Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land Surface Temperature

16 Desember 2022

By: Andri Moh. Wahyu Laode

Open Data

Land Surface Temperature

Open Data

NDVI

Open Project

Potensi Geothermal

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature
Pertumbuhan penduduk secara global yang semakin pesat mengakibatkan kebutuhan akan energi juga meningkat. Menurut proyeksi International Energy Agency (IEA), pada tahun 2030 permintaan konsumsi energi fosil mengalami peningkatan 1,6% per tahun. Konsumsi energi di dunia didominasi yang berasal dari minyak dan gas alam yang memiliki sifat tidak bisa diperbaharui dan cadangannya yang semakin menipis. Sehingga sangat diperlukan inovasi untuk mengatasi hal tesebut dengan memanfaatkan potensi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu energi yang berperan sebagai energi alternatif yaitu energi panasbumi. Berdasarkan sumber dari Direktorat Jenderal EBTKE dan Badan Geologi, Indonesia memiliki cadangan panas bumi dunia mencapai 40% yang diakibatkan oleh kondisi tektonik Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire dunia. Salah satu indikasi awal mengenai potensi panasbumi yaitu berada di daerah penelitian, yaitu Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dimana pada daerah ini menyimpan energi sebesar 15MW dengan manifestasi permukaan berupa hot spring dengan temperature 51°C Sementara temperatur fluida bawah permukaan diperkirakan sebesar 110°C.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka akan dilakukan penelitian mengenai distribusi atau persebaran potensi panasbumi dengan melihat prospek panas bumi berdasarkan Land Surface Temperature (LST). Dengan mengetahui distribusi prospek panas bumi di wilayah penelitian ini, maka dapat dideliniasi area prospek panas bumi.

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber energi panas bumi, karena berada pada daerah terdepan di zona tektonik aktif. Energi panas bumi adalah energi yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung di dalamnya. Potensi panas bumi di Indonesia mencapai 40% cadangan panasbumi dunia. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki 129 gunungapi yang berpotensi sebagai daerah pengembangan panas bumi. Energi panas bumi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya energi yang ramah lingkungan dan minim polusi karena tingkat emisinya sangat rendah jika dibandingkan dengan energi lain serta merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengatasi keterbatasan energi saat ini yang kebanyakan menggunakan energi tak terbarukan (Maswah, dkk, 2018).

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Poso, Sulawesi (Simandjuntak, Surono dan Supandjono, 1997), daerah Sedoa memiliki stratigrafi yang tersusun oleh batuan metamorf yang berumur lebih tua dari Kapur dari Mendala Geologi Sulawesi Timur dan batuan metamorf berumur Kapur-Eosen dari Mendala Geologi Sulawesi Barat, batuan gunungapi berumur Miosen Tengah-Miosen Akhir, batuan terobosan granit berumur Pliosen, batuan sedimen dan endapan danau. Struktur yang berkembang di daerah ini bersifat tektonik dengan aktifitas utama berasal dari sesar Palu Koro dan sesar lokal berupa sesar Poso.

Salah satu faktor untuk menentukan prospek panas bumi pada suatu wilayah dengan infomasi manifestasi panas bumi seperti keberadaan air panas atau berupa uap (fumarol) dan geyser. Pada wilayah sekitar lokasi penelitian, terdapat manifestasi permukaan berupa mata air panas yang memiliki suhu 51°C yang bertipe klorida bikarbonat dan perkiraan temperatur fluida bawah permukaan sebesar 110°C (Badan Geologi, 2011).

Berdasarkan informasi tersebut, maka akan dilakukan penelitian dengan melihat prosek area panasbumi tersebut berdasarkanLand Surface Temperature (LST). LST didefinisikan sebagai kondisi suhu bagian terluar dari suatu objek yang ada di permukaan tanah (Insan dan Prasetya, 2021). Peta LST sendiri merupakan peta yang dipengaruhi oleh keseimbangan atmosfer, energi permukaan, sifat thermal permukaan, media bawah permukaan, dan suhu permukaan rata-rata. Parameter densitas terukur, permeabilitas, nilai LST, keberadaan manifestasi kemudian dikombinasikan untuk melihat distribusi atau persebaran area prospek panasbumi.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pemetaan distribusi atau persebaran area prospek panasbumi berdasarkan nilai Land Surface Temperature (LST)?

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini yaitu memetakan distribusi atau persebaran area prospek panasbumi berdasarkan nilai LST yang didapatkan dari data citra Landsat 8 dan data DEMNAS serta didukung oleh data pendukung berupa informasi geologi daerah penelitian, yaitu di Desa Sedoa, Kecamatan Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hasil pemetaan ini kermuadian akan digunakan untuk mengetahui area prospek panasbumi di wilayah tersebut. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software ArcMap 10.6.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Memetakan distribusi atau persebaran area prospek panasbumi berdasarkan nilai Land Surface Temperature (LST).

Perangkat Penelitian

Adapun perangkat penelitian yang digunakan untuk pengolahan data dalam penelitian ini adalah seperangkat komputer yang terlah terpasang beberapasoftware yang digunakan yaitu ArcMap 10.6. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Citra Satelit Landsat 8 OLI dan TRIS yang diunduh resmi melalui USGS (United States Geological Survey) dan data DEMNAS.

Metode

Adapun bagan alir dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Metode yang digunakan untuk mengetahui distribusi area prospek panasbumi pada daerah penelitian yaitu denganLand Surface Temperature (LST). Perhitungan nilai LST didapatkan berdasarkan beberapa persamaan, yaitu:

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Dimana,

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Nilai tersebut kemudian digunakan untuk mencari nilai temperature kecerahan satelit dengan menggunakan persamaan:

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Dimana,

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Penelitian ini dengan menambahkan faktor vegetasi untuk menghitung nilai LST dengan menggunakan Normalized Difference Vegetation Index(NDVI) untuk menentukan nilai emissivitasnya dengan menggunakan persamaan berikut:

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Dimana,

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Dengan persamaan Pv sebagai berikut:

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Maka didapatkan persamaan untuk menentukan temperatur pemukaan pada citra (LST) sebagai berikut (Septiangga dan Juniar, 2016):

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Dimana,

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Hasil dan Pembahasan

Setiap objek di muka bumi memiliki karakteristik yang berbeda dalam memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik, tergantung suhu yang dimilikinya. Oleh karena itu, suhu permukaan tanah yang tinggi dapat dijadikan salah satu parameter penentu potensi panas bumi karena pada umumnya suhu permukaan tanah berasosiasi dengan sumber panas bumi di bawahnya. Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan terhadap citra Landsat 8 didapatkan nilai Land Surface Temperature (LST) yang terbagi lima kelas dengan rentang nilai yang berbeda-beda. Prioritas I memiliki rentang nilai 23,40838633 - 28,4283065 °C, Prioritas II memiliki rentang nilai 21,35723612 - 23,40838632 °C, Prioritas III memiliki rentang nilai 19,84586228 - 21,35723611 °C dan Prioritas IV memiliki rentang nilai 14,66400909 - 19,84586227 °C.

Analisis Distribusi Potensi Panasbumi di Desa Sedoa, Kecamatan
Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Berdasarkan Land
Surface Temperature

Prioritas I merupakan klasifikasi dengan potensi terbesar jika dibandingkan dengan klasifikasi lainnya, luas area Prioritas I kurang lebih 1 km persegi.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang berpotensi panas bumi berada pada bagian utara desa Sedoa dengan anomali suhu sebesar 23,40838633 - 28,4283065 °C yang didominasi oleh vegetasi dengan tingkat kehijauan tinggi.

Referensi

Insan, A. F. N. dan Prasetya, F. V. A. S. 2021.Sebaran Land Surface Temperature Dan Indeks Vegetasi Di Wilayah Kota Semarang Pada Bulan Oktober 2019. Samarinda: Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Liu et all, 2016. Image Processing and GIS For Remote Sensing. John Wiley & Sons, Ltd.

Septiangga, B. dan Juniar, M. R. 2016. Aplikasi Citra Landsat 8 untuk Penentuan Persebaran Titik Panas Sebagai Indikasi Peningkatan Temperature Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Data Publikasi

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Iklim dan Bencana

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 menit baca

92 dilihat

1 Proyek

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B 
BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS 
DI KOTA BANDUNG

Makanan dan Minuman

14 Mar 2026

AFI INTERN MAPID

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS DI KOTA BANDUNG

Strategi sukses bisnis F&B di Bandung melalui analisis variabel demografi, POI, dan teknologi geospasial untuk pemilihan lokasi usaha yang akurat.

24 menit baca

129 dilihat

1 Proyek

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Perencanaan Kota

11 Mar 2026

Khofifatun Nurrohmah INTERN MAPID

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Analisis sektor ekonomi potensial dan tipologi wilayah di Kota Bandung memberikan peta jalan bagi investor dan pemerintah untuk optimalisasi momentum bonus demografi dan percepatan pembangunan ekonomi.

37 menit baca

128 dilihat

1 Data

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Makanan dan Minuman

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 menit baca

149 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat