Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

06 April 2026

By: Made Swabawa Sarwadhamana

Open Project

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis (Cafe)

Analisis Rekomendasi Lokasi Cafe dan Restoran Dengan Pendekatan Spasial

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Gambar Tumbnail

Latar Belakang

Aktivitas pariwisata dan perkembangan ekonomi modern tidak terlepas dari pengaruh dan peran akomodasi makan dan minum (food and beverage) di dalamnya. Perkembangan bisnis F&B berkembang pesat secara signifikan, terutama pada kawasan perkotaan (urban). Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi di Provinsi Bali mengalami perkembangan pesat dalam sektor jasa, khususnya industri kuliner seperti kafe dan restoran. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas penduduk, perubahan gaya hidup masyarakat urban, serta tingginya interaksi antara penduduk lokal dan wisatawan. Fenomena ini menjadikan bisnis kuliner tidak hanya sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas sosial dan gaya hidup.

Dalam konteks pengembangan bisnis, pendekatan berbasis analisis spasial menjadi sangat relevan untuk mengidentifikasi lokasi potensial yang optimal. Analisis spasial memungkinkan integrasi berbagai parameter penting seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, kedekatan dengan pusat aktivitas (Point of Interests), hingga kompetisi eksisting. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis, proses evaluasi lokasi dapat dilakukan secara lebih sistematis, objektif, dan terukur, serta menunjukan lokasi yang potensial.

Tujuan

Tujuan dari analisis ini adalah menunjukan sebaran titik-titik lokasi strategis yang berpotensi tinggi untuk pengembangan usaha cafe dan restoran di area Kota Denpasar, dengan pendekatan GIS.

Metode Analisis

Analisa spasial menggunakan pendekatan site selection dan spatial overlay dalam menentukan lokasi potensial bisnis kafe dan restoran. Tahap site selection dilakukan dengan mempertimbangkan dua parameter utama, yaitu Point of Interest (POI) dan demografi. POI mencakup fasilitas seperti sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman, tempat ibadah, dan pusat kegiatan yang merepresentasikan potensi aktivitas dan foot traffic. Sementara itu, parameter demografi difokuskan pada distribusi usia produktif dan karakteristik pekerjaan sebagai indikator daya beli dan potensi pasar.

Berbeda dengan pendekatan umum, analisis ini memprioritaskan area dengan sebaran usaha sejenis yang relatif rendah guna meminimalkan tingkat persaingan, namun tetap berada dalam jangkauan aktivitas masyarakat yang potensial. Selanjutnya, hasil site selection dioverlay dengan parameter aksesibilitas dan kerawanan bencana. Aksesibilitas dinilai berdasarkan kedekatan terhadap jaringan jalan utama (jalan nasional dan provinsi), sedangkan kerawanan bencana difokuskan pada potensi banjir, guna mendapatkan kesimpulan yang lebih komprehensif.

Hasil Analisa

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 10 titik lokasi dengan tingkat kesesuaian tertinggi yang ditampilkan dalam kategori warna hijau. Lokasi-lokasi ini merepresentasikan kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan bisnis kafe dan restoran.

Secara spasial, titik-titik tersebut cenderung terkonsentrasi di wilayah Sesetan, khususnya di sepanjang koridor Jalan Raya Diponegoro dan Jalan Raya Sesetan. Kawasan ini memiliki keunggulan utama berupa aksesibilitas tinggi karena dilalui oleh jaringan jalan nasional, sehingga mendukung visibilitas lokasi dan potensi arus pengunjung yang signifikan.

Namun demikian, hasil overlay juga menunjukkan bahwa beberapa titik berada pada area dengan tingkat kerawanan banjir. Kondisi ini menjadi faktor pembatas yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan tambahan terkait mitigasi risiko banjir, baik melalui penyesuaian desain bangunan maupun pengelolaan drainase.

Site selection 1

Site Selection 2

Site Selection 3

Kesimpulan

Konsentrasi lokasi unggulan yang berada di sekitar wilayah Sesetan, khususnya pada koridor Jalan Raya Diponegoro dan Jalan Raya Sesetan, menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki prospek yang kuat untuk pengembangan usaha kuliner. Keberadaan jaringan jalan nasional menjadi faktor kunci yang meningkatkan keterjangkauan dan potensi pergerakan pengunjung.

Meskipun demikian, aspek kerawanan banjir masih menjadi catatan penting pada beberapa titik terpilih. Analisa lanjutan guna memperdalam hasil temuan dapat dilengkapi dengan overlay data nilai lahan, data pola ruang, data sebaran halte atau transport hub, serta guna lahan sebagai pertimbangan yang lebih komprehensif.

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at