Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

27 May 2023

By: Jalal Seto Lumintang

Open Project

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan!!!

Negara Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Seperti pada pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjelaskan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Lalu dijelaskan pada ayatnya yaitu ayat (2)-nya berbunyi, “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” Salah satu cabang produksi tersebut adalah pertambangan. Pertambangan disini diurus oleh pemerintah nasional dan juga pemerintah daerah. Namun, dalam bidang energi hanya pemerintah nasional dan pemerintah provinsi. Pada akhirnya, hal tersebut menyebabkan adanya konflik kepentingan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi dimama pemerintah kabupaten/kota yang memiliki wilayahnya dan pemerintah provinsi yang memiliki kewenangannya.

Konflik tersebut memicu banyak sekali perbedaan antara masyarakat, pemangku kepentingan dan penambang dalam menentukan lahan pertambangan. Masyarakat mengaku bahwa itu adalah lahan mereka yang dijadikan sebagai tempat pencari uang dan dieksploitasi sehingga kehilangan tempat pencaharian. Hal tersebut memicu hal yang lebih banyak lagi terkait dengan kepercayaan masyarakat dengan pemerintahan. Selain itu, masyarakat juga menganggap bahwa eksploitasi untuk pertambangan ini akan meninggalkan permasalahan lingkungan yang banyak dan mengkhawatirkan seperti lebih rawan terkena bencana dan permasalahan lingkungan lain.

Oleh karena itu, analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana area pertambangan yang ada untuk lingkungan sekitar area pertambangan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis kesesuain lahan, analisis tingkat risiko bencana dan analisis area pertambangan tersebut.

Analisis yang pertama yaitu analisis kesesuain lahan. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian lahannya agar tidak merusak lingkungan saat dimanfaatkan. Peruntukan lahan suatu wilayah secara umum dapat dibedakan menjadi dua kategori peruntukan, yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya. Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan, sedangkan kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. Selain kawasan lindung dan kawasan budidaya, kawasan penyangga sering dimasukkan ke dalam klasifikasi kesesuaian lahan ini. Keluaran analisis ini akan menggunakan ketiga kategori klasifikasi kesesuaian lahan tersebut. Berikut adalah tabel klasifikasi kesesuaian lahan yang digunakan dalam analisis ini.

 

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

1. Kabupaten Trenggalek

Kabupaten Trenggalek dipilih oleh penulis untuk menjadi contoh bagaimana lahan pertambangan yang akan dimanfaatkan itu benar atau belum. Dalam analisisnya penulis menggunakan data kelerengan, jenis tanah dan curah hujan dengan klasifikasi yang sudah ditulis diatas. Gambar - gambar berikut merupakan gambar peta - peta dari data yang digunakan penulis. 

A. Kelerengan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Hasil analisis kelerengan menunjukkan bahwa kelerengan yang ada di Kabupaten Trenggalek didominasi kelerengan yang tinggi yaitu diatas 20% dan beberapa wilayah memiliki kelerengan diatas 45%.

B.Curah Hujan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Curah hujan yang ada di Kabupaten Trenggalek beragam mulai dari rendah sampai tinggi. 

C. Jenis Tanah

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Trenggalek ini beragam dari litosol, grumusol dan lainnya.  

Hasil analisis kesesuian lahan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Hasil analisis Kesesuaian lahan dengan faktor - faktor yang telah disebutkan menghasilkan seperti gambar diatas. Dapat dilihat bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki banyak kawasan lindung yang tidak boleh digunakan untuk pertambangan maupun kegiatan lain.

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Dapat dilihat dari gambar hasil analisis bahwa kawasan pertambangan berada di kawasan lindung dan peyangga. Hal tersebut akan menganggu keadaan lingkungan yang ada seperti akan menimbulkan bencana dan kerusakan lingkungan. Jika terus dilakukan maka tidak mungkin bencana maupun kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek kedepannya.

D. Rawan Bencana

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Hasil analisis risiko bencana di Kabupaten Trenggalek dan mengkategorikan menjadi tiga risiko yaitu rendah, sedang dan tinggi.

