjadi di dalamnya. Semakin tinggi peluang pertemuan antar individu dengan latar belakang yang beragam, maka semakin besar aktivitas yang terjadi akibat interaksi tersebut. Oleh karena itu, pemilihan lokasi yang tepat menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang yang mampu mengundang berbagai aktivitas. Dalam konteks ini, pendekatan location analysis menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Tidak hanya mempertimbangkan secara potensi, tetapi juga memperhatikan faktor spasial seperti sebaran fasilitas pendukung, serta identifikasi wilayah yang belum terlayani oleh keberadaan creative hub atau venue sejenis. Dengan demikian, hasil analisis diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi lokasi yang tidak hanya strategis secara spasial, tetapi juga mampu mendorong keberhasilan creative hub, serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif.

Tujuan

1. Mengidentifikasi potensi kawasan untuk pengembangan creative hub di Kota Surakarta

2. Menganalisis sebaran dan pengaruh kompetitor terhadap pengembangan creative hub

3. Mengetahui calon kokasi ootensial peluang pengembangancreative hub di Kota Surakarta

Data dan Metode

Data yang digunakan dalam publikasi ini bersumber dari platform MAPID, meliputi:

  1. 1.
    Batas Administrasi Kota Surakarta
  1. 2.
    Data Kepadatan Penduduk Kota Surakarta
  1. 3.
    Persebaran Fasilitas Pendidikan
  1. 4.
    Persebaran Kawasan Komersial dan Wisata
  1. 5.
    Persebaran Fasilitas Kesenian dan Ruang Publik (Taman Kota) sebagai kompetitor

Metode analisis yang digunakan dalam publikasi ini adalah Site Selection Analysis berbasis Grid Analysis yang dilakukan dalam tiga tahap:

  • Tahap 1 Analisis Potensi

Overlay data kepadatan penduduk, fasilitas pendidikan, dan kawasan komersial untuk mengidentifikasi zona potensial.

  • Tahap 2 Analisis Ketersediaan Ruang Publik dan Venue Kreatif Eksisting

Pemetaan sebaran venue eksisting fasilitas yang mengundang terjadinya aktivitas publik. Kedekatan terhadap kompetitor diasumsikan menurunkan tingkat kesesuaian lokasi.

  • Tahap 3 Analisis Lokasi Potensial (Site Selection)

Mengintegrasikan seluruh parameter menggunakan metode scoring berbasis grid heksagonal untuk menghasilkan peta kesesuaian lokasi.

Pembahasan

Analisis Potensi

Potensi Pengembangan Creative Hub di Kota Surakarta

Analisis potensi lokasi dilakukan menggunakan site selection dengan mempertimbangkan parameter-parameter yang mendukung keberlangsungan creative hub, meliputi keberadaan fasilitas pendidikan, aktivitas kuliner dan perdagangan makanan minuman, kawasan wisata, serta aksesibilitas transportasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi potensi tertinggi berada pada kawasan pusat kota dan koridor aktivitas utama Kota Surakarta. Sebaliknya, semakin ke arah pinggiran kota kesesuaian lokasi semakin menurun, mencerminkan keterbatasan fasilitas pendukung yang menjadi parameter dalam analisis ini, sehingga kawasan tersebut kurang optimal untuk pengembangan creative hub.

Analisis Ketersediaan Ruang Publik dan Venue Kreatif Eksisting

Sebaran fasilitas kesenian dan ruang publik di Surakarta

Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran fasilitas yang berpotensi menjadi kompetitor maupun pembanding bagi pengembangan creative hub berbasis MICE di Kota Surakarta. Data yang digunakan meliputi sebaran taman kota sebagai representasi ruang publik eksisting dan teater kesenian sebagai representasi venue kreatif yang sudah beroperasi.

Taman kota tersebar relatif merata di seluruh wilayah Kota Surakarta, dengan konsentrasi yang cukup tinggi di kawasan tengah dan timur kota. Meskipun tidak berfungsi sebagai venue kreatif secara langsung, keberadaan taman kota berperan sebagai ruang alternatif bagi masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas. Hal ini menjadikan taman kota sebagai kompetitor tidak langsung dalam menarik kunjungan masyarakat, sekaligus berpotensi menjadi faktor pendukung dalam menciptakan aktivitas dan interaksi sosial di sekitarnya. Sementara itu, teater kesenian terkonsentrasi di kawasan tengah kota. Keberadaan fasilitas ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah memiliki ekosistem kegiatan seni dan pertunjukan yang cukup berkembang, sehingga berpotensi menjadi kompetitor langsung bagi pengembangan creative hub.

