Overlay Digital: Pemanfaatan API Terbuka untuk Keperluan Sehari-hari

25 August 2026

•

By: Kalvin Reza Pratama

Halaman Depan Aplikasi Manfaatkan Open API Know Where

Latar Belakang

Seiring waktu dan berkembangnya teknologi informasi, data yang dapat diakses oleh khalayak umum semakin banyak dan mudah diakses. Kemudahan ini, jika dimanfaatkan dengan tepat, tentunya dapat membantu kehidupan dalam banyak hal yang tidak hanya dalam hal makro, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, banyak orang menghadapi pertanyaan sederhana namun sering sulit dijawab dengan cepat: “hari ini enaknya ke mana, dengan waktu dan cuaca yang ada?” Pertanyaan tersebut seringkali diajukan meskipun datanya bisa langsung diakses melalui perangkat genggam. Di luar sana, ekosistem data dan layanan geospasial terbuka (open data dan open API) kini berkembang pesat: OpenStreetMap menyediakan data lokasi publik yang terus diperbarui oleh komunitas, layanan seperti OpenRouteService menawarkan perhitungan area jangkauan (isochrone) secara gratis, dan Open-Meteo membuka akses data cuaca real-time tanpa biaya.

Potensi menggabungkan sumber-sumber terbuka ini dalam alat bantu keputusan sederhana membuat data dan informasi terbuka dapat dimanfaatkan sebagaimana dilakukannya overlay pada pemetaan konvensional: menemukan daerah paling ideal dari berbagai indikator. Pada proyek ini, dimanfaatkan ekosistem data dan layanan geospasial terbuka agar menimpa satu sama lain, menghasilkan kombinasi terbaik yang akan menjawab "ke mana kita pergi hari ini?"

Tujuan dan Manfaat

Proyek ini dikembangkan dengan tujuan memanfaatkan data dan layanan geospasial terbuka untuk membantu pengguna menentukan tempat kunjungan (taman, kafe, perpustakaan, dan ruang publik lain) yang benar-benar dapat dijangkau dalam waktu tertentu dari lokasi mereka, sekaligus mempertimbangkan kondisi cuaca terkini agar kunjungan tetap nyaman.

Manfaat yang diharapkan antara lain:

  1. 1.
    Mempercepat pengambilan keputusan “mau ke mana” tanpa perlu membuka beberapa aplikasi terpisah (peta, cuaca, pencarian tempat).
  1. 2.
    Mengurangi risiko kunjungan yang gagal karena ternyata terlalu jauh dari waktu yang tersedia, atau cuaca tidak mendukung.
  1. 3.
    Menunjukkan bahwa kombinasi data terbuka dapat menghasilkan aplikasi yang bermanfaat tanpa pengeluaran sumber daya berlebih.

Sumber Data

Nilai utama proyek ini terletak pada bagaimana beberapa sumber data dan layanan terbuka yang berdiri sendiri-sendiri dipadukan menjadi satu pengalaman yang koheren bagi pengguna.

Data Titik Fasilitas Publik: OpenStreetMap

OpenStreetMap dimanfaatkan sebagai sumber data tunggal titik amenity dan leisure (taman, kebun, taman air, taman bermain, kafe, perpustakaan) di seluruh Indonesia. Karena sifatnya yang terbuka dan terus diperbarui oleh kontributor, data ini memungkinkan cakupan yang luas tanpa proses pengadaan data komersial.

Isochrone sebagai Dasar Keputusan Waktu Tempuh: OpenRouteService

Alih-alih hanya menampilkan jarak lurus, aplikasi ini memanfaatkan layanan isochrone dari OpenRouteService untuk menghitung area yang benar-benar dapat dijangkau dalam rentang waktu tertentu (misalnya 30 menit berkendara), dengan mempertimbangkan jaringan jalan sesungguhnya. Perhitungan isochrone dilakukan dari titik pengakses (atau titik lain yang dipilih) terhadap lokasi di sekitarnya dan bukan sebaliknya, membuat penggambaran jarak aktual dan akurat.

Cuaca Real-Time sebagai Filter Kenyamanan: Open-Meteo

Data cuaca dari Open-Meteo dimanfaatkan untuk menyaring rekomendasi berdasarkan kondisi aktual di sekitar area jangkauan. Karena cuaca bersifat lokal (hujan bisa terjadi hanya di satu sisi kota), data ini diambil dari beberapa titik sampel dalam area jangkauan (grid dengan ukuran 10x10 km), bukan satu titik saja, agar variasi cuaca lokal tetap terekam dengan wajar.

Peta Dasar dan Rute: OpenFreeMap & OpenRouteService Directions

Visualisasi area jangkauan, titik rekomendasi, dan rute perjalanan ditampilkan di atas peta dasar terbuka dari OpenFreeMap, sementara rute menuju titik yang dipilih dihitung menggunakan layanan Directions dari OpenRouteService. Hal ini memberi gambaran jalur nyata sesuai jaringan jalan, bukan sekadar garis lurus antara dua titik.

Skala Proyek

Untuk menekankan pernyataan terkait kemudahan akses data terbuka pada masa kini, proyek ini direncanakan meliputi Point of Interest dalam skala nasional.

Hasil dan Kendala pada Proyek

Berdasarkan latar belakang dan tujuan yang ditentukan, dikembangkan implementasi pemanfaatan sumber data terbuka berbasis web dengan teknologi Express JS dan interface menggunakan Vite berbasis TypeScript. Aplikasi tersebut, dinamai Know Where, memanfaatkan data-data terbuka yang disebut di atas dan menampilkannya dalam visualisasi melalui dependensi MapLibre GL.

Pemanfaatan data terbuka untuk Know Where bukan tanpa batasan. Kuota layanan gratis seperti Open-Meteo dibatasi per alamat IP dan dapat habis pada hosting yang berbagi infrastruktur, sehingga aplikasi perlu dirancang agar tetap dapat menampilkan rekomendasi tempat meski data cuaca sedang tidak tersedia. Rencana pemanfaatan fitur crowdsourcing (penambahan titik oleh pengguna) dan penilaian berbasis bintang juga belum sempat diimplementasikan karena keterbatasan waktu pengembangan, dan menjadi arah pengembangan lanjutan.

Aplikasi berbasis web yang telah dikembangkan dapat diakses melalui tautan berikut.

Tampilan peta Know Where merekomendasikan satu lokasi sesuai indikator dalam mode "I'm Feeling Lucky"
Tampilan peta Know Where merekomendasikan satu lokasi sesuai indikator dalam mode "I'm Feeling Lucky"

Kesimpulan

Proyek Know Where menunjukkan bahwa kombinasi data dan layanan geospasial terbuka — data lokasi dari OpenStreetMap, isochrone dan rute dari OpenRouteService, cuaca dari Open-Meteo, peta dasar dari OpenFreeMap, hingga konteks visual dari Wikipedia dan Wikimedia Commons — dapat dimanfaatkan bersama untuk membangun alat bantu keputusan yang praktis dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, tanpa memerlukan biaya lisensi data yang besar. Pendekatan ini membuka peluang serupa untuk kasus penggunaan lain yang membutuhkan kombinasi lokasi, waktu tempuh, dan kondisi lingkungan secara real-time.

Sumber dan Referensi

  • OpenStreetMap contributors
  • OpenRouteService
  • Open-Meteo
  • OpenFreeMap

Data Publications

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Climate & Disaster

28 Sep 2026

•

Reggie Anjlina

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Pemetaan kerawanan longsor Bandung Raya berbasis Random Forest, penginderaan jauh, dan SIG melalui WebGIS interaktif untuk mendukung mitigasi bencana.

41 min read

•

59 view

Prediksi Pertumbuhan Kawasan Terbangun untuk Mengidentifikasi Wilayah Prioritas Pengembangan Layanan Publik di Bandung Raya

City Planning

28 Sep 2026

•

Reza Isnawati

Prediksi Pertumbuhan Kawasan Terbangun untuk Mengidentifikasi Wilayah Prioritas Pengembangan Layanan Publik di Bandung Raya

Penelitian ini memprediksi pertumbuhan kawasan terbangun dan jumlah penduduk di Wilayah Metropolitan Bandung Raya hingga tahun 2029. Mengintegrasikan pemodelan prediktif Cellular Automata Artificial Neural Network (CA-ANN), proyeksi demografi CAGR, serta analisis jangkauan Network Analysis, studi ini mengidentifikasi kesenjangan aksesibilitas spasial fasilitas pendidikan dan kesehatan berdasarkan SNI 03-1733-2004. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi empat tipologi arahan strategi kawasan guna merespons ketimpangan fasilitas publik dan mengendalikan pemekaran kota (urban sprawl) secara terarah.

34 min read

•

54 view

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

•

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

•

579 view

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Retail

04 Sep 2026

•

Aditya Jaelawijaya

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Pertumbuhan sektor properti dan permukiman di Kota Tangerang Selatan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk perbaikan rumah (home improvement) dan bahan bangunan. Namun, penentuan lokasi gerai ritel modern kerap dihadapkan pada ketidakpastian spasial dan risiko kegagalan investasi akibat keterbatasan analisis konvensional yang tidak mempertimbangkan interaksi keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal bagi ekspansi gerai ritel bahan bangunan dan peralatan rumah tangga di Kota Tangerang Selatan dengan memanfaatkan pendekatan Location Analytics berbasis Multi-Criteria Spatial Scoring pada platform GEO MAPID. Metode yang digunakan mengintegrasikan variabel jaringan jalan primer (arteri/kolektor utama), sebaran permukiman dan ruko komersial, kluster sebaran toko kompetitor eksisting, serta pemodelan Point of Interest (POI) dan data demografi melalui fitur SINI GEO MAPID ke dalam agregasi grid heksagon berstandar H3. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona kesesuaian sangat tinggi (high suitability) terkonsentrasi secara linier di sepanjang koridor jalan arteri utama, khususnya pada kluster Paku Jaya – Serpong Utara, koridor Pondok Aren – Bintaro, dan simpul Ciputat – Pamulang. Area-area tersebut memiliki nilai aksesibilitas prima, visibilitas tinggi, serta kepadatan demografi konsumen hunian yang masif. Pendekatan spatial scoring heksagon pada GEO MAPID terbukti efektif memetakan potensi pasar mikro secara presisi, meminimalkan risiko kanibalisasi gerai, dan memberikan rekomendasi lokasi ekspansi bisnis ritel yang berbasis data spasial komprehensif.

17 min read

•

363 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at