Evaluasi Jangkauan Distribusi dan Penentuan Lokasi Gudang Optimal Berbasis Aksesibilitas, Permintaan, dan Validasi Tata Ruang di Kota Surabaya

06 April 2026

By: Isnaini Nur Adhima

Open Project

FINAL PROJECT MAPID ACADEMY B15

Menemukan lokasi gudang terbaik dengan membaca pola kota.

Gudang Logistik

LATAR BELAKANG Kota Surabaya merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi, Kota Surabaya memiliki aktivitas distribusi logistik yang sangat tinggi, sehingga membutuhkan sistem distribusi yang efisien dan merata. Gudang sebagai simpul distribusi memegang peran penting dalam menjangkau berbagai titik permintaan serta mendukung kelancaran rantai pasok. Namun, distribusi gudang yang belum optimal dapat menyebabkan ketimpangan layanan, dimana masih terdapat wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi yang belum terlayani secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis spasial untuk mengevaluasi jangkauan gudang eksisting serta mengidentifikasi lokasi potensial untuk pengembangan gudang baru. Dalam analisis ini, pendekatan tidak hanya mempertimbangkan aspek aksesibilitas dan permintaan, tetapi juga divalidasi melalui kondisi eksisting menggunakan fitur pada GeoMAPID yaitu site location dan site analysis (SINI) serta kesesuaian tata ruang melalui RDTR Online. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi lokasi yang tidak hanya strategis, tetapi juga layak dan sesuai regulasi. TUJUAN 1. Mengevaluasi jangkauan distribusi gudang eksisting. 2. Mengidentifikasi area dengan permintaan tinggi yang belum terlayani. 3. Menentukan lokasi optimal pengembangan gudang baru. 4. Memvalidasi lokasi berdasarkan kondisi lahan dan tata ruang. METODE Pada project ini, analisis dilakukan menggunakan pendekatan spasial berbasis beberapa parameter utama, yaitu jangkauan distribusi, distribusi permintaan, risiko bencana (banjir), serta validasi kondisi tata guna lahan dan tata ruang. Jangkauan distribusi dianalisis menggunakan metode isochrone berbasis waktu tempuh kendaraan dengan mempertimbangkan kondisi kemacetan, karena parameter waktu dinilai lebih merepresentasikan kondisi distribusi aktual dibandingkan jarak. Sebagai pembanding, digunakan analisis radius untuk melihat perbedaan antara jangkauan teoritis dan kondisi nyata di lapangan. Data gudang eksisting direpresentasikan melalui tiga titik simulasi yang dipilih untuk mewakili distribusi spasial kawasan logistik utama di Surabaya, yaitu bagian barat, timur, dan utara. Pemilihan tiga titik ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi distribusi awal secara umum tanpa bergantung pada satu lokasi tertentu. Distribusi permintaan direpresentasikan melalui 26 titik Point of Interest (POI) yang mencerminkan aktivitas ekonomi seperti kawasan komersial, pusat perbelanjaan, dan area jasa. Jumlah dan sebaran titik ini dipilih untuk memberikan representasi yang cukup merata terhadap pola permintaan di wilayah perkotaan Surabaya (Bagian Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Selatan) Selanjutnya dilakukan overlay antara jangkauan distribusi dan titik permintaan untuk mengidentifikasi area yang belum terlayani (gap area). Area yang teridentifikasi kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan fitur site selection analysis (SINI) dengan mempertimbangkan parameter penggunaan lahan, demografi, dan risiko bencana. Parameter ini dipilih untuk memastikan bahwa lokasi yang direkomendasikan tidak hanya memiliki permintaan tinggi, tetapi juga didukung oleh karakteristik wilayah yang sesuai untuk pengembangan gudang. Selain itu, dilakukan validasi menggunakan RDTR Online untuk memastikan bahwa lokasi yang dipilih sesuai dengan peruntukan ruang yang berlaku. HASIL DAN ANALISIS Hasil analisis menunjukkan bahwa jangkauan distribusi gudang eksisting masih banyak yang belum mencakup seluruh wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi. Berdasarkan analisis isochrone, masih terdapat beberapa area yang berada di luar jangkauan optimal baik dalam skenario 10 menit maupun 15 menit waktu tempuh. Perbandingan dengan analisis radius menunjukkan adanya perbedaan jangkauan, dimana jangkauan berbasis jarak cenderung lebih luas dibandingkan dengan jangkauan berbasis waktu. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor kemacetan dan jaringan jalan berpengaruh terhadap efektivitas distribusi. Overlay dengan data permintaan menunjukkan adanya beberapa klaster aktivitas ekonomi yang belum terlayani secara optimal, yang kemudian diidentifikasi sebagai gap area dalam sistem distribusi. Selain itu, overlay dengan wilayah risiko banjir menunjukkan lokasi yang baru nantinya sebisa mungkin tidak berada dalam kelas risiko banjir sedang dan tinggi.

Hasil Overlay Data Gudang Eksisting dengan POI Demand, Distribusi Jangakauan dan Aksesibilitas, serta Risiko Banjir

Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh tiga alternatif titik lokasi untuk pengembangan gudang baru A di Kandangan, gudang baru B di Lontar, dan gudang baru C di Ngagel Rejo. Ketiga titik tersebut berada pada area dengan konsentrasi permintaan yang cukup tinggi namun belum terjangkau oleh gudang eksisting. Analisis lanjutan menggunakan fitur site analysis (SINI) menunjukkan bahwa titik gudang baru A dan B memiliki karakteristik lahan berupa tegalan dan lahan kosong, yang mendukung pengembangan fasilitas logistik. Selain itu, kedua lokasi tersebut berada pada zona dengan risiko bencana yang rendah, sehingga lebih aman untuk operasional jangka panjang.

Sebaran Rekomendasi Titik Gudang Baru dengan Overlay Site Selection

RDTR ONLINE

Sementara itu, titik gudang baru C memiliki keterbatasan karena berada pada area dengan kondisi yang kurang optimal dari karakteristik lahan (sudah merupakan lahan industri eksisting). Validasi menggunakan RDTR Online juga menunjukkan bahwa titik gudang baru A dan B memiliki kesesuaian dengan peruntukan ruang yang mendukung kegiatan industri dan logistik, sehingga memperkuat kelayakan lokasi tersebut. Dengan mempertimbangkan seluruh parameter, titik gudang baru A dan B menjadi lokasi yang paling direkomendasikan untuk pengembangan pembangunan gudang baru. KESIMPULAN Distribusi gudang eksisting di Kota Surabaya masih belum merata dan belum mampu menjangkau seluruh wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi secara optimal. Pendekatan berbasis waktu tempuh (isochrone) terbukti lebih representatif dibandingkan pendekatan berbasis jarak (radius), karena mempertimbangkan kondisi nyata jaringan jalan dan kemacetan. Integrasi antara analisis aksesibilitas, distribusi permintaan, serta validasi kondisi lahan, demografi, risiko bencana, dan tata ruang menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam penentuan lokasi optimal. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rekomendasikan pengembangan gudang baru pada titik A di wilayah Kandangan dan titik B di wilayah Lontar yang memiliki potensi terbaik dari aspek permintaan, aksesibilitas, kesesuaian lahan, serta tingkat risiko yang rendah. SARAN Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan penggunaan data tambahan seperti volume distribusi, jaringan transportasi detail, serta data operasional logistik untuk meningkatkan akurasi analisis. Selain itu, pembaruan data tata ruang dan risiko bencana secara berkala juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan lokasi dalam jangka panjang. Analisis spasial seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data dalam perencanaan infrastruktur logistik perkotaan.

Data Publications

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Tourism

25 Aug 2026

Nawal Syafiq Farihan

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Publikasi ini membahas pengembangan ORION sebagai platform WebGIS untuk mengidentifikasi potensi wilayah observasi astronomi berdasarkan Night Sky Brightness (NSB), tutupan awan, dan Road Density. Tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Bandung Raya sebagai pilot sebelum dikembangkan lebih luas di Jawa Barat.

17 min read

12 view

Tantangan Pengelolaan Sampah di Palembang dan Peran Teknologi WebGIS dalam Solusinya

Environment

25 Aug 2026

Supriyadi

Tantangan Pengelolaan Sampah di Palembang dan Peran Teknologi WebGIS dalam Solusinya

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Palembang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa. Distribusi fasilitas pengelolaan sampah yang tidak merata dan minimnya aksesibilitas informasi spasial kepada masyarakat menjadi hambatan utama dalam optimalisasi layanan persampahan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem WebGIS interaktif bernama EcoMap Palembang sebagai platform peta digital berbasis web yang mampu memvisualisasikan sebaran fasilitas pengelolaan sampah secara komprehensif, melakukan analisis spasial keterjangkauan layanan menggunakan isokron berbasis data jalan nyata, serta mengidentifikasi kebutuhan fasilitas baru pada area yang belum terlayani. Metode yang digunakan meliputi pengembangan WebGIS berbasis Leaflet.js, integrasi data GeoJSON dari SIPSN KLHK, analisis isokron menggunakan MAPID Routing API dan OpenRouteService, serta visualisasi spasial multi-layer dengan Turf.js sebagai pustaka geoprocessing. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa EcoMap Palembang berhasil memetakan 8 kategori fasilitas pengelolaan sampah di 18 kecamatan, menghasilkan analisis keterjangkauan berbasis isokron yang akurat, serta merekomendasikan lokasi fasilitas baru berdasarkan gap layanan yang teridentifikasi. Platform ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi Pemerintah Kota Palembang dalam perencanaan infrastruktur persampahan yang lebih efektif dan efisien.

23 min read

43 view

Pengembangan WebGIS "Peta Kerja Lahan Baku Sawah" Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Rekayasa Pipeline Data Geospasial Skala Besar dan Rancangan Instrumen Pemutakhiran Kronologis Berbasis Partisipasi Petani dan Penyuluh

Agriculture

24 Aug 2026

Alvito Krishna Balapradhana

Pengembangan WebGIS "Peta Kerja Lahan Baku Sawah" Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Rekayasa Pipeline Data Geospasial Skala Besar dan Rancangan Instrumen Pemutakhiran Kronologis Berbasis Partisipasi Petani dan Penyuluh

Aplikasi peta interaktif Lahan Baku Sawah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang membuka jalan bagi petani dan penyuluh untuk melengkapi riwayat setiap petak sawah — mulai dari musim tanam, kondisi lahan, hingga perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu — langsung dari peta yang mereka lihat sehari-hari

10 min read

55 view

1 Projects

Plantation Spatial Explorer: Deteksi Dini Block Underperform di Perkebunan Sawit melalui Integrasi Peta dan Data Operasional

Agriculture

24 Aug 2026

Haidar Ismail

Plantation Spatial Explorer: Deteksi Dini Block Underperform di Perkebunan Sawit melalui Integrasi Peta dan Data Operasional

Plantation Spatial Explorer dibangun untuk menjembatani dua dunia yang biasanya terpisah ini: data spasial (batas Estate dan Block) dan data operasional (produksi, pupuk, sampel daun), digabung jadi satu WebGIS interaktif yang bisa langsung menunjukkan di mana masalah terjadi, seberapa parah, dan apakah itu kasus terisolasi atau pola bersama dengan block tetangganya — tanpa manager harus scroll tabel satu per satu.

9 min read

114 view

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at