Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya
Abstrak
Pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung strategi ekspansi gerai HokBen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi potensial untuk ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya dengan mempertimbangkan aspek land suitability dan market opportunity suitability. Data yang digunakan meliputi data Point of Interest (POI) dan demografi yang diperoleh secara daring. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan metode weighted overlay melalui QGIS. Setiap parameter diberikan skor dan bobot berdasarkan tingkat pengaruhnya, kemudian diolah menggunakan Raster Calculator untuk menghasilkan land suitability dan market opportunity suitability. Kedua hasil tersebut selanjutnya diintegrasikan untuk memperoleh nilai kesesuaian lokasi akhir. Lokasi dengan nilai kesesuaian tinggi kemudian dipertimbangkan berdasarkan harga lahan dari Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN, sehingga diperoleh empat lokasi potensial di sekitar Masjid Baitun-Nur Surabaya, Klinik Wisma Husada, Rumah Sakit Islam Darus Syifa, dan Masjid Sultan Agung, Romokalisari. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan GEO MAPID menggunakan fitur Site Selection dan menunjukkan kecenderungan yang konsisten, dengan lokasi potensial berada pada area yang memiliki tingkat kesesuaian relatif tinggi. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal dalam mendukung pertimbangan ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya.
Kata kunci: HokBen; site selection; land suitability; market opportunity; MCDA.
1. Pendahuluan
Ekspansi gerai Food and Beverage (FnB) merupakan salah satu keputusan strategis yang sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi. Lokasi yang tepat dapat mendukung keterjangkauan konsumen, meningkatkan potensi kunjungan, serta memperluas jangkauan pasar, sedangkan pemilihan lokasi yang kurang tepat dapat menyebabkan potensi pasar tidak optimal. Bagi HokBen sebagai salah satu merek restoran yang berfokus pada makanan Jepang bergaya bento, pemilihan lokasi ekspansi perlu mempertimbangkan karakteristik target konsumen dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Penelitian mengenai target audiens HokBen menunjukkan bahwa kelompok konsumen didominasi oleh usia muda, khususnya kelompok usia 18–23 tahun, serta konsumen perempuan. Selain itu, konsumen juga memiliki kecenderungan mengonsumsi HokBen bersama keluarga maupun teman.
Dalam menentukan lokasi gerai baru, keberadaan konsumen potensial bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Keberadaan fasilitas pendidikan, transportasi, hotel dan penginapan, serta kondisi lingkungan dan kompetitor dapat menjadi indikator yang menggambarkan aktivitas dan potensi pasar suatu wilayah. Di sisi lain, keberadaan fasilitas seperti tempat pembuangan sampah serta restoran dengan karakteristik makanan Jepang dapat menjadi faktor pembatas karena berpotensi memengaruhi kenyamanan lingkungan maupun meningkatkan persaingan antar-gerai. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis spasial yang mampu mengintegrasikan berbagai parameter tersebut dalam proses pemilihan lokasi.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menentukan wilayah yang memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi untuk menjadi lokasi ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya berdasarkan kombinasi karakteristik pasar, aktivitas di sekitar lokasi, aksesibilitas, serta faktor pembatas. Pendekatan Location Intelligence melalui Site Selection dan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) digunakan untuk mengolah dan menggabungkan berbagai parameter ke dalam suatu nilai kesesuaian lokasi. Dalam project ini, parameter diberi skor dan bobot dengan total bobot 100 agar setiap faktor dapat diintegrasikan secara terukur dalam proses analisis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan kandidat lokasi ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya berdasarkan tingkat kesesuaian spasial. Hasil akhir berupa peta Site Selection dan Top 10 Grid dengan skor tertinggi yang dapat digunakan sebagai shortlist awal lokasi potensial untuk ekspansi. Selanjutnya, kandidat tersebut dapat menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut, termasuk mempertimbangkan kondisi aktual dan harga lahan sebelum menentukan lokasi ekspansi final.
2. Metode Penelitian
2.1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan cakupan analisis pada wilayah perkotaan Kota Surabaya. Wilayah ini dipilih sebagai lokasi studi untuk mengidentifikasi kandidat lokasi ekspansi gerai HokBen berdasarkan karakteristik pasar, aktivitas kawasan, aksesibilitas, dan faktor pembatas yang tersedia dalam data spasial GEO MAPID.
Dalam analisis, Kota Surabaya dibagi ke dalam grid heksagon berukuran 750 meter yang merepresentasikan jarak berjalan sekitar 10 menit sebagai unit analisis untuk menentukan tingkat kesesuaian setiap wilayah terhadap rencana ekspansi gerai HokBen.
2.2. Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan merupakan data dan informasi yang diperoleh secara daring. Variabel penelitian dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu kesesuaian lahan (land suitability) dan market opportunity suitability. Pada masing-masing kelompok skoring, digunakan faktor pendefinisi dan faktor limitasi sebagai dasar dalam menentukan tingkat kesesuaian.
Kesesuaian lahan menggunakan kriteria yang berfokus pada aksesibilitas dan kerawanan bencana. Sementara itu, kriteria lahan lindung/budidaya dan kelerengan tidak dimasukkan sebagai kriteria spasial karena berdasarkan kondisi wilayah studi, terdapat kawasan lindung dan karakteristik kelerengan Kota Surabaya relatif datar. Kriteria dan skoring yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan ditampilkan pada tabel berikut.
Kese
Kemudian, skoring variabel market opportunity suitability yang menggunakan kriteria spasial yang berfokus pada kependudukan dan lokasi outlet hokben lainnya atau lokasi kompetitor. Tujuan dari skoring ini untuk mengetahui peluang pasar yang disesuaikan segmentasi pasar dari Hokben. Tabel skoring market opportunity suitability ditampilkan pada tabel berikut.
Mark
Note: Penghitungan kelompok usia dilakukan dengan perhitungan poin sebagai berikut
Poin yang didapatkan akan dijumlahkan pada setiap kecamatan untuk dibagi menjadi 4 kategori, yaitu sangat tinggi (≥ 253.670), tinggi (175.843 – < 253.670), sedang (142.406 – < 175.843), dan rendah (< 142.406).
2.3. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan pendekatan weighted overlay untuk menentukan kesesuaian lokasi ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya. Pengolahan dan analisis spasial dilakukan menggunakan QGIS melalui fungsi Raster Calculator.
Tahap awal dilakukan dengan skoring dan pembobotan setiap parameter berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap kesesuaian lokasi. Parameter kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu land suitability dan market opportunity suitability. Selanjutnya, parameter pada masing-masing kelompok diolah menggunakan Raster Calculator untuk menghasilkan nilai land suitability dan market opportunity suitability. Kedua hasil tersebut kemudian dikombinasikan kembali menggunakan Raster Calculator dengan bobot masing-masing kelompok untuk menghasilkan nilai kesesuaian lokasi akhir.
Hasil kesesuaian lokasi selanjutnya dibandingkan dengan informasi harga lahan yang diperoleh dari Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN. Perbandingan ini dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki nilai kesesuaian tinggi sekaligus harga lahan yang relatif lebih rendah. Berdasarkan kedua pertimbangan tersebut, dipilih 3 lokasi potensial sebagai rekomendasi kandidat ekspansi gerai HokBen.
3. Hasil
3.1. Hasil
3.1.1. Hasil Tahap 1 (Land Suitability - Raster Kalkulator)
Hasil Raster Calculator pada tahap land suitability menunjukkan adanya variasi tingkat kesesuaian lahan di Kota Surabaya. Warna hijau menunjukkan wilayah dengan nilai kesesuaian yang relatif tinggi, sedangkan warna merah menunjukkan wilayah dengan nilai kesesuaian yang relatif rendah berdasarkan parameter yang digunakan dalam analisis.
Secara spasial, nilai kesesuaian yang lebih tinggi terlihat tersebar terutama pada beberapa bagian wilayah tengah Kota Surabaya, sedangkan nilai kesesuaian yang lebih rendah terlihat pada beberapa area di bagian barat laut, timur, hingga tenggara kota. Pola tersebut menunjukkan bahwa kesesuaian lahan tidak tersebar secara merata pada seluruh wilayah penelitian.
Area berwarna hijau menjadi wilayah yang lebih mendukung secara aspek lahan berdasarkan parameter yang telah ditentukan, sementara area berwarna merah memiliki lebih banyak kondisi yang menjadi faktor pembatas. Hasil ini selanjutnya digunakan sebagai salah satu komponen dalam analisis akhir, yang akan dikombinasikan dengan market opportunity suitability menggunakan Raster Calculator untuk memperoleh nilai kesesuaian lokasi ekspansi gerai HokBen.
3.1.2. Hasil Tahap 1 (Market Opportunity Suitability - Raster Kalkulator)
Hasil Raster Calculator pada kelompok market opportunity suitability menunjukkan adanya variasi potensi pasar di Kota Surabaya. Warna hijau menunjukkan tingkat peluang pasar yang lebih tinggi, sedangkan warna merah menunjukkan tingkat peluang pasar yang lebih rendah berdasarkan akumulasi skor dari parameter market opportunity yang digunakan.
Secara spasial, area dengan market opportunity yang lebih tinggi terlihat tersebar pada beberapa bagian wilayah Surabaya, sementara area dengan skor rendah membentuk beberapa titik konsentrasi yang ditunjukkan oleh warna merah. Pola tersebut menunjukkan bahwa potensi pasar tidak tersebar secara merata dan dipengaruhi oleh kombinasi karakteristik demografi serta keberadaan POI yang digunakan dalam analisis.
Hasil ini kemudian digunakan bersama dengan land suitability untuk memperoleh kesesuaian lokasi akhir. Dengan demikian, suatu wilayah tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi lahannya, tetapi juga berdasarkan besarnya peluang pasar yang tersedia bagi ekspansi gerai HokBen.
3.1.3. Hasil Tahap 2 (Kombinasi Raster Kalkulator)
3.1.4. Pemilihan Lokasi Potensial Berdasarkan Penilaian Lahan dan Harga Lahan
Hasil analisis land suitability dan market opportunity suitability menghasilkan beberapa area yang memiliki nilai kesesuaian relatif tinggi sebagai kandidat lokasi ekspansi gerai HokBen. Area dengan nilai kesesuaian tinggi kemudian dipertimbangkan berdasarkan harga lahan di sekitarnya melalui Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN. Informasi harga lahan digunakan sebagai pertimbangan tambahan untuk melihat potensi lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian tinggi sekaligus harga lahan yang relatif lebih terjangkau.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat empat area potensial (ditandai warna kuning) yang berada di sekitar landmark atau fasilitas utama, yaitu area sekitar Masjid Baitun-Nur Surabaya, area sekitar Klinik Wisma Husada, area sekitar Rumah Sakit Islam Darus Syifa, dan area sekitar Masjid Sultan Agung, Romokalisari. Keempat area tersebut kemudian ditinjau berdasarkan informasi harga lahan yang tersedia pada Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN.
Area sekitar Masjid Baitun-Nur Surabaya memiliki kisaran harga lahan sekitar Rp10–20 juta/m², sedangkan area di bagian belakangnya memiliki kisaran harga sekitar Rp2–5 juta/m². Area sekitar Klinik Wisma Husada dan Rumah Sakit Islam Darus Syifa memiliki kisaran harga lahan sekitar Rp2–10 juta/m². Sementara itu, area sekitar Masjid Sultan Agung, Romokalisari memiliki kisaran harga lahan sekitar Rp2–5 juta/m². Keempat area tersebut selanjutnya menjadi kandidat lokasi potensial yang dipertimbangkan berdasarkan hasil kesesuaian lokasi dan kondisi harga lahan di masing-masing area.
3.1.5. Perbandingan Hasil Analisis Kesesuaian Lahan melalui GeoMapid
Setelah mendapatkan lokasi lahan yang berpotensial, dilakukan analisis kembali melalui GEO MAPID dengan kriteria yang ditampilkan di bawah. Analisis ini dilakukan untuk membandingkan hasil pemilihan lokasi yang diperoleh melalui pengolahan QGIS dengan hasil analisis berbasis GEO MAPID menggunakan kriteria yang telah ditentukan.
Berdasarkan kriteria di atas, analisis dilakukan menggunakan fitur SINI Site Selection pada GEO MAPID. Hasil analisis kemudian divisualisasikan dalam bentuk grid dengan radius/jangkauan 750 meter, yang digunakan untuk merepresentasikan area yang dapat dijangkau dalam waktu berjalan sekitar 10 menit. Hasil visualisasi tersebut ditampilkan pada gambar berikut.
Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua hasil analisis. Lokasi-lokasi potensial yang diperoleh dari analisis sebelumnya cenderung berada pada area yang ditunjukkan dengan warna hijau pada hasil analisis GEO MAPID, yang menunjukkan tingkat kesesuaian yang relatif lebih tinggi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil pemilihan lokasi melalui pengolahan QGIS memiliki kecenderungan yang konsisten dengan hasil analisis GEO MAPID. Dengan demikian, analisis menggunakan GEO MAPID dapat memberikan validasi tambahan terhadap lokasi potensial yang telah diperoleh melalui analisis sebelumnya.
3.2. Pembahasan
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lokasi untuk ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya dipengaruhi oleh kombinasi antara kondisi lahan dan peluang pasar. Pada aspek land suitability, wilayah dengan skor lebih tinggi menunjukkan kondisi yang lebih mendukung berdasarkan parameter aksesibilitas dan faktor pembatas yang digunakan. Sementara itu, market opportunity suitability menggambarkan wilayah yang memiliki potensi pasar lebih tinggi berdasarkan karakteristik demografi dan keberadaan berbagai Point of Interest (POI) yang relevan dengan aktivitas dan target konsumen HokBen.
Penggabungan kedua kelompok tersebut melalui Raster Calculator menghasilkan nilai kesesuaian lokasi akhir pada setiap grid. Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah dengan peluang pasar yang tinggi belum tentu memiliki tingkat kesesuaian lahan yang sama tinggi, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, integrasi kedua aspek diperlukan untuk memperoleh lokasi yang tidak hanya memiliki potensi konsumen, tetapi juga kondisi lokasi yang mendukung pengembangan gerai.
Berdasarkan hasil kesesuaian tersebut, kandidat lokasi kemudian dipertimbangkan bersama informasi harga lahan dari Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN. Pertimbangan harga lahan digunakan untuk melihat alternatif lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian tinggi dengan biaya lahan yang relatif lebih rendah. Pendekatan ini memberikan pertimbangan tambahan dalam proses pemilihan lokasi, sehingga rekomendasi tidak hanya didasarkan pada nilai kesesuaian spasial, tetapi juga pada aspek ekonomi lahan.
Berdasarkan kombinasi nilai kesesuaian lokasi dan harga lahan, diperoleh beberapa lokasi potensial untuk ekspansi gerai HokBen, yaitu area sekitar Masjid Baitun-Nur Surabaya, area sekitar Klinik Wisma Husada, area sekitar Rumah Sakit Islam Darus Syifa, dan area sekitar Masjid Sultan Agung, Romokalisari. Keempat lokasi tersebut menjadi kandidat awal yang dinilai memiliki potensi berdasarkan kesesuaian lahan, peluang pasar, serta kondisi harga lahan di sekitarnya. Area sekitar Masjid Baitun-Nur memiliki kisaran harga lahan Rp10–20 juta/m², dengan area di belakangnya sekitar Rp2–5 juta/m². Sementara itu, area sekitar Klinik Wisma Husada dan Rumah Sakit Islam Darus Syifa memiliki kisaran harga Rp2–10 juta/m², sedangkan area sekitar Masjid Sultan Agung, Romokalisari berada pada kisaran Rp2–5 juta/m². Keempat lokasi tersebut selanjutnya dapat menjadi alternatif yang dipertimbangkan dalam menentukan prioritas ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya, dengan tetap memerlukan verifikasi kondisi lokasi secara langsung sebelum keputusan investasi dilakukan.
Hasil pemilihan lokasi kemudian dibandingkan dengan analisis menggunakan GEO MAPID melalui fitur Site Selection. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis QGIS dan GEO MAPID. Lokasi-lokasi potensial yang diperoleh melalui analisis sebelumnya cenderung berada pada area dengan warna hijau pada hasil analisis GEO MAPID, yang menunjukkan tingkat kesesuaian yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi antara hasil analisis yang dilakukan melalui QGIS dengan hasil analisis menggunakan GEO MAPID, sehingga hasil tersebut dapat menjadi validasi tambahan terhadap lokasi potensial yang telah diperoleh.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1. Kesimpulan
Penelitian ini menghasilkan analisis pemilihan lokasi potensial untuk ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya dengan mengintegrasikan aspek land suitability dan market opportunity suitability menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Masing-masing parameter diberikan skor dan bobot berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap potensi lokasi, kemudian diolah menggunakan Raster Calculator pada QGIS untuk menghasilkan nilai kesesuaian lokasi akhir.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lokasi di Kota Surabaya memiliki pola spasial yang beragam. Integrasi antara kondisi lahan dan peluang pasar menghasilkan beberapa wilayah dengan nilai kesesuaian yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Selanjutnya, hasil tersebut dipertimbangkan bersama harga lahan dari Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN untuk memperoleh alternatif lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian tinggi dengan harga lahan yang relatif lebih rendah.
Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh empat lokasi potensial untuk ekspansi gerai HokBen, yaitu area sekitar Masjid Baitun-Nur Surabaya, area sekitar Klinik Wisma Husada, area sekitar Rumah Sakit Islam Darus Syifa, dan area sekitar Masjid Sultan Agung, Romokalisari. Keempat lokasi tersebut dapat digunakan sebagai kandidat awal dalam pertimbangan ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya dengan mempertimbangkan hasil kesesuaian lokasi dan harga lahan di masing-masing area.
Hasil pemilihan lokasi kemudian dibandingkan dengan analisis menggunakan GEO MAPID melalui fitur Site Selection. Perbandingan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis QGIS dan GEO MAPID. Keempat lokasi potensial yang diperoleh cenderung berada pada area dengan tingkat kesesuaian tinggi yang ditunjukkan oleh warna hijau pada hasil analisis GEO MAPID. Hal ini menunjukkan bahwa hasil analisis memiliki kecenderungan yang konsisten meskipun menggunakan pendekatan dan platform analisis yang berbeda.
4.1. Saran
Analisis ini masih merupakan tahap awal dalam proses pemilihan lokasi, sehingga empat lokasi potensial yang diperoleh perlu divalidasi lebih lanjut sebelum digunakan sebagai dasar keputusan investasi. Hasil analisis menggunakan QGIS juga telah dibandingkan dengan GEO MAPID dan menunjukkan kecenderungan yang konsisten, namun validasi tetap perlu dilakukan melalui survei lapangan untuk memastikan kondisi aktual lokasi, aksesibilitas, lingkungan sekitar, ketersediaan lahan, serta aktivitas masyarakat pada masing-masing lokasi potensial.
Selain itu, harga lahan yang diperoleh dari Peta Interaktif BHUMI ATR/BPN perlu dikonfirmasi kembali dengan kondisi pasar dan harga aktual di lapangan. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan parameter tambahan seperti luas dan ketersediaan lahan, biaya sewa atau akuisisi, visibilitas lokasi, akses kendaraan, serta estimasi potensi penjualan. Penggunaan GEO MAPID juga dapat dikembangkan sebagai alat pembanding atau validasi dalam analisis spasial. Dengan penambahan aspek tersebut, proses pemilihan lokasi ekspansi HokBen dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Daftar Pustaka
Ann A (2022) Analisis Pemasaran Hoka Hoka Bento. Available at: (Accessed: 30 August 2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (n.d.) InaRISK. Available at: (Accessed: 30 August 2026).
Badan Pusat Statistik Kota Surabaya (2025) Kota Surabaya dalam Angka 2025. Surabaya: Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. Available at: (Accessed: 30 August 2026).
HokBen (n.d.) Outlet HokBen. Available at: (Accessed: 30 August 2026).
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (n.d.) BHUMI ATR/BPN. Available at: (Accessed: 30 August 2026).