Identifikasi Area Rentan Pencemaran Pada Sekitar Kawasan Industri di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara

09 April 2026

By: Mutiara Saragi

Sampul

LATAR BELAKANG

Kecamatan Cilincing merupakan kawasan strategis di Jakarta Utara yang berkembang sebagai pusat aktivitas industri, logistik, dan pelabuhan. Kecamatan yang masuk ke dalam deliniasi KBN dengan persebaran kawasan industri yang relatif masif dan berdekatan dengan permukiman menjadikan wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap konflik penggunaan lahan serta risiko pencemaran lingkungan.

Pencemaran yang dihasilkan oleh aktivitas industri tidak bersifat statis, melainkan menyebar secara spasial mengikuti media lingkungan seperti udara dan aliran air, sehingga berdampak pada area yang lebih luas, termasuk kawasan permukiman. Kondisi ini diperparah oleh belum optimalnya integrasi antara perencanaan tata ruang dengan aspek mitigasi pencemaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis location analysis untuk memahami hubungan spasial antara lokasi industri, kesesuaian lahan, dan potensi penyebaran pencemaran. Analisis ini diharapkan dapat mendukung perencanaan ruang yang lebih memperhatikan daya dukung dan daya tampung ruang.

TUJUAN

Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. 1.
    Menganalisis kesesuaian lahan untuk aktivitas industri eksisting dan potensi pengembangannya
  1. 2.
    Mengidentifikasi area yang rentan terhadap pencemaran industri

MANFAAT

1. Manfaat Akademik

- Memberikan pendekatan analisis spasial berbasis location suitability dalam kajian pencemaran lingkungan

- Menjadi referensi metode sederhana namun aplikatif untuk studi kawasan industri

2. Manfaat Praktis

- Membantu perencana dalam mengidentifikasi zona rawan pencemaran

- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengembangan kawasan industri

- Menjadi dasar rekomendasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang

DATA DAN METODE

1. Data

Data yang digunakan untuk analisis adalah sebagai berikut :

Tabel Data yang Digunakan untuk Analisis

2. Metode Analisis

Penelitian ini menggunakan pendekatan Location Suitability Analysis berbasis sistem grid dengan tahapan sebagai berikut:

a. Identifikasi Lokasi Industri

- Sebaran area industri diperoleh melalui laman My Maps dan LULC Kota Jakarta Utara

- Titik-titik indikator berupa POI dan data demografi didapatkan melalui interpretasi spasial pada platform MAPID dengan fitur SINI Site Selection

b. Analisis Kerentanan Pencemaran

Menggunakan fitur SINI Site Selection untuk membuat grid heksagonal berukuran ±100 meter, sehingga dapat mengidentifikasi area yang berpotensi terdampak pencemaran

c. Analisis Kesesuaian Lahan Industri

Parameter yang digunakan dapat dilihat melalui link berikut : https://docs.google.com/spreadsheets/d/1kLaPFgr3eitIhuxQhXCETM5NgnxpZoXVpK6jkh9mrTY/edit?gid=0#gid=0 . Setiap dari parameter tersebut diberi skor untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan

d. Overlay Analysis

Menggabungkan hasil kesesuaian lahan dengan peta kerentanan pencemaran untuk mengidentifikasi zona prioritas

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebaran Kawasan Industri
Peta Sebaran Area Industri

Kawasan industri di Kecamatan Cilincing menunjukkan pola distribusi yang cukup luas dan tidak terpusat pada satu zona tertentu. Industri tersebar di berbagai bagian wilayah, dengan konsentrasi yang cukup tinggi pada area utara dan bagian tengah yang berdekatan dengan jaringan jalan utama serta kawasan pelabuhan.

Di sisi lain, permukiman juga berkembang secara signifikan di sekitar kawasan industri. Pola ini menunjukkan adanya kedekatan spasial antara fungsi industri dan hunian, yang mengindikasikan potensi konflik penggunaan lahan. Kondisi ini menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi risiko pencemaran, karena aktivitas industri berpotensi langsung berdampak pada lingkungan permukiman.

Analisis Kesesuaian Lahan Industri
Peta Kesesuaian Lahan Industri

Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Cilincing memiliki tingkat kesesuaian yang relatif tinggi untuk pengembangan industri, karena pada fungsi dan peran kecamatan ini memang sebagai simpul barang dan logistik serta keberadaan KBN di kecamatan ini memperkuat fungsi dan peran tersebut. Area dengan tingkat kesesuaian tinggi umumnya berada pada lokasi yang:

- dekat dengan jaringan jalan utama

- terhubung dengan kawasan industri eksisting

- memiliki aksesibilitas yang baik

Namun demikian, terdapat beberapa area dengan tingkat kesesuaian rendah hingga sangat tidak sesuai, terutama pada bagian tengah wilayah. Area ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan permukiman atau keterbatasan aksesibilitas.

