ABSTRAK
Penentuan rute pengiriman Tandan Buah Segar (TBS) yang optimal dari area perkebunan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sangat krusial untuk meminimalkan biaya transportasi dan memaksimalkan margin keuntungan petani maupun pengelola kebun. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat aksesibilitas jaringan jalan serta menganalisis efisiensi rute pengiriman TBS dari Kebun Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara menuju beberapa alternatif PKS di sekitarnya. Analisis spasial dan pemetaan rute jalan dalam penelitian ini diolah berbasis web-GIS menggunakan aplikasi Geo MAPID (GEO-LOCATION & Spatial Analytics Platform) dengan memadukan parameter jaringan jalan, jarak tempuh, koordinat lokasi, serta harga beli TBS.
Hasil analisis spasial berbasis Geo MAPID menunjukkan variasi harga beli TBS di tingkat PKS/ram berkisar antara Rp2.980/kg hingga Rp3.150/kg. Penawaran harga beli terbaik dan tertinggi berada di Pabrik Kelapa Sawit PT. Tolan Tiga (Sipef Group Perlabian) sebesar Rp3.150/kg dengan jarak tempuh aksesibilitas jalan sepanjang 51,36 km dari Kebun Aek Nabara. Sementara itu, alternatif PKS terdekat dengan harga yang tetap kompetitif adalah Pabrik PT. SMA Aeknabara dengan harga Rp3.100/kg. Hasil pemetaan Geo MAPID menyimpulkan bahwa pemilihan rute menuju PT. Tolan Tiga memberikan nilai jual TBS tertinggi, namun perlu dipertimbangkan bersama efisiensi biaya angkut akibat jarak tempuh 51,36 km dibandingkan dengan PKS PT. SMA Aeknabara yang berada di area sekitar kebun.
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sektor kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah satu wilayah sentra perkebunan kelapa sawit yang memiliki dinamika rantai pasok Tandan Buah Segar (TBS) cukup padat. Efisiensi pendistribusian TBS dari area perkebunan, seperti Kebun Aek Nabara (PT Perkebunan Bilah), menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi faktor krusial yang menentukan besarnya pendapatan dan keuntungan operasional.
Sektor kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Efisiensi pendistribusian Tandan Buah Segar (TBS) dari area perkebunan Kebun Aek Nabara (PT Perkebunan Bilah) menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas kesegaran buah dan efisiensi biaya logistik.
Dalam praktiknya, pemilihan PKS tujuan dipengaruhi oleh dua faktor utama: jarak aksesibilitas jalan dan variasi harga beli TBS. Perbedaan harga TBS antar-PKS di Labuhanbatu berkisar antara Rp2.980/kg hingga Rp3.150/kg. Pengelola kebun perlu memperhitungkan trade-off antara mengirim ke PKS terdekat seperti PT. Hari Sawit Jaya (jarak 17,58 km dengan harga Rp3.120/kg) atau menempuh jarak yang lebih jauh menuju PKS dengan harga tertinggi seperti PT. Tolan Tiga (jarak 51,36 km dengan harga Rp3.150/kg).
Pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web Geo MAPID (GEO-LOCATION & Spatial Analytics Platform) mempermudah analisis routing network, pengukuran jarak riil, dan pemetaan interaktif sebaran PKS guna mendukung pengambilan keputusan rute terbaik.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
-
1.Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan ram mana saja yang beroperasi serta dapat diakses dari area perkebunan Aek Nabara / Perkebunan Bilah di Kabupaten Labuhanbatu?
-
2.Berapa jarak tempuh aksesibilitas jalan dari Kebun Aek Nabara menuju PKS dengan tawaran harga beli TBS terbaik ?
-
3.Bagaimana menentukan rute distribusi terbaik menggunakan aplikasi Geo MAPID agar mendapatkan margin keuntungan maksimum antara perbedaan harga jual TBS dan estimasi biaya transportasi akibat jarak tempuh?
1.3 Rangkuman
Pendahuluan ini menggarisbawahi pentingnya analisis spasial menggunakan Geo MAPID untuk memetakan aksesibilitas jalan dari Kebun Aek Nabara. Fokus permasalahan terletak pada evaluasi rute pengiriman antara PT. Hari Sawit Jaya sebagai PKS terdekat dengan jarak 17,58 km dan harga kompetitif (Rp3.120/kg), serta PT. Tolan Tiga sebagai PKS dengan harga tertinggi (Rp3.150/kg) yang berjarak 51,36 km.
BAB II. METODE PENELITIAN
2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil lokus kajian di area Kebun Aek Nabara (Perkebunan Bilah), Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Area cakupan pemetaan mencakup jaringan jalan utama dan sekunder yang menghubungkan Kebun Aek Nabara dengan 10 titik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan ram pengumpul yang tersebar di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, serta Labuhanbatu Utara.
2.2 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua tipe utama:
-
1.Variabel Spasial (Spatial Data): Coordinate titik asal (origin): Koordinat Kebun Aek Nabara. Coordinate titik tujuan (destination): Latitude dan Longitude dari 10 PKS/ram. Jaringan Jalan & Jarak Aksesibilitas (Routing Distance dalam km/meter): Pengukuran panjang lintasan jalan aktual hasil routing.
-
2.Variabel Non-Spasial (Attribute Data): Nama Perusahaan/PKS. Estimasi Harga Beli Tandan Buah Segar (TBS) dalam satuan Rp/kg (berkisar antara Rp2.980/kg – Rp3.150/kg). Keterangan Wilayah & Grup Perusahaan (seperti Sipef Group, Asian Agri Group, dll.).
2.3 Tahapan Penelitian
Prosedur pelaksanaan penelitian dibagi ke dalam 4 tahapan sistematis:
Tahap 1 — Mengumpulkan Data: Pengumpulan data koordinat lokasi, nama PKS, dan harga TBS harian dari 10 target PKS.
Tahap 2 — Mengolah Data: Tabulasi data ke format spreadsheet (.xlsx/.csv), pembersihan data, serta penyelarasan variabel harga dan koordinat.
Tahap 3 — Routing: Analisis rute jalan pada Geo MAPID untuk mengukur jarak tempuh riil dari Kebun Aek Nabara ke PKS terdekat (PT. Hari Sawit Jaya: 17,58 km / 17.579,61 m) serta ke PT. Tolan Tiga (51,36 km / 51.360,70 m).
Tahap 4 — Visualisasi dan Validasi di GEO MAPID: Mengunggah layer data ke platform Geo MAPID, membuat simbol peta berbasis harga TBS, dan memvalidasi kelayakan rute aksesibilitas jalan.
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan pengolahan data pada , teridentifikasi 10 lokasi penerima TBS di sekitar Kebun Aek Nabara dengan rentang harga yang bervariasi antara Rp2.980/kg hingga Rp3.150/kg (selisih hingga Rp170/kg).
1.Efisiensi Rute PT. Hari Sawit Jaya (Terdekat & Optimal):
Berjarak 17,58 km dari Kebun Aek Nabara, rute ini menawarkan waktu tempuh paling singkat sehingga menghemat konsumsi BBM dan penyusutan armada. Menawarkan harga Rp3.120/kg, yang hanya berselisih Rp30/kg dari harga puncak pasar.Sangat ideal untuk menjaga kesegaran TBS (asam lemak bebas / ALB tetap rendah) serta efisien secara biaya angkut harian.
2.Analisis Komparatif ke PT. Tolan Tiga (Harga Terbaik):
Menawarkan harga tertinggi Rp3.150/kg, namun dengan jarak aksesibilitas 51,36 km (selisih jarak tempuh 33,78 km lebih jauh dibanding PT. Hari Sawit Jaya). Perhitungan Keekonomian: Selisih harga Rp30/kg memberikan tambahan nilai jual kotor sebesar Rp300.000 per truk muatan 10 ton. Jika tambahan biaya bahan bakar dan operasional untuk jarak ekstra 33,78 km (pulang-pergi ±67,5 km) melebihi Rp300.000 per rit, maka mengirim ke PT. Hari Sawit Jaya memberikan keuntungan bersih (net profit) yang lebih tinggi.
Kesimpulan : PT. Hari Sawit Jaya (17,58 km | Rp3.120/kg) direkomendasikan sebagai rute prioritas utama untuk operasional pengiriman harian Kebun Aek Nabara karena keseimbangan antara jarak terdekat dan harga yang tinggi. PT. Tolan Tiga (51,36 km | Rp3.150/kg) menjadi rute alternatif yang dipilih apabila pengiriman dilakukan dalam kapasitas armada besar (skala konvoi/tronton) yang mampu menyerap biaya angkut ekstra.