Analisis Lokasi Potensial (Site Selection)

 Analisis Grid Heksagonal Calon Lokasi Potensial untuk Pengembangan Creative Hub

Setelah mempertimbangkan seluruh parameter secara terintegrasi termasuk keberadaan ruang publik dan venue kreatif eksisting sebagai faktor kompetitor, zona dengan tingkat kesesuaian tinggi mengalami penyempitan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lokasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi aktivitas, tetapi juga oleh jarak terhadap kompetitor eksisting. Kawasan yang terlalu dekat dengan keberadaan keberadaan ruang publik dan venue kreatif cenderung memiliki tingkat kesesuaian lebih rendah akibat tingginya persaingan. Sebaliknya, kawasan dengan potensi tinggi tetapi belum terlayani oleh fasilitas sejenis menjadi lokasi yang paling optimal untuk dikembangkan.

Berdasarkan hasil analisis berbasis grid heksagonal, terdapat dua grid dengan tingkat kesesuaian tertinggi (hijau tua) yang direkomendasikan sebagai calon lokasi pengembang, yaitu kawasan Purwosari dan Kerten di Kecamatan Laweyan. Kedua lokasi tersebut menunjukkan potensi yang tinggi untuk pengembangan creative hub, aksesibilitas yang baik melalui koridor Jalan Adi Sucipto, kedekatan dengan pusat aktivitas, serta kedekatan dengan aktivitas budaya. Selain itu, lokasi ini relatif tidak berada dalam jangkauan ruang publik dan venue kreatif eksisting, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang tanpa tekanan kompetisi.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan creative hub berbasis MICE di Kota Surakarta tidak hanya ditentukan oleh tingginya potensi aktivitas suatu kawasan, tetapi juga oleh keterkaitan dengan faktor spasial lainnya, seperti aksesibilitas, kedekatan dengan pusat aktivitas, serta jarak terhadap ruang publik dan venue kreatif eksisting. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pusat kota memiliki peluang pengembangan creative hub berbasis MICE yang tinggi, tetapi setelah mempertimbangkan faktor kompetitor, tidak seluruh kawasan tersebut menjadi lokasi optimal.

Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam interpretasi hasil. Pendekatan site selection yang digunakan masih berfokus pada aspek spasial dan belum mempertimbangkan secara mendalam faktor non-spasial, sepertiregulasi tata ruang, serta preferensi pasar yang dapat memengaruhi kelayakan pengembangan. Penggunaan grid heksagonal juga menghasilkan rekomendasi dalam bentuk zona, sehingga belum menunjukkan lokasi spesifik pada tingkat tapak. Meskipun demikian, pendekatan ini dapat menjadi dasar awal dalam penentuan lokasi pengembangan creative hub. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif agar pengembangan yang dilakukan tidak hanya sesuai secara spasial, tetapi juga layak dan berkelanjutan dalam implementasinya.

Data Publikasi

Analisis Kerawanan Banjir dan Alokasi Pusat Siaga Bencana di Provinsi Aceh

Iklim dan Bencana

06 Apr 2026

Teguh Christianto Simbolon

Analisis Kerawanan Banjir dan Alokasi Pusat Siaga Bencana di Provinsi Aceh

Projek ini mengintegrasikan pemodelan berbasis QGIS dan AI SINI Site Selection untuk melakukan analisis kerawanan banjir di di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Melalui kompilasi 27 layer geospasial, projek ini membantu memetakan lokasi dengan kapasitas (POI) dan kebutuhan (demografi) yang sesuai untuk dijadikan pusat siaga bencana di daerah-daerah rawan banjir. Projek ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam manajemen risiko bencana, khususnya banjir di Provinsi Aceh.

29 menit baca

311 dilihat

3 Data

1 Proyek

Analisis Potensi Area Investasi FnB berbasis spasial di Kabupaten Malang, Jawa Timur

Makanan dan Minuman

07 Apr 2026

Muhammad Ziad

Analisis Potensi Area Investasi FnB berbasis spasial di Kabupaten Malang, Jawa Timur

Analisis Area Potensial Bisnis FnB di Kabupaten Malang

12 menit baca

72 dilihat

1 Proyek

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Makanan dan Minuman

07 Apr 2026

Manda Amelia Rahmadani

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Di mana lokasi terbaik untuk mengembangkan kafe di Kota Magelang? Melalui analisis spasial berbasis MAPID, studi ini mengidentifikasi area paling potensial dengan mempertimbangkan aksesibilitas, aktivitas masyarakat, dan dinamika perkotaan untuk mendukung kafe sebagai third place.

8 menit baca

87 dilihat

1 Proyek

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Barang Konsumsi

06 Apr 2026

Made Swabawa Sarwadhamana

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Dalam konteks perencanaan wilayah dan pengembangan bisnis, pendekatan berbasis analisis spasial menjadi sangat relevan untuk mengidentifikasi lokasi potensial yang optimal. Analisis spasial memungkinkan integrasi berbagai variabel penting seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, pola pergerakan, kedekatan dengan pusat aktivitas, hingga kompetisi eksisting. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis, proses evaluasi lokasi dapat dilakukan secara lebih sistematis, objektif, dan terukur.

6 menit baca

117 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat