Abstrak
Latar Belakang
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan individu. Tingginya prevalensi karies gigi, penyakit periodontal, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin menyebabkan kebutuhan layanan kesehatan gigi terus meningkat (Rosidah et al., 2020). Pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik gigi menjadi kebutuhan yang penting untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kabupaten Bekasi sebagai wilayah penyangga DKI Jakarta mengalami pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perkembangan kawasan industri yang pesat, sehingga kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas juga semakin meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan fasilitas kesehatan gigi untuk meningkatkan aksesibilitas layanan, memperluas jangkauan pelayanan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Selain ketersediaan fasilitas, lokasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan gigi. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperluas jangkauan layanan, serta mendukung efisiensi operasional klinik (Adnyana et al., 2019). Kondisi lokasi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat merupakan kriteria utama dalam pemilihan lokasi fasilitas kesehatan yang optimal (Ashari, 2021). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) memungkinkan analisis spasial berbagai parameter keruangan untuk menentukan lokasi pembangunan klinik gigi yang paling sesuai. Klinik yang berada di kawasan padat penduduk dan memiliki akses transportasi yang baik berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan pasien serta mendukung keberlanjutan investasi fasilitas kesehatan. Sebaliknya, hambatan geografis, keterbatasan transportasi, dan kurangnya ketersediaan layanan masih menjadi faktor yang menghambat masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara optimal.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu penelitian untuk menganalisis lokasi strategis pengembangan klinik gigi di Kabupaten Bekasi dengan mempertimbangkan aspek demografi, aksesibilitas jalan, kedekatan terhadap fasilitas kesehatan yang telah ada, pusat permukiman, serta kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi lokasi yang objektif dan berbasis data spasial sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan merata di Kabupaten Bekasi.
Metode Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada wilayah bagian utara Provinsi Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan wilayah metropolitan DKI Jakarta. Secara astronomis, Kabupaten Bekasi berada pada kisaran 5°54'–6°30' Lintang Selatan (LS) dan 106°48'–107°27' Bujur Timur (BT). Wilayah penelitian mencakup seluruh kawasan administratif Kabupaten Bekasi yang terdiri atas beberapa kecamatan dengan karakteristik penggunaan lahan, kepadatan penduduk, pola permukiman, serta tingkat perkembangan wilayah yang beragam. Pemilihan Kabupaten Bekasi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada perkembangan wilayah yang relatif pesat, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya fasilitas kesehatan gigi.
Variabel Penelitian
Penelitian ini menggunakan variabel berupa kumpulan data yang diperoleh dari GEO MAPID serta berbagai sumber data geospasial lainnya.
-
1.Parameter Point of Interest (POI) : Parameter POI meliputi berbagai fasilitas publik seperti halte, sekolah, kawasan permukiman, dan pusat perbelanjaan. (GEO MAPID)
-
2.Parameter Demografi : Aspek demografi meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan persebaran penduduk usia yang berpotensi untuk perawatan gigi. (GEO MAPID)
-
3.Data Lokasi Eksisting Klinik Gigi (GEO MAPID)
-
4.Jaringan Jalan (OSM)
-
5.Area Permukiman (OSM)
Metode Penelitian
Analisis spasial dilakukan melalui metode Site selection dan Spatial Overlay untuk mengidentifikasi lokasi yang paling potensial bagi pembangunan Kliniki Gigi. Pendekatan multi-kriteria tersebut digunakan untuk mengevaluasi dan mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat kesesuaiannya terhadap pembangunan Kliniki Gigi. Setelah diperoleh wilayah dengan tingkat kesesuaian yang tinggi, tahap berikutnya dilakukan analisis aksesibilitas menggunakan Metode Isokron. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui cakupan wilayah yang dapat dijangkau dari lokasi kandidat berdasarkan waktu tempuh tertentu. Selanjutnya, informasi mengenai tingkat kesesuaian lokasi dan aksesibilitas dikombinasikan untuk melakukan penilaian akhir sehingga dapat diperoleh alternatif lokasi yang memiliki potensi paling baik untuk pembangunan Kliniki Gigi di Kab. Bekasi.
Hasil dan Pembahasan
Kondisi eksisting dan pola persebaran klinik gigi di Kabupaten Bekasi perlu diketahui sebagai gambaran awal dalam menilai ketersediaan pelayanan kesehatan gigi di wilayah penelitian. Persebaran fasilitas tersebut menunjukkan wilayah yang telah memiliki konsentrasi pelayanan maupun wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap klinik gigi. Informasi mengenai lokasi klinik eksisting menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan area yang berpotensi untuk pembangunan klinik gigi baru melalui analisis site selection, sehingga rekomendasi lokasi yang dihasilkan dapat mempertimbangkan kebutuhan pelayanan sekaligus kondisi fasilitas yang telah tersedia.
Berdasarkan peta persebaran klinik gigi eksisting di Kabupaten Bekasi, terlihat bahwa distribusi fasilitas kesehatan gigi belum merata di seluruh wilayah. Titik-titik klinik cenderung membentuk konsentrasi yang lebih tinggi pada bagian barat hingga barat daya serta wilayah tengah Kabupaten Bekasi, sementara pada beberapa wilayah bagian utara dan timur jumlah fasilitas terlihat relatif lebih sedikit dan tersebar. Pola tersebut menunjukkan adanya kecenderungan pemusatan fasilitas klinik gigi pada kawasan yang memiliki perkembangan permukiman dan aktivitas masyarakat yang lebih tinggi. Dengan demikian, analisis terhadap persebaran klinik eksisting dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi yang lebih optimal melalui analisis site selection.
Hasil analisis Site Selection menunjukkan bahwa lokasi Babelan menempati peringkat pertama dengan tingkat kesesuaian “Sangat Sesuai” untuk pengembangan klinik gigi baru di Kabupaten Bekasi. Tingginya tingkat kesesuaian tersebut dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor spasial yang mendukung, seperti kedekatan dengan kawasan permukiman berpenduduk padat yang berpotensi menjadi pasar utama layanan kesehatan gigi, aksesibilitas yang baik terhadap jaringan jalan dan sarana transportasi, serta relatif rendahnya jumlah klinik gigi yang telah beroperasi di sekitar lokasi. Kondisi ini memberikan peluang yang besar bagi klinik baru untuk menjangkau masyarakat secara optimal sekaligus mengurangi potensi persaingan langsung dengan fasilitas kesehatan sejenis yang sudah ada.
Selain Babelan, wilayah Sumberjaya dan Villa Bekasi Indah juga termasuk dalam kategori “Sangat Sesuai” dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif lokasi pembangunan klinik gigi. Kedua wilayah tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Babelan, terutama dari aspek kepadatan penduduk, kemudahan akses, dan ketersediaan pasar potensial. Keberadaan kawasan permukiman yang terus berkembang di wilayah tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Di samping itu, tingkat persaingan yang masih relatif rendah dibandingkan kawasan lain di Kabupaten Bekasi menjadi faktor pendukung yang meningkatkan nilai kesesuaian lokasi.
Hasil overlay antara data area permukiman dan jaringan jalan dengan hasil site selection menunjukkan bahwa lokasi dengan tingkat kesesuaian tinggi umumnya berada pada wilayah yang memiliki kepadatan permukiman yang cukup tinggi serta didukung oleh aksesibilitas yang baik. Area permukiman digunakan sebagai representasi konsentrasi calon pengguna layanan kesehatan gigi, sehingga wilayah dengan jumlah penduduk yang lebih besar memiliki potensi permintaan layanan yang lebih tinggi. Sementara itu, jaringan jalan berperan sebagai faktor aksesibilitas yang memengaruhi kemudahan masyarakat dalam menjangkau fasilitas kesehatan. Integrasi kedua variabel tersebut menghasilkan wilayah-wilayah yang tidak hanya memiliki potensi pasar yang besar, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai arah. Lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian tinggi belum tentu mampu memberikan pelayanan yang optimal apabila akses masyarakat menuju lokasi tersebut terbatas. Oleh sebab itu, analisis isochrone dilakukan sebagai tahap lanjutan untuk mengevaluasi jangkauan pelayanan klinik gigi berdasarkan waktu tempuh, sehingga lokasi yang direkomendasikan tidak hanya sesuai secara spasial tetapi juga mudah dijangkau oleh masyarakat.
Hasil analisis aksesibilitas menggunakan metode isochrone dengan waktu tempuh 10 menit berkendara menunjukkan bahwa lokasi dengan tingkat kesesuaian sangat sesuai, memiliki cakupan pelayanan yang relatif luas. Area yang dapat dijangkau dalam rentang waktu tersebut mencakup berbagai kawasan di sekitarnya, yang mengindikasikan bahwa lokasi ini didukung oleh konektivitas jaringan jalan yang baik. Tingkat keterjangkauan yang tinggi tersebut memungkinkan masyarakat dari berbagai wilayah untuk mengakses lokasi dengan lebih mudah dan efisien. Oleh karena itu, ketiga lokasi ini dijadikan prioritas utama untuk membangun klinik gigi yang baru. Hal tersebut dinilai memiliki prospek yang baik untuk pengembangan klinik gigi karena tidak hanya berada pada lokasi yang strategis, tetapi juga mampu melayani area yang cukup luas melalui akses transportasi yang memadai.
Kesimpulan
Persebaran klinik gigi eksisting di Kabupaten Bekasi masih menunjukkan pola yang belum merata. Konsentrasi klinik cenderung berada pada wilayah barat, barat daya, dan sebagian wilayah tengah Kabupaten Bekasi, sedangkan beberapa wilayah lainnya masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk pengembangan fasilitas kesehatan gigi baru pada wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Analisis site selection yang dilakukan dengan mempertimbangkan faktor kedekatan terhadap permukiman, aksesibilitas jaringan jalan, serta keberadaan klinik gigi eksisting menghasilkan beberapa lokasi dengan tingkat kesesuaian tertinggi. Hasil rekomendasi lokasi 1 Babelan menempati peringkat pertama dengan kategori “Sangat Sesuai”, diikuti oleh Sumberjaya dan Villa Bekasi Indah sebagai lokasi alternatif yang juga memiliki tingkat kesesuaian yang sangat tinggi. Ketiga lokasi tersebut memiliki karakteristik yang mendukung pengembangan klinik gigi, yaitu berada di sekitar kawasan permukiman yang berkembang, memiliki akses yang baik, dan relatif belum mengalami tingkat persaingan yang tinggi.
Hasil overlay antara area permukiman dan jaringan jalan memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian tinggi umumnya berada pada wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup besar dan didukung oleh aksesibilitas yang baik. Dengan demikian, Babelan, Sumberjaya, dan Villa Bekasi Indah direkomendasikan sebagai lokasi yang paling potensial untuk pembangunan klinik gigi baru di Kabupaten Bekasi, karena tidak hanya memenuhi aspek kesesuaian spasial, tetapi juga memiliki tingkat aksesibilitas yang baik sehingga berpotensi meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.
Daftar Pustaka
Adnyana, I. M., dkk. (2019). Analisis Aksesibilitas Pemilihan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Peserta JKN Mandiri di Kabupaten Badung Tahun 2016 Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Archive of Community Health, 6(1).
Ashari, T. (2021). Pemilihan Lokasi Pembangunan Klinik dengan Metode Analytical Hierarchy Process Didukung Sistem Informasi Geografis. Journal of Information Technology, 3(2), 14–19. https://doi.org/10.47292/joint.v3i2.62
MAPID. (2026). GEO MAPID Platform Documentation & Site Selection Engine Guide. Jakarta: PT Mapid Teknologi Indonesia. https://mapid.co.id
Rosidah, N. E., Nurbayani, S., Barus, A., Sofian, R., & Purnama, T. (2020). Kebutuhan Perawatan Gigi dan Mulut pada Pasien Lansia di Poliklinik Pertamedika Bekasi Periode Januari–Maret Tahun 2020. JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.36082/jdht.v1i1.115