Latar Belakang
Pajak merupakan salah satu instrumen utama dalam pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan layanan publik di setiap wilayah. Khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak ini menjadi komponen penting dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperuntukkan bagi penyediaan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan lainnya. Peningkatan penerimaan pajak daerah diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan pembangunan serta menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.
Namun, kenyataannya tidak semua wajib pajak dapat melakukan pembayaran pajak dengan mudah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses geografis, mobilitas, dan waktu akibat terbatasnya fasilitas layanan pajak konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah bersama instansi terkait telah mengembangkan pendekatan layanan yang lebih inovatif, salah satunya yaitu program pembayaran pajak keliling (mobile tax service).
Program pajak keliling memberikan layanan pajak bergerak yang mendatangi lokasi strategis di masyarakat sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pusat. Program ini diimplementasikan melalui layanan seperti SAMSAT Keliling yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan pajak kendaraan, mengurangi hambatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, serta mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak. (Susilowati, 2023)
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menganalisis dan memvisualisasikan distribusi spasial data pajak, sehingga memudahkan identifikasi wilayah dengan tingkat kepatuhan pajak yang tinggi maupun rendah.
Beberapa data yang diperlukan :
1. Data administrasi kecamatan Samarinda.
2. Lokasi UPT di Samarinda yang menjadi titik awal rute.
3. Demografi kepadatan penduduk kota Samarinda tahun 2024.
4. Administrasi jalan kota Samarinda
Pengolahan Data
1. Analisis buffer
Metode analisis buffer diterapkan pada layer titik lokasi layanan pajak keliling dengan radius tertentu untuk menghasilkan layer polygon zona jangkauan, yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui distribusi wajib pajak yang berada di dalam dan di luar zona pelayanan.
2. Metode Overlay
Analisis overlay jalan digunakan untuk mengintegrasikan data spasial jaringan jalan dengan lokasi wajib pajak, menghasilkan layer baru yang mempermudah perencanaan rute layanan, identifikasi jalan yang sering dilewati, serta evaluasi efisiensi operasional mobil pajak keliling.
3. Site selection menggunakan data dari MAPID
Dalam penelitian ini, Site Selection MapID diterapkan untuk menganalisis distribusi kepadatan penduduk, sehingga memfasilitasi perencanaan lokasi strategis layanan pajak keliling berdasarkan potensi jangkauan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
4. Penggunakan plugin ORS pada QGIS untuk mendapatkan rute terpendek untuk mecapai titik pajak keliling
Dalam penelitian ini, plugin OpenRouteService (ORS) pada QGIS digunakan untuk menentukan rute terpendek yang dapat ditempuh mobil pajak keliling menuju setiap titik layanan. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan dan titik lokasi wajib pajak, ORS menghitung jalur optimal sehingga waktu tempuh dapat diminimalkan dan efisiensi operasional pelayanan pajak keliling meningkat.
Hasil dan Pembahasan
1. Berdasarkan hasil analisis buffer dengan rentang jarak tertentu, diperoleh lokasi yang paling sesuai untuk titik standby, sekaligus menentukan jarak terdekat dari UPTD sebagai titik awal pelayanan.
2. Berdasarkan hasil Site Selection, diperoleh informasi mengenai demografi kependudukan, di mana beberapa wilayah memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit. Meskipun demikian, layanan tetap ditempatkan secara standby di titik-titik tersebut karena warga di wilayah tersebut memiliki keterbatasan akses, baik dalam melakukan pembayaran maupun dalam memperoleh pemahaman terkait pajak.
3. Berikut ditampilkan hasil rute yang diperoleh menggunakan metode shortest path, yang menunjukkan jalur terpendek dari titik awal ke setiap lokasi layanan pajak keliling, sehingga mempermudah perencanaan rute operasional dan meningkatkan efisiensi waktu tempuh.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dalam project ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi pajak keliling dengan pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) memberikan kemudahan dalam perencanaan dan optimalisasi pelayanan. Analisis Site Selection menunjukkan wilayah dengan kepadatan penduduk yang bervariasi, termasuk area dengan jumlah penduduk rendah, tetap menjadi lokasi strategis untuk standby point karena keterbatasan akses masyarakat terhadap pembayaran dan informasi pajak.
Penggunaan analisis buffer memungkinkan penentuan zona pengaruh tiap titik layanan, sehingga dapat mengevaluasi cakupan pelayanan dan menjangkau wajib pajak yang berada di dalam maupun di luar radius layanan. Sementara itu, analisis overlay jalan memudahkan integrasi lokasi titik wajib pajak dengan jaringan jalan, sehingga perencanaan rute mobil pajak keliling dapat lebih efisien dan mengurangi waktu tempuh.
Selain itu, plugin OpenRouteService (ORS) pada QGIS digunakan untuk memperoleh rute terpendek (shortest path) dari UPTD atau titik awal ke lokasi wajib pajak, sehingga mendukung efisiensi operasional layanan. Pemanfaatan MapID sebagai media visualisasi mempermudah pemetaan, menampilkan lokasi titik pajak keliling, serta menunjukkan informasi demografi kepadatan penduduk secara jelas melalui label dan simbolisasi layer yang menonjol.
Daftar Pustaka
Susilowati, A. R. (2023). Efektivitas Pelayanan Samsat Keliling Dalam Melayani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Di Wilayah Jakarta Utara. Jurnal Ilmu pemerintahan , 138-152.