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Dapat dilihat dari gambar diatas bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki risiko bencana yang tinggi. 

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Lahan pertambangan berada di kawasan rawan bencana tinggi sehingga akan menimbulkan risiko yang tinggi.

2. Kabupaten Purworejo

Kabupaten Purworejo juga dipilih oleh penulis untuk menjadi contoh bagaimana lahan pertambangan yang ada karena banyak konflik yang muncul diberita - berita terkait penolakan lahan pertambangan di Wadas,Purworejo.

A. Kelerengan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Hasil analisis kelerengan menunjukkan bahwa kelerengan yang berada diPurworejo bagian utara memiliki kelerengan yang cukup tinggi.

B. Curah Hujan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Curah hujan yang ada di Kabupaten Trenggalek beragam mulai dari rendah sampai tinggi.

C. Jenis Tanah

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Trenggalek ini beragam dari aluvial, litosol dan lainnya. Tanah ini cocok untuk pertanian. 

Hasil analisis kesesuian lahan

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Dari hasil analisis kesesuaian lahan Kabupaten Purworejo dapat disimpulkan bahwa kawasan budidaya yang ada hanya berada di daerah tengah dan bawah dimana hal tersebut sejalan dengan kelerengan yang ada.

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Kawasan pertambangan yang berada di Wadas juga berada di kawasan penyangga dan kawasan lindung dimana hal ini akan sangat membahayakan lingkungan sekitar. 

D. Kerawanan Bencana

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Analisis risiko bencana juga menghasilkan bagian utara Kabupaten Purworejo memiliki risiko bencana yang tinggi. 

Kenali Lebih Dekat Potensi dan Ancaman dari Pertambangan

Lahan pertambangan yang akan digunakan adalah lahan dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa jika hal ini dilanjutkan akan memperburuk keadaan sekitar untuk kedepannya. 

Contoh Kasus :

Di trenggalek pada tahun 2017 sudah memulai eksploitasi untuk pertambangan ini sekitar 19 hektar. Pada tahun 2022, terjadi bencana banjir yang melanda karena dampak dari pertambangan ini karena aliran air di dalam karst hilang dan aliran air langsung ke tanah dan mengaliri daerah bawahnya sehingga pusat kota trenggalek terendam banjir. Dengan adanya kasusa yang terjadi di Kabupaten Trenggalek ini maka seharusnya pemerintah setempah, provinsi maupun nasional harus lebih memperhatikan ketika ingin membuka suatu kawasan pertambangan.

Kesimpulan dan Rekomendasi :

1. Kesimpulan :

Kesimpulan yang diperoleh dari dua contoh kasus dan analisisnya tersebut adalah area pertambangan masih banyak di kawasan lindung dan kawasan rawan bencana tinggi. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan area pertambangan yang dikelola dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan lingkungan wilayah tersebut. Selain itu, eksploitasi yang dilakukan juga menyebabkan bertambahnya risiko bencana yang ada di wilayah tersebut. Area pertambangan yang seharusnya dapat memicu perekonomian wilayah tersebut jangan sampai hanya akan merusak wilayah lingkungan tersebut.

2. Rekomendasi yang dapat diberikan penulis dari analisis - analisis yang sudah dilakukan :

A. Kajian bersama mengenai dampak ekonomi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan

Sebelum adanya eksploitasi pembukaan lahan untuk pertambangan seharusnya ada kajian dari seluruh elemen untuk melihat bagaimana dampak yang diakibatkan dari adanya pembukaan lahan untuk pertambangan ini. Kajian ini akan memberikan hasil karena masyarakat dan pemangku kepentingan akan membeberkan bagaimana jika lahan tersebut dijadikan lahan pertambangan. Dengan kajian ini akan diperoleh hasil yang baik untuk kedepannya agar tidak mengganggu lingkungan sekitar dan memberikan manfaat untuk semuanya.

B. Pemindahan area pertambangan yang ada

Jika lahan tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan lahan pertambangan dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan pemangku kepentingan maka jalan lain adalah pemindahan lahan pertambangan. Pemindahan ini harus ada kajian yang bijaksana dengan tidak menggunakan kawasan lindung dan menggunakan kawasan budidaya yang tidak akan mengganggu stabilitas lingkungan sekitar.

Referensi : 

Listiyani, N. (2017). DAMPAK PERTAMBANGAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP.

Asnawi, A. (2022, 2 Juli). Pemerintah Trenggalek ‘Dipaksa’ Ubah RTRW Demi Tambang Emas? Mongabay, Situs Berita Lingkungan. Diakses dmas/

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Diakses dari

Pardiarto, B. (2008). Wilayah Pertambangan dalam Tata Ruang Nasional. Diakses dari

BUDIANTO, Y. (2022). Menimbang Aspek Lingkungan dalam Pembangunan Bendungan Bener di Purworejo. Kompas.id. Diakses dario

Iman, A. N. (2022). Fakta Konflik di Desa Wadas, Alasan Warga Menolak Tambang hingga Respons Pemerintah. Tribun.com. Diakses dari

Data Publications

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

Environment

29 Aug 2026

Linda Ambala Tifa Ramadhani

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

Jelajahi keindahan alam Jawa Timur dengan East Java Hike Master, WebGIS interaktif yang menggabungkan peta jalur pendakian, statistik risiko bencana, dan simulasi jangkauan perjalanan berjalan kaki.

19 min read

28 view

2 Projects

Analisis TOD Potensial Simpul Transportasi di Kota Yogyakarta dengan WebGIS Menggunakan Buffer 400m dan 800m

Transportation

25 Aug 2026

Nadya Fadhilah Febrianti

Analisis TOD Potensial Simpul Transportasi di Kota Yogyakarta dengan WebGIS Menggunakan Buffer 400m dan 800m

Analisis titik transport hub yang memiliki potensial pengembangan TOD di Kota Yogyakarta

3 min read

108 view

1 Projects

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Tourism

25 Aug 2026

Nawal Syafiq Farihan

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Publikasi ini membahas pengembangan ORION sebagai platform WebGIS untuk mengidentifikasi potensi wilayah observasi astronomi berdasarkan Night Sky Brightness (NSB), tutupan awan, dan Road Density. Tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Bandung Raya sebagai pilot sebelum dikembangkan lebih luas di Jawa Barat.

17 min read

120 view

Tantangan Pengelolaan Sampah di Palembang dan Peran Teknologi WebGIS dalam Solusinya

Environment

25 Aug 2026

Supriyadi

Tantangan Pengelolaan Sampah di Palembang dan Peran Teknologi WebGIS dalam Solusinya

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Palembang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa. Distribusi fasilitas pengelolaan sampah yang tidak merata dan minimnya aksesibilitas informasi spasial kepada masyarakat menjadi hambatan utama dalam optimalisasi layanan persampahan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem WebGIS interaktif bernama EcoMap Palembang sebagai platform peta digital berbasis web yang mampu memvisualisasikan sebaran fasilitas pengelolaan sampah secara komprehensif, melakukan analisis spasial keterjangkauan layanan menggunakan isokron berbasis data jalan nyata, serta mengidentifikasi kebutuhan fasilitas baru pada area yang belum terlayani. Metode yang digunakan meliputi pengembangan WebGIS berbasis Leaflet.js, integrasi data GeoJSON dari SIPSN KLHK, analisis isokron menggunakan MAPID Routing API dan OpenRouteService, serta visualisasi spasial multi-layer dengan Turf.js sebagai pustaka geoprocessing. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa EcoMap Palembang berhasil memetakan 8 kategori fasilitas pengelolaan sampah di 18 kecamatan, menghasilkan analisis keterjangkauan berbasis isokron yang akurat, serta merekomendasikan lokasi fasilitas baru berdasarkan gap layanan yang teridentifikasi. Platform ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi Pemerintah Kota Palembang dalam perencanaan infrastruktur persampahan yang lebih efektif dan efisien.

23 min read

137 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at