Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

23 August 2021

By: Darius Darwin

Open Data

Pemetaan Resiko Penyebaran COVID-19 karena pelanggaran protokol 5M di Kota Bandung

Open Project

Pemetaan Resiko Penyebaran Covid-19 karena pelanggaran protokol 5M di Kota Bandung

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung
Protokol 5M, merupakan salah satu langkah dalam pencegahan pandemi COVID-19. Tetapi, belakangan ini protokol kesehatan tersebut mulai longgar dan tidak dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia, sehingga menyebabkan lonjakan kasus COVID-19. Khusus nya di Kota Bandung yang memiliki lonjakan kasus positif tinggi dan Bed Occupacy Rate di ruang isolasi diatas 91%

Pandemi Covid-19 yang sudah melanda Negara Indonesia selama hampir dua tahun, telah menyebabkan berbagai masalah di berbagai sektor masyarakat. Tidak luput juga Kota Bandung, kota terbesar ketiga menurut jumlah penduduk di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya.

Pada bulan Juni-Juli, Indonesia mencapai puncak tertinggi kasus harian Covid-19 sejak Maret 2020, dengan kasus harian tertinggi 34.379 kasus (per 8 Juli 2021). Salah satu nya yang mengalami kenaikan signifikan adalah Kota Bandung, kota yang berpenduduk sebanyak 2.444.160 jiwa (Sumber : https:/https://bandungkota.bps.go.id/ Bandung mencatatkan jumlah kasus aktif tertinggi dengah 6.425 kasus aktif (per 8 Agustus 2021, sumber: https://covid19.bandung.go.id/).

5 Lonjakan kasus aktif tertinggi (bulan Juni-Agustus 2021) terdapat di :

1. Kecamatan Kiaracondong (628 kasus aktif)

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

2. Kecamatan Bojongloa Kaler (607 kasus aktif)

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

3. Kecamatan Antapani (587 kasus aktif)

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

4. Kecamatan Rancasari (570 kasus aktif)

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

5. Kecamatan Coblong (542 kasus aktif)

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung
  • Protokol Kesehatan 5M

Protokol kesehatan 5M merupakan sebuah aturan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dan bertujuan untuk memutus penyebaran Covid-19 serta menjadi pedoman dasar dalam berkegiatan pada era pandemi di tengah masyarakat. Protokol kesehatan 5M terdiri dari :

  1. 1.
    Mencuci Tangan
  1. 2.
    Menggunakan masker
  1. 3.
    Menjaga jarak
  1. 4.
    Menjauhi kerumuman
  1. 5.
    Mengurangi mobilitas

Meskipun protokol dijadikan aturan dan pedoman dasar dalam berkegiatan di masa pandemi ini, masih terdapat masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan ini. Berikut data monitoring kepatuhan protokol kesehatan di Jawa Barat (sumber : Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Tingkat Nasional).

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

  1. 1.
    Membuat peta risiko penyebaran Covid-19 karena pelanggaran protokol kesehatan 5M di Kota Bandung
  1. 2.
    Meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bandung dalam menjalankan protokol kesehatan 5M
  1. 3.
    Peta risiko sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan penanganan Covid-19 di Kota Bandung

Dalam projek ini, data yang dikumpulkan menggunakan MAPID Form yang telah dibuat dan disebarkan ke masyarakat Kota Bandung. Form disebar selama 1 bulan ( 24 Juni 2021 - 24 Juli 2021).

Berapa jumlah responden yang dibutuhkan untuk merepresentasikan Kota Bandung? Untuk memastikan nya, saya menggunakan Slovin Formula, formula dimana kita sulit untuk menentukan jumlah sampel yang dibutuhkan, untuk merepresentasikan keseluruhan data.

Slovin Formula berbunyi :
Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Dengan formula di atas, didapatkan jumlah sampel yang dapat merepresentasikan keseluruhan populasi, sebanyak 107 sampel. Sedangkan jumlah responden yang mengisi form ini sebanyak 115 responden. Sehingga dapat merepresentasikan keseluruhan populasi Kota Bandung.

Meskipun dengan 115 responden, tingkat kepercayaan (confidence level) peta pada project ini sebesar 90% dengan margin of error <10%.

  • Data Spasial
  1. 1.
    Data lokasi setiap responden
Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

2. Data Jumlah Kasus Aktif per Kecamatan di Kota Bandung

3. Data Demografi Kota Bandung

  • Data Non-Spasial
  1. 1.
    Nilai per Protokol Kesehatan setiap responden
Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

1. Data Preparing

Data preparing bertujuan untuk menyiapkan data yang akan digunakan dalam projek ini. Persiapan pertama adalah pembuatan MAPID Form, yang berisi usia, kecamatan responden, serta nilai 0, 5, dan 10 yang menunjukan seberapa tinggi dalam melakukan protokol kesehatan 5M. Serta mencari data demografi Kota Bandung (sumber : MAPID,BPS Kota Bandung), dan data kasus aktif per kecamatan di Kota Bandung (sumber : covid19.bandung.go.id)

2. Data Gathering

Data gathering bertujuan untuk mengumpulkan data dan menyaring data yang dikumpulkan di MAPID Form. Form disebarkan melalui grup LINE, Whatsapp, serta Instagram. dan media sosial lain. Form yang disebar mempunyai kriteria, bahwa responden sedang ada di Kota Bandung. Pada tahap ini juga dilakukan filtering data, untuk menghapus data yang tidak sesuai. Sehingga dihasilkan data yang sudah tidak memiliki kesalahan/

3. Data Analysis

  • Penentuan Kelas, Rentang, dan Interval Data

Penentuan kelas menggunakan formula :

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Penentuan Rentang menggunakan formula :

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Penentuan Interval menggunakan formula :

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

  • Pembobotan Data

Pembobotan data dilakukan dengan mengelompokan nilai 0, 5, 10 per protokol kesehatan 5M di setiap kecamatan.

Setelah dikelompokkan, diberi pembobotan sebagai berikut:

Nilai 0 mempunyai bobot 10 (karena paling tidak sering dilaksanakan, sehingga berpotensi tinggi dalam penyebaran).

Nilai 5 mempunyai bobot 5 (karena terkadang dilaksanakan, sehingga berpotensi sedang dalam penyebaran).

Nilai 10 mempunyai bobot 0 (karena selalu dilaksanakan, sehingga berpotensi lebih rendah dalam penyebaran).

  • Join Data Dengan Data Demografi Kota Bandung

Data yang telah diberi bobot sesuai potensi penyebaran nya, digabungkan dengan data demografi kota bandung. Sehingga saat melihat peta penyebaran ini, dapat langsung melihat data demografi Kota Bandung.

  • Perbandingan dengan Data Kasus Aktif per Kecamatan

Sebagai perbandingan apakah peta penyebaran ini dapat memprediksi sesuai dengan tingkat kenaikan data kasus aktif per kecamatan, maka dibandingkan kesesuaian data rekomendasi peta dengan 5 kecamatan dengan angka kasus aktif tertinggi dan 5 kecamatan dengan angka kasus aktif terendah dari bulan Juni-Agustus.

4. Data Visualization

Data visualization dilakukan dengan memvisualisasi pada platform geo.mapid.io, pemilihan platform tersebut dikarenakan, peta risiko penyebaran Covid-19 dapat dilihat secara interaktif dengan data demografi Kota Bandung, dan tingkat risiko penyebaran.

  • Hasil
Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran
Protokol Kesehatan 5M di Kota Bandung

Peta digital risiko penyebaran Covid-19 karena Pelanggaran Protokol Kesehatan di Kota Bandung.

  • Pembahasan

Dari 30 kecamatan di Kota Bandung yang terkelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu risiko penyebaran rendah, sedang, dan tinggi, didapatkan daftar Kecamatan sesuai risiko penyebarannya :

Risiko Rendah :

  1. 1.
    Andir
  1. 2.
    Arcamanik
  1. 3.
    Astana Anyar
  1. 4.
    Babakan Ciparay
  1. 5.
    Bandung Kidul
  1. 6.
    Bandung Kulon
  1. 7.
    Bandung Wetan
  1. 8.
    Batununggal
  1. 9.
    Bojongloa Kaler
  1. 10.
    Bojongloa kidul
  1. 11.
    Buah Batu
  1. 12.
    Cibeunying Kaler
  1. 13.
    Cibeunying Kidul
  1. 14.
    Cicendo
  1. 15.
    Cidadap
  1. 16.
    Lengkong
  1. 17.
    Mandalajati
  1. 18.
    Panyileukan
  1. 19.
    Regol
  1. 20.
    Sukajadi
  1. 21.
    Sukasari
  1. 22.
    Sumur Bandung
  1. 23.
    Ujung Berung

Risiko Sedang :

  1. 1.
    Kiaracondong

Risiko Tinggi :

  1. 1.
    Antapani
  1. 2.
    Sukasari
  1. 3.
    Coblong

Terdapat 3 kecamatan di Kota Bandung, yang tidak terprediksi tingkat penyebaran nya melalui projek ini. 3 kecamatan tersebut adalah Gedebage, Cinambo. Cibiru. Ketiga kecamatan tersebut tidak dapat diprediksi risiko penyebarannya karena tidak ada sampel dari kecamatan tersebut.

Perbandingan dengan Data Kasus Aktif per Kecamatan

5 kecamatan dengan kasus aktif tertinggi di Kota Bandung pada bulan Juni-Juli, adalah Kiaracondong, Bojongloa Kaler, Antapani, Rancasari, dan Coblong. Sedangkan dari Peta risiko ini, yang memiliki risiko tinggi hanya Kecamatan Antapani, Rancasari, dan Coblong. Sehingga tingkat kesesuaian peta yang dibuat adalah 60%.

5 kecamatan dengan kasus aktif terendah di Kota Bandung pada bulan Juni-Juli adalah Cinambo, Bandung Wetan, Bandung Kidul, Sumur Bandung, dan Panyileukan. Untuk 5 kecamatan tersebut, semua terkelompokkan pada daerah dengan risiko penyebaran rendah. Sehingga tingkat kesesuaian peta yang dibuat adalah 100%.

Untuk menghitung tingkat kesesuaian keseluruhan peta yaitu dengan menjumlahkan tingkat kesesuain peta dengan risiko tinggi sebesar 60% dan tingkat kesesuain peta dengan risiko rendah sebesar 100% dan membagi nya. Sehingga didapatkan tingkat kesesuaian peta dengan data kasus aktif tertinggi per Kecamatan di Kota Bandung sebesar 80%.

Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19 karena pelanggaran protokol kesehatan 5M di Kota Bandung berhasil memetakan 27 kecamatan dari total 30 kecamatan di Kota Bandung (90%). Peta risiko penyebaran dan informasi tingkat penyebaran nya merupakan pemodelan dari sampel yang diambil secara acak dengan menggunakan MAPID form di Kota Bandung.

Tingkat kepercayaan yang digunakan pada peta ini juga, mengacu kepada confidence level dan margin of error sampel, yang telah ditulis pada bab Metode PengumpMetode Pengumpulan Data. level 90% dan margin of error <10%). Sehingga masih terdapat kesalahan dari data dan peta risiko penyebaran Covid-19 karena pelanggaran protokol kesehatan di Kota Bandung.

  • Saran bagi penulis
  1. 1.
    Penulis diharapkan dapat menyebarkan form lebih luas dan lebih banyak responden/ sampel yang mengisi. Karena penentuan risiko, bergantung pada jumlah sampel yang mengisi.
  • Saran bagi pembaca
  1. 1.
    Pembaca dapat memberikan masukan dan revisi apabila data yang digunakan terdapat kesalahan
  1. 2.
    Pembaca dapat mengerti bahwa peta risiko tidak terlepas dari faktor yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemetaan risiko.
  1. 3.
    Pembaca diharapkan dapat menggunakan peta risiko ini sebagai acuan dalam berpergian dan berkegiatan di masa pandemi.

Data Publications

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

Environment

04 Sep 2026

Linda Ambala Tifa Ramadhani

East Java Hike Master: WebGIS Interaktif untuk Pemetaan Jalur Pendakian dan Analisis Mitigasi Kawasan Gunung di Jawa Timur

East Java Hike Master merupakan WebGIS interaktif yang menggabungkan informasi jalur pendakian, lokasi pendukung, serta analisis spasial kawasan gunung di Jawa Timur dalam satu platform. WebGIS ini memetakan 10 gunung beserta jalur pendakian, basecamp, dan pos pendakian, kemudian mengintegrasikan analisis Dynamic Buffer dan Isochrone untuk memberikan perspektif mengenai area risiko dan jangkauan perjalanan. Dengan memanfaatkan MAPID Satellite Map sebagai basemap utama, serta Topographic Map dan OpenStreetMap sebagai alternatif, pengguna dapat mengeksplorasi informasi kawasan secara interaktif. Proyek ini dikembangkan sebagai media eksplorasi spasial dan edukasi yang memperlihatkan bagaimana teknologi WebGIS dapat digunakan untuk menghubungkan informasi pendakian dengan konsep mitigasi bencana.

16 min read

251 view

1 Projects

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Tourism

25 Aug 2026

Nawal Syafiq Farihan

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Publikasi ini membahas pengembangan ORION sebagai platform WebGIS untuk mengidentifikasi potensi wilayah observasi astronomi berdasarkan Night Sky Brightness (NSB), tutupan awan, dan Road Density. Tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Bandung Raya sebagai pilot sebelum dikembangkan lebih luas di Jawa Barat.

17 min read

287 view

GeoInsight : Pemetaan Bencana Banjir Kota Bekasi Berbasis WebGIS

Climate & Disaster

29 Aug 2026

Adnan Yusuf Hartawan

GeoInsight : Pemetaan Bencana Banjir Kota Bekasi Berbasis WebGIS

Geoinsight : Pemetaan Risiko Banjir WebGIS Kota Bekasi Sebagai Solusi untuk Pemetaan Mitigasi Bencana

9 min read

208 view

Sistem Pendukung Keputusan Spasial Berbasis WebGIS untuk Penilaian Kelayakan Lahan dan Risiko Bencana di Maluku Utara

City Planning

24 Aug 2026

Katarina Andrea Laurentia

Sistem Pendukung Keputusan Spasial Berbasis WebGIS untuk Penilaian Kelayakan Lahan dan Risiko Bencana di Maluku Utara

A WebGIS-based land feasibility and risk assessment platform that helps users evaluate potential areas through integrated spatial data. By combining accessibility, public facilities, population density, land use, and disaster risk

18 min read

249 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at