Temuan ini menunjukkan bahwa secara spasial, Cilincing memang memiliki karakter sebagai kawasan industri, namun tidak seluruh wilayah ideal untuk ekspansi lebih lanjut tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan dan sosial.

Zona Dampak Pencemaran Industri
Zona Terdampak

sebagian besar wilayah Kecamatan Cilincing berada dalam kategori terdampak hingga sangat terdampak. Hal ini disebabkan oleh persebaran titik industri yang relatif merata dan berdekatan dengan berbagai area dalam wilayah tersebut.

Karakter pencemaran yang bersifat menyebar, baik melalui udara maupun aliran air, menyebabkan dampak tidak hanya terbatas pada area di sekitar titik industri, tetapi meluas ke wilayah yang lebih luas. Dengan demikian, hampir seluruh grid analisis menunjukkan tingkat paparan tertentu terhadap pencemaran.

Namun demikian, tingkat dampak tidak bersifat homogen. Area yang berada lebih dekat dengan klaster industri menunjukkan tingkat dampak yang lebih tinggi dibandingkan area lainnya.

Identifikasi Zona Prioritas Perencanaan
Zona Prioritas Perencanaan

Hasil integrasi antara analisis kesesuaian lahan dan zona dampak pencemaran menghasilkan peta zona prioritas perencanaan. Peta ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah termasuk dalam kategori prioritas, dengan intensitas yang berbeda-beda.

Zona dengan tingkat prioritas tinggi umumnya berada pada area yang:

- memiliki kesesuaian tinggi untuk industri

- sekaligus memiliki tingkat dampak pencemaran yang tinggi

Kondisi ini menunjukkan adanya konflik antara potensi pengembangan industri dan risiko lingkungan, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang.

Sebaliknya, terdapat beberapa area dengan tingkat prioritas lebih rendah, yang menunjukkan kombinasi antara kesesuaian rendah dan dampak pencemaran yang relatif kecil.

Sintesis Analisis Spasial

Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Cilincing memiliki karakteristik sebagai kawasan industri yang telah berkembang secara luas dan bercampur dengan permukiman. Temuan utama menunjukkan bahwa:

- Persebaran industri yang tidak terkonsentrasi menyebabkan dampak pencemaran menyebar secara luas

- Tingkat kesesuaian lahan yang tinggi tidak selalu sejalan dengan kondisi lingkungan yang aman

- Hampir seluruh wilayah memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap pencemaran

Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan perencanaan tidak dapat hanya berbasis pada kesesuaian lahan, tetapi harus mempertimbangkan risiko lingkungan sebagai parameter utama.

INSIGHT & REKOMENDASI

Insight

- Kesesuaian tinggi tidak berarti aman

Sebagian besar wilayah sesuai untuk industri, tapi juga memiliki risiko pencemaran tinggi.

- Industri dan permukiman saling berdekatan

Terjadi konflik ruang yang meningkatkan potensi dampak pada masyarakat.

- Pencemaran bersifat menyebar

Dampak tidak hanya di sekitar industri, tapi meluas ke hampir seluruh wilayah.

- Zona prioritas = zona konflik

Area dengan kesesuaian tinggi dan dampak tinggi menjadi titik paling kritis.

Rekomendasi

- Membuat buffbuffer zoneustri–permukiman

Gunakan ruang hijau atau zona transisi untuk mengurangi dampak.

- Membatasi ekspansi industri di area berisiko

Arahkan pengembangan ke zona dengan konflik rendah.

- Mengintegrasikan risiko pencemaran dalam tata ruang

Tidak hanya berbasis ekonomi dan aksesibilitas.

- Berfokus intervensi di zona prioritas

Utamakan penataan, bukan ekspansi.

KESIMPULAN

Analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Cilincing memiliki tingkat kesesuaian lahan yang tinggi untuk aktivitas industri, namun kondisi ini juga diiringi dengan tingginya potensi kerentanan pencemaran. Persebaran industri yang luas dan berdekatan dengan permukiman menyebabkan dampak pencemaran tidak bersifat lokal, melainkan menyebar ke hampir seluruh wilayah.

Integrasi antara analisis kesesuaian lahan dan kerentanan pencemaran mengidentifikasi adanya zona konflik yang menjadi prioritas dalam perencanaan. Oleh karena itu, perencanaan tata ruang di Cilincing perlu mempertimbangkan aspek risiko lingkungan secara lebih serius, tidak hanya berbasis pada kesesuaian dan potensi ekonomi.

REFERENSI

  • Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Utara. (2024). Jakarta Utara Dalam Angka 2024.
  • MAPID. (2026). Data dan Platform Analisis Geospasial.
  • Malczewski, J. (2004). GIS-based land-use suitability analysis: a critical overview. Progress in Planning, 62(1), 3–65.
  • McHarg, I. L. (1969). Design with Nature. John Wiley & Sons.
  • Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Jakarta Utara.
  • United Nations Environment Programme (UNEP). (2019). Global Environment Outlook – GEO-6: Healthy Planet, Healthy People.
  • RRI. (2023). Cerita nelayan Cilincing saat hujan terjadi pembuangan limbah. https://rri.co.id/jakarta/berita-lain/2291370/cerita-nelayan-cilincing-saat-hujan-terjadi-pembuangan-limbah
  • tvOnenews. (2023). Nelayan Cilincing keluhkan limbah industri dan sampah plastik. https://www.tvonenews.com/berita/nasional/370652-gara-gara-tanggul-beton-nelayan-cilincing-keluhkan-limbah-industri-dan-sampah-plastik-23-ton-per-hari-masuk-ke-teluk-jakarta

Data Publikasi

Analisis Potensi Area Investasi FnB berbasis spasial di Kabupaten Malang, Jawa Timur

Makanan dan Minuman

07 Apr 2026

Muhammad Ziad

Analisis Potensi Area Investasi FnB berbasis spasial di Kabupaten Malang, Jawa Timur

Analisis Area Potensial Bisnis FnB di Kabupaten Malang

12 menit baca

72 dilihat

1 Proyek

Pemetaan Area Banjir dan Rekomendasi Penanganannya di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB

Iklim dan Bencana

30 Mar 2026

MUH SOFYAN SAUGANI

Pemetaan Area Banjir dan Rekomendasi Penanganannya di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB

Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, merupakan suatu Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur NTB, yang mengalami bencana banjir akibat alih fungsi lahan sehingga mengalami degradasi lahan, dengan bantuan analisis spasial diharapkan banjir di Desa Sekaroh bisa teratasi.

9 menit baca

186 dilihat

6 Data

1 Proyek

Identifikasi Zona Prioritas Pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) Berbasis Analisis Spasial Multi-Kriteria di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Layanan TI

06 Apr 2026

Nadhia Ferlia Fara

Identifikasi Zona Prioritas Pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) Berbasis Analisis Spasial Multi-Kriteria di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Transformasi digital yang semakin pesat meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data yang andal dan berkelanjutan, termasuk keberadaan Disaster Recovery Center (DRC) sebagai lokasi pemulihan layanan saat terjadi gangguan atau bencana. Di Kabupaten Bekasi, tingginya kejadian banjir, dinamika perubahan penggunaan lahan, serta perkembangan kawasan urban dan industri menuntut penentuan lokasi DRC yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki aksesibilitas dan dukungan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona prioritas pembangunan DRC di Kabupaten Bekasi melalui analisis spasial multi-kriteria. Parameter yang digunakan meliputi risiko banjir, elevasi, aksesibilitas jalan utama, dan penggunaan lahan. Metode yang diterapkan mencakup klasifikasi dan pemberian skor pada masing-masing parameter, integrasi nilai ke dalam unit analisis grid, pembobotan kriteria, serta perhitungan total score untuk menghasilkan peta kesesuaian lokasi. Bobot kriteria ditetapkan sebesar 40% untuk risiko banjir, 25% untuk elevasi, 20% untuk aksesibilitas jalan, dan 15% untuk penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona dengan tingkat kesesuaian tinggi (highly suitable) terkonsentrasi pada koridor barat–tengah hingga tengah–timur Kabupaten Bekasi, terutama pada kawasan yang telah berkembang secara urban dan industrial. Dari hasil site selection, diperoleh dua kandidat utama, yaitu Kawasan Industri MM2100 di Cikarang Barat sebagai prioritas utama dan Kawasan Industri EJIP di Cikarang Selatan sebagai alternatif utama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan industri terkelola merupakan lokasi paling potensial untuk pembangunan DRC karena memiliki keseimbangan terbaik antara keamanan bencana, kesiapan infrastruktur, dan efisiensi operasional.

40 menit baca

83 dilihat

1 Proyek

Identifikasi Lokasi Layak Shelter Evakuasi Banjir Berbasis Point of Interest, Demografi, dan Risiko Banjir di Pantura Kabupaten Subang

Perencanaan Kota

06 Apr 2026

Faradiba Salsabilla Puteri Santosa

Identifikasi Lokasi Layak Shelter Evakuasi Banjir Berbasis Point of Interest, Demografi, dan Risiko Banjir di Pantura Kabupaten Subang

Penelitian ini menganalisis kelayakan lokasi shelter evakuasi banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang menggunakan pendekatan SIG berbasis parameter Point of Interest (POI) dan demografi melalui tools Site Analysis (SINI), serta mengidentifikasi keterbatasan distribusi lokasi layak pada area berisiko banjir.

14 menit baca

49 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat