Perencanaan Optimal Rute dan Lokasi Operasional Layanan Pajak Keliling

06 April 2026

By: Irfan Firdaus

Open Project

Perencanaan Optimal Rute dan Lokasi Operasional Layanan Pajak Keliling

Pembayaran Pajak Keliling

Latar Belakang

Pajak merupakan salah satu instrumen utama dalam pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan layanan publik di setiap wilayah. Khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak ini menjadi komponen penting dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperuntukkan bagi penyediaan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan lainnya. Peningkatan penerimaan pajak daerah diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan pembangunan serta menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.

Namun, kenyataannya tidak semua wajib pajak dapat melakukan pembayaran pajak dengan mudah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses geografis, mobilitas, dan waktu akibat terbatasnya fasilitas layanan pajak konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah bersama instansi terkait telah mengembangkan pendekatan layanan yang lebih inovatif, salah satunya yaitu program pembayaran pajak keliling (mobile tax service).

Program pajak keliling memberikan layanan pajak bergerak yang mendatangi lokasi strategis di masyarakat sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pusat. Program ini diimplementasikan melalui layanan seperti SAMSAT Keliling yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan pajak kendaraan, mengurangi hambatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, serta mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak. (Susilowati, 2023)

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menganalisis dan memvisualisasikan distribusi spasial data pajak, sehingga memudahkan identifikasi wilayah dengan tingkat kepatuhan pajak yang tinggi maupun rendah.

Beberapa data yang diperlukan :

1. Data administrasi kecamatan Samarinda.

2. Lokasi UPT di Samarinda yang menjadi titik awal rute.

3. Demografi kepadatan penduduk kota Samarinda tahun 2024.

4. Administrasi jalan kota Samarinda

Pengolahan Data

1. Analisis buffer

Metode analisis buffer diterapkan pada layer titik lokasi layanan pajak keliling dengan radius tertentu untuk menghasilkan layer polygon zona jangkauan, yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui distribusi wajib pajak yang berada di dalam dan di luar zona pelayanan.

2. Metode Overlay

Analisis overlay jalan digunakan untuk mengintegrasikan data spasial jaringan jalan dengan lokasi wajib pajak, menghasilkan layer baru yang mempermudah perencanaan rute layanan, identifikasi jalan yang sering dilewati, serta evaluasi efisiensi operasional mobil pajak keliling.

3. Site selection menggunakan data dari MAPID

Dalam penelitian ini, Site Selection MapID diterapkan untuk menganalisis distribusi kepadatan penduduk, sehingga memfasilitasi perencanaan lokasi strategis layanan pajak keliling berdasarkan potensi jangkauan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

4. Penggunakan plugin ORS pada QGIS untuk mendapatkan rute terpendek untuk mecapai titik pajak keliling

Dalam penelitian ini, plugin OpenRouteService (ORS) pada QGIS digunakan untuk menentukan rute terpendek yang dapat ditempuh mobil pajak keliling menuju setiap titik layanan. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan dan titik lokasi wajib pajak, ORS menghitung jalur optimal sehingga waktu tempuh dapat diminimalkan dan efisiensi operasional pelayanan pajak keliling meningkat.

Hasil dan Pembahasan

1. Berdasarkan hasil analisis buffer dengan rentang jarak tertentu, diperoleh lokasi yang paling sesuai untuk titik standby, sekaligus menentukan jarak terdekat dari UPTD sebagai titik awal pelayanan.

Gambar 1. Sebaran titik lokasi stand by pajak keliling

2. Berdasarkan hasil Site Selection, diperoleh informasi mengenai demografi kependudukan, di mana beberapa wilayah memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit. Meskipun demikian, layanan tetap ditempatkan secara standby di titik-titik tersebut karena warga di wilayah tersebut memiliki keterbatasan akses, baik dalam melakukan pembayaran maupun dalam memperoleh pemahaman terkait pajak.

Gambar 2. Hasil site selection

3. Berikut ditampilkan hasil rute yang diperoleh menggunakan metode shortest path, yang menunjukkan jalur terpendek dari titik awal ke setiap lokasi layanan pajak keliling, sehingga mempermudah perencanaan rute operasional dan meningkatkan efisiensi waktu tempuh.

Gambar 3. Rute shortest path dari UPTD wilayah 1, 2, 3, dan 5 Gambar 4. Waktu dan jarak tempuh dari UPTD wilayah 1 ke titik standby pajak keliling Gambar 5. Waktu dan jarak tempuh dari UPTD wilayah 5 ke titik standby pajak keliling Gambar 6. Waktu dan jarak tempuh dari UPTD wilayah 2 ke titik standby pajak keliling Gambar 7. Waktu dan jarak tempuh dari UPTD wilayah 3 ke titik standby pajak keliling

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dalam project ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi pajak keliling dengan pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) memberikan kemudahan dalam perencanaan dan optimalisasi pelayanan. Analisis Site Selection menunjukkan wilayah dengan kepadatan penduduk yang bervariasi, termasuk area dengan jumlah penduduk rendah, tetap menjadi lokasi strategis untuk standby point karena keterbatasan akses masyarakat terhadap pembayaran dan informasi pajak.

Penggunaan analisis buffer memungkinkan penentuan zona pengaruh tiap titik layanan, sehingga dapat mengevaluasi cakupan pelayanan dan menjangkau wajib pajak yang berada di dalam maupun di luar radius layanan. Sementara itu, analisis overlay jalan memudahkan integrasi lokasi titik wajib pajak dengan jaringan jalan, sehingga perencanaan rute mobil pajak keliling dapat lebih efisien dan mengurangi waktu tempuh.

Selain itu, plugin OpenRouteService (ORS) pada QGIS digunakan untuk memperoleh rute terpendek (shortest path) dari UPTD atau titik awal ke lokasi wajib pajak, sehingga mendukung efisiensi operasional layanan. Pemanfaatan MapID sebagai media visualisasi mempermudah pemetaan, menampilkan lokasi titik pajak keliling, serta menunjukkan informasi demografi kepadatan penduduk secara jelas melalui label dan simbolisasi layer yang menonjol.

Daftar Pustaka

Susilowati, A. R. (2023). Efektivitas Pelayanan Samsat Keliling Dalam Melayani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Di Wilayah Jakarta Utara. Jurnal Ilmu pemerintahan , 138-152.

Data Publikasi

Analisis Kerawanan Banjir dan Alokasi Pusat Siaga Bencana di Provinsi Aceh

Iklim dan Bencana

06 Apr 2026

Teguh Christianto Simbolon

Analisis Kerawanan Banjir dan Alokasi Pusat Siaga Bencana di Provinsi Aceh

Projek ini mengintegrasikan pemodelan berbasis QGIS dan AI SINI Site Selection untuk melakukan analisis kerawanan banjir di di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Melalui kompilasi 27 layer geospasial, projek ini membantu memetakan lokasi dengan kapasitas (POI) dan kebutuhan (demografi) yang sesuai untuk dijadikan pusat siaga bencana di daerah-daerah rawan banjir. Projek ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam manajemen risiko bencana, khususnya banjir di Provinsi Aceh.

29 menit baca

182 dilihat

3 Data

1 Proyek

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Makanan dan Minuman

07 Apr 2026

Manda Amelia Rahmadani

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Di mana lokasi terbaik untuk mengembangkan kafe di Kota Magelang? Melalui analisis spasial berbasis MAPID, studi ini mengidentifikasi area paling potensial dengan mempertimbangkan aksesibilitas, aktivitas masyarakat, dan dinamika perkotaan untuk mendukung kafe sebagai third place.

8 menit baca

11 dilihat

1 Proyek

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Barang Konsumsi

06 Apr 2026

Made Swabawa Sarwadhamana

Analisis Spasial Rekomendasi Lokasi Bisnis Cafe dan Restoran di Kota Denpasar, Bali

Dalam konteks perencanaan wilayah dan pengembangan bisnis, pendekatan berbasis analisis spasial menjadi sangat relevan untuk mengidentifikasi lokasi potensial yang optimal. Analisis spasial memungkinkan integrasi berbagai variabel penting seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, pola pergerakan, kedekatan dengan pusat aktivitas, hingga kompetisi eksisting. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis, proses evaluasi lokasi dapat dilakukan secara lebih sistematis, objektif, dan terukur.

6 menit baca

53 dilihat

1 Proyek

Penentuan Lokasi Strategis Usaha Otomotif Spesialis Balap di Jakarta Selatan Berbasis Komparasi Radius Jarak Tempuh

Perumahan

06 Apr 2026

Andrew Tobing

Penentuan Lokasi Strategis Usaha Otomotif Spesialis Balap di Jakarta Selatan Berbasis Komparasi Radius Jarak Tempuh

Analisis spasial multi-kriteria menggunakan platform GeoMAPID untuk mengidentifikasi lokasi optimal bengkel dan toko aksesori otomotif balap, mempertimbangkan catchment area, keterjangkauan pelanggan, serta minimisasi risiko banjir terhadap aset kendaraan.

8 menit baca

49 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat