Pengembangan Sistem Informasi Geografis WebGIS untuk Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta

20 August 2026

By: Harizky Arfianto

Open Project

Webgis Surakarta

THUMBNAIL

Abstrak

Penelitian ini menyajikan pengembangan sistem informasi geografis berbasis Web (WebGIS) untuk penilaian aksesibilitas hunian di Kota Surakarta. Kota Solo memerlukan integrasi data spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan tata ruang dan penilaian kawasan permukiman. Sistem ini dikembangkan menggunakan pustaka MapLibre GL dengan mengintegrasikan data spasial resmi dari Bappeda Kota Solo, yang meliputi lapisan Batas Administrasi, Penggunaan Lahan (Gunlah), dan Titik Toponimi Fasilitas Perkotaan. Hasil dari pengembangan ini adalah platform peta interaktif yang dilengkapi fitur klasterisasi titik fasilitas, filter kategori berbasis interaktif, serta mode penilaian hunian mandiri. Evaluasi visualisasi menunjukkan bahwa penerapan layer styling dan pengelompokan data spasial secara signifikan meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada publik maupun pemangku kepentingan.

Kata Kunci: Aksesibilitas; Kota Surakarta; MapLibre; Penilaian Hunian; WebGIS

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Kota Surakarta merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang mengalami dinamika perkembangan kawasan hunian sangat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal (Basworo 2019). Dalam perencanaan pembangunan kota yang berkelanjutan, tingkat aksesibilitas hunian terhadap berbagai fasilitas publik seperti pusat kesehatan, sarana pendidikan, dan transportasi menjadi indikator krusial dalam menentukan kualitas hidup penghuninya. Namun, hingga saat ini informasi mengenai sebaran hunian dan analisis tingkat keterjangkauannya terhadap fasilitas tersebut sering kali masih disajikan dalam bentuk data statis yang sulit dipahami dan kurang interaktif bagi masyarakat awam (Basuki et al. 2023). Kesenjangan informasi ini pada akhirnya dapat menghambat proses pengambilan keputusan yang tepat bagi calon penghuni maupun perencana tata ruang dalam menilai kualitas suatu kawasan. Oleh karena itu, penerapan teknologi WebGIS berbasis MapLibre GL menjadi solusi strategis untuk mentransformasikan data spasial yang kompleks menjadi media visualisasi yang dinamis, ringan, serta mudah diakses untuk mendukung penilaian aksesibilitas hunian yang lebih komprehensif di Kota Surakarta (Rasyid et al. 2026).

1.2 Permasalahan

Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah:

1. Belum tersedianya alat bantu (tools) berbasis web yang memungkinkan masyarakat untuk melakukan penilaian mandiri secara cepat terhadap kualitas aksesibilitas suatu lahan hunian di Kota Surakarta.

2. Bagaimana mengintegrasikan logika perhitungan jarak real-time ke berbagai fasilitas publik (kesehatan, pendidikan, transportasi, dan lainnya) ke dalam antarmuka interaktif yang dapat diakses pengguna melalui klik titik lokasi di peta.

3. Bagaimana menyajikan hasil kalkulasi skor aksesibilitas yang kompleks tersebut ke dalam bentuk visualisasi yang intuitif dan mudah dipahami oleh pengguna awam untuk menentukan kualitas strategis suatu lokasi.

1.3 Rangkuman dan Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform WebGIS interaktif yang berfungsi sebagai instrumen penilaian aksesibilitas hunian mandiri berbasis titik koordinat di Kota Surakarta. Melalui integrasi teknologi MapLibre GL dan fitur interactive point assessment, penelitian ini mentransformasikan metode evaluasi tata ruang yang kaku menjadi sebuah sistem berbasis web yang dinamis, di mana pengguna dapat mengklik lokasi mana saja di atas peta untuk langsung mendapatkan skor aksesibilitas serta rincian jarak ke berbagai fasilitas publik terdekat. Hasil pengembangan sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi praktis dan informatif bagi masyarakat, pengembang, maupun perencana tata kota dalam mengevaluasi potensi strategis suatu kawasan hunian secara cepat, akurat, dan transparan di Kota Surakarta.

2. Metode Penelitian

2.1 Lokasi Penelitian

2.1.1 Batas Administrasi

Penelitian dan pengembangan aplikasi WebGIS ini mengambil studi kasus di Kota Surakarta (Solo), Provinsi Jawa Tengah. Kota Surakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki tingkat dinamika pembangunan kawasan hunian dan pertumbuhan pusat aktivitas ekonomi yang sangat pesat. Secara geografis dan administratif, kota ini terbagi ke dalam beberapa kecamatan (seperti Banjarsari, Jebres, dan wilayah sekitarnya) yang mencakup berbagai ragam penggunaan lahan, jaringan jalan, serta sebaran fasilitas publik strategis (Gonta, Astuti, and Hardiana 2020). Karakteristik wilayah perkotaan yang padat ini menjadikan Kota Surakarta sebagai wilayah yang sangat ideal untuk penerapan sistem penilaian aksesibilitas hunian berbasis spasial secara interaktif.

Batas Administrasi Kota Surakarta

Secara geografis dan administratif, wilayah Kota Surakarta dikelilingi oleh kabupaten-kabupaten tetangga di Provinsi Jawa Tengah dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

· Sebelah Utara: Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali.

· Sebelah Timur: Kabupaten Karanganyar serta Kabupaten Sukoharjo.

· Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

· Sebelah Barat: Kabupaten Sukoharjo serta wilayah Kabupaten Karanganyar

Secara internal, wilayah administratif Kota Surakarta memiliki luas wilayah kurang lebih 46,01 km² yang terbagi ke dalam 5 kecamatan utama (Banjarsari, Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan) serta menaungi total 54 kelurahan. Kejelasan batas administrasi ini menjadi basis layer spasial yang penting dalam sistem WebGIS untuk memastikan setiap titik koordinat hunian yang diklik oleh pengguna dapat teridentifikasi secara tepat masuk ke dalam wilayah kelurahan dan kecamatan tertentu di Kota Surakarta.

2.1.2 Penggunaan Lahan

Kawasan perkotaan Kota Surakarta didominasi oleh berbagai bentuk alih fungsi dan pemanfaatan lahan guna mendukung aktivitas penduduk yang padat dan dinamis. Karakteristik penggunaan lahan di kota ini sebagian besar terbagi menjadi kawasan permukiman penduduk, kawasan perdagangan dan jasa yang terkonsentrasi di koridor utama serta pusat perniagaan, fasilitas umum dan sosial, serta infrastruktur jaringan transportasi. Ragam peruntukan lahan tersebut mencerminkan fungsi Kota Surakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan permukiman di wilayah sekitarnya. Di dalam sistem WebGIS yang dikembangkan, informasi penggunaan lahan ini diintegrasikan sebagai lapisan data kontekstual yang akan otomatis menyertai hasil identifikasi ketika pengguna memilih titik koordinat hunian tertentu pada peta.

Peta Penggunaan Lahan Kota Surakarta

2.1.3 Fasilitas Perkotaan

Ketersediaan fasilitas perkotaan di Kota Surakarta memegang peranan vital dalam menunjang kualitas hidup masyarakat serta menentukan tingkat kemudahan akses dari suatu kawasan hunian. Dalam mendukung sistem penilaian aksesibilitas pada WebGIS ini, dimanfaatkan data toponimi yang merekam sebaran titik-titik lokasi penting secara spasial, mulai dari fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, kawasan perdagangan dan jasa, infrastruktur transportasi, hingga tempat peribadatan. Data toponimi ini tidak hanya berfungsi sebagai titik acuan jarak terdekat saat pengguna melakukan penilaian mandiri pada lokasi hunian, tetapi juga dianalisis lebih lanjut menggunakan visualisasi heatmap fasilitas perkotaan. Kehadiran heatmap ini memungkinkan sistem untuk memetakan tingkat kepadatan dan konsentrasi konsentrasi layanan publik secara visual, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sebaran pusat aktivitas di berbagai sudut Kota Surakarta.

Peta Sebaran Fasilitas Perkotaan

2.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan unsur-unsur penting yang diamati, diukur, dan diolah di dalam sistem WebGIS untuk menghasilkan penilaian aksesibilitas hunian yang akurat. Berdasarkan fungsionalitas aplikasi yang dikembangkan, variabel penelitian ini diklasifikasikan ke dalam beberapa komponen utama sebagai berikut:

Tabel Variabel Penelitian

2.3 Metode Analisis

Analisis aksesibilitas hunian dalam sistem WebGIS ini dirancang menggunakan pendekatan komputasi spasial berbasis pustaka Turf.js. Proses analisis dilakukan secara real-timesaat pengguna mengaktifkan "Mode Penilaian Hunian" dan mengklik titik koordinat tertentu pada peta. Tahapan dan parameter analisis tersebut meliputi:

  1. 1.
    Analisis Kedekatan Spasial (Proximity Analysis): Sistem memanfaatkan fungsi turf.nearestPoint dan turf.distance untuk menghitung jarak garis lurus (Euclidean distance) dalam satuan meter dari titik koordinat pilihan pengguna ke fasilitas terdekat. Perhitungan ini mencakup lima kategori fasilitas utama yang bersumber dari data toponimi, yaitu fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan dan jasa, transportasi, serta peribadatan.
  1. 2.
    Mekanisme Pembobotan Skor Berbasis Jarak: Setiap kategori fasilitas dinilai berdasarkan kedekatannya dengan titik hunian menggunakan sistem rentang jarak berbobot. Bobot maksimal per kategori adalah 20 poin, dengan akumulasi skor maksimal keseluruhan mencapai 100 poin. Kriteria penilaian jarak tersebut dibagi menjadi empat tingkatan
  1. 3.
    Klasifikasi Predikat Kelayakan: Akumulasi total skor dari kelima kategori fasilitas kemudian diklasifikasikan ke dalam empat predikat tingkat strategis lokasi untuk memudahkan interpretasi pengguna;
  1. 4.
    Visualisasi Antarmuka Interaktif: Hasil dari kalkulasi skor beserta rincian jarak masing-masing fasilitas diterjemahkan oleh sistem ke dalam elemen HTML dinamis yang langsung dimunculkan pada jendela pop-uppeta menggunakan dukungan MapLibre GL JS.
Kriteria Jarak

Skoring Akhir

3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Hasil

Pengembangan aplikasi WebGIS Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta menghasilkan temuan utama berupa instrumen evaluasi spasial berbasis web yang mampu melakukan kalkulasi skor secara real-time berdasarkan titik koordinat interaktif (interactive point assessment). Berdasarkan uji coba pengoperasian sistem pada berbagai titik di wilayah Kota Surakarta, ditemukan bahwa variasi nilai skor aksesibilitas sangat dipengaruhi oleh kedekatan spasial terhadap fasilitas toponimi utama seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pusat perdagangan.

Secara substansial, temuan ini memiliki makna penting dalam konteks perencanaan perkotaan, di mana wilayah yang mendekati koridor utama atau pusat kota secara konsisten menghasilkan akumulasi skor tinggi (masuk dalam predikat "Sangat Strategis / A"), sedangkan titik-titik di wilayah pinggiran kota menunjukkan variasi skor yang lebih rendah akibat jarak yang lebih jauh dari fasilitas penunjang. Temuan ini mendukung argumen dari berbagai literatur perencanaan kota berkelanjutan yang menyatakan bahwa pemerataan aksesibilitas merupakan indikator utama penentu kelayakan dan kualitas hidup suatu kawasan hunian.

Lebih lanjut, temuan dari implementasi sistem ini memberikan argumen yang kuat untuk membantah atau melengkapi keterbatasan metode pemetaan konvensional. Jika penelitian atau metode analisis aksesibilitas tradisional umumnya menggunakan perangkat lunak desktop GIS yang bersifat statis, tertutup, dan membutuhkan waktu pemrosesan yang rumit bagi orang awam, temuan dari sistem ini membuktikan bahwa pemanfaatan pustaka MapLibre GL JS dan komputasi spasial Turf.js mampu menyajikan analisis kedekatan yang instan, ringan, serta terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi WebGIS interaktif tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi peta semata, tetapi juga dapat bertindak sebagai alat bantu pengambilan keputusan (decision support system) yang objektif dan transparan bagi masyarakat maupun perencana tata ruang.

3.2 Pembahasan

3.2.1 Implementasi Antarmuka dan Visualisasi Peta WebGIS

Pengembangan aplikasi WebGIS Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta berhasil diwujudkan menggunakan pustaka pemetaan MapLibre GL JS, yang menghasilkan performa rendering peta vektor yang ringan, responsif, dan interaktif. Antarmuka utama aplikasi dirancang secara intuitif dengan menyematkan beberapa panel pengontrol layer di sisi kanan layar, yang terdiri atas:

  • Batas Administrasi Kota Solo: Menampilkan batas wilayah administratif kota hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk memastikan akurasi posisi spasial.
  • Penggunaan Lahan: Menyajikan informasi sebaran peruntukan lahan eksisting di Kota Surakarta sebagai konteks spasial kawasan.
  • Filter Fasilitas Toponimi & Cluster: Menyediakan visualisasi titik-titik fasilitas penting perkotaan serta clustering untuk melihat konsentrasi pusat layanan publik secara visual.

Layer Utama

3.2.2 Fungsionalitas Fitur Interactive Point Assessment

Salah satu fitur utama yang diunggulkan dalam aplikasi ini adalah Mode Penilaian Hunian. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan evaluasi mandiri (self-assessment) terhadap kelayakan suatu lokasi secara real-time tanpa dibatasi oleh titik hunian yang sudah ditentukan sebelumnya.

  • Ketika mode ini diaktifkan dan pengguna mengeklik sembarang titik koordinat pada peta Kota Surakarta, sistem secara otomatis menangkap koordinat titik tersebut (longitude dan latitude).
  • Melalui pemanfaatan pustaka komputasi spasial Turf.js, sistem langsung mengeksekusi fungsi analisis kedekatan (proximity analysis) untuk memindai jarak terdekat dari titik klik pengguna ke lima kategori fasilitas utama (kesehatan, pendidikan, perdagangan dan jasa, transportasi, serta peribadatan).

Mode Interaktif

3.2.3 Analisis dan Interpretasi Skor Aksesibilitas

Hasil dari pemrosesan jarak (Euclidean distance) langsung dikonversikan ke dalam sistem pembobotan otomatis yang terintegrasi pada aplikasi. Setiap kategori fasilitas memberikan kontribusi poin berdasarkan tingkat kedekatannya, dengan total akumulasi maksimal mencapai 100 poin. Ketika proses kalkulasi selesai, sistem secara instan menampilkan jendela pop-up informatif pada titik yang diklik oleh pengguna, yang memuat:

  1. 1.
    Informasi Kontekstual: Nama kelurahan dan kecamatan tempat lokasi tersebut berada, serta informasi penggunaan lahan di sekitarnya.
  1. 2.
    Rincian Jarak: Daftar jarak riil dalam satuan meter menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan/jasa, transportasi, dan peribadatan terdekat.
  1. 3.
    Skor Akhir dan Predikat: Akumulasi skor total (contoh: 92/100) beserta predikat kelayakan lokasinya (seperti "Sangat Strategis (A)" dengan indikator warna hijau), yang memudahkan pengguna awam maupun perencana kota dalam mengambil keputusan secara cepat dan transparan.

Popup Penilaian

BAB 4: KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengembangan dan pembahasan aplikasi WebGIS Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta, dapat disimpulkan bahwa:

  1. 1.
    Pemanfaatan platform GEO MAPID dan pustaka MapLibre GL JS berhasil diimplementasikan untuk membangun sistem pemetaan web interaktif yang ringan, dinamis, dan responsif.
  1. 2.
    Fitur interactive point assessment yang ditenagai oleh algoritma Turf.js terbukti efektif dalam melakukan analisis kedekatan (proximity analysis) secara real-time, memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi kelayakan lokasi hunian di titik mana pun di Kota Surakarta.
  1. 3.
    Sistem mampu mengonversi data jarak fasilitas perkotaan (kesehatan, pendidikan, perdagangan dan jasa, transportasi, serta peribadatan) menjadi akumulasi skor kuantitatif dan predikat kelayakan (seperti "Sangat Strategis") yang disajikan secara transparan melalui jendela pop-up.

4.2 Saran

Berdasarkan keterbatasan dan proses pengembangan project ini, beberapa saran yang dapat diajukan untuk penyempurnaan atau penelitian lanjutan antara lain:

  1. 1.
    Penambahan Parameter Penilaian: Penelitian lanjutan dapat memperluas variabel atau parameter analisis, seperti menambahkan faktor kondisi lebar jalan, tingkat kemacetan lalu lintas (traffic density), atau harga lahan rata-rata agar penilaian hunian menjadi jauh lebih komprehensif.
  1. 2.
    Optimalisasi Algoritma Bobot: Sistem pembobotan skor saat ini masih menggunakan bobot rata untuk setiap kategori fasilitas; ke depannya dapat dikembangkan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) agar bobot kepentingan antar-fasilitas dapat disesuaikan dengan preferensi spesifik pengguna atau standar tata ruang resmi.

Daftar Pustaka

Basuki, Basuki, Baiq Ahda Razula Apriyeni, Ika Purnamasari, Herlambang Aulia Rachman, Fahmi Arief Rahman, and Nurlaila Mubarokah. 2023. “Pengantar Informasi Geospasial.” Penerbit Tahta Media.

Basworo, Gung Putro. 2019. “Pemetaan Lahan Potensial Perumahan Di Kota Surakarta Berdasarkan Pendekatan Analisis.” BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan 5(2):244–56.

Gonta, William Chrysostom, Winny Astuti, and Ana Hardiana. 2020. “Penilaian Penerapan Konsep Livable Settlement Di Permukiman Kota Surakarta.” Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman 2(2):186–202.

Rasyid, Fachri Muhammad, H. Rustiyana, Endang Surjati, and Andra Juansa. 2026. Teknologi WebGIS: Konsep, Arsitektur, Dan Aplikasinya. Star Digital Publishing.

Data Publications

Optimasi Elektrifikasi Kendaraan Roda Dua di Indonesia: Solusi Battery Swap untuk Ojol

Energy

15 Aug 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Optimasi Elektrifikasi Kendaraan Roda Dua di Indonesia: Solusi Battery Swap untuk Ojol

Transisi mitra ojek online (ojol) ke motor listrik dalam skema GrabElectric menghadapi tantangan struktural berupa fragmentasi ekosistem baterai antar produsen. Setiap produsen motor listrik — seperti Smoot Motor (ekosistem Swap Energi), Viar, dan Gesits — mengoperasikan sistem battery swap yang tidak saling kompatibel, sehingga mitra pengguna satu merek tidak dapat menukar baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) milik ekosistem lain. Kondisi ini memaksa pengemudi menempuh jarak tambahan untuk mencapai SPBKLU yang sesuai, memicu kecemasan jarak tempuh (range anxiety), sekaligus mengurangi waktu produktif mencari penumpang. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran SPBKLU berdasarkan ekosistem baterai di Provinsi DKI Jakarta, mengidentifikasi area yang tidak terjangkau layanan (dead zone), serta merumuskan rekomendasi lokasi penempatan SPBKLU baru menggunakan pendekatan analisis spasial. Metode penelitian mencakup delapan tahapan sistematis: pengumpulan data, praproses dan klasifikasi data, network/service area analysis, overlay spasial, multi-criteria scoring, identifikasi dead zone, location-allocation analysis, hingga visualisasi dan validasi hasil. Seluruh proses analisis dan visualisasi dilakukan menggunakan platform GEO MAPID. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah DKI Jakarta berada pada kategori cakupan minim (hanya terlayani satu ekosistem baterai) atau dead zone (tidak terlayani sama sekali), dengan pola dead zone yang tersebar hampir merata di kelima wilayah kota administrasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penyedia layanan SPBKLU dan platform ojek online dalam merancang strategi perluasan infrastruktur yang lebih merata dan berbasis data lokasi.

11 min read

118 view

4 Projects

Analisis Lokasi Potensial Pengembangan Creative Hub Berbasis MICE Sebagai Ruang Publik Kreatif di Kota Surakarta

Tourism

10 Apr 2026

Salina Dhiya Zahrani

Analisis Lokasi Potensial Pengembangan Creative Hub Berbasis MICE Sebagai Ruang Publik Kreatif di Kota Surakarta

Kota Surakarta dikenal sebagai kota dengan icon budaya dan aktivitas kreatif yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh ruang yang mampu mewadahi interaksi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi kreatif secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut adalah pengembangan creative hub berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

10 min read

2507 view

1 Projects

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Food & Beverages

07 Apr 2026

Manda Amelia Rahmadani

Analisis Lokasi Strategis untuk Pengembangan Kafe sebagai Third Place di Kota Magelang

Di mana lokasi terbaik untuk mengembangkan kafe di Kota Magelang? Melalui analisis spasial berbasis MAPID, studi ini mengidentifikasi area paling potensial dengan mempertimbangkan aksesibilitas, aktivitas masyarakat, dan dinamika perkotaan untuk mendukung kafe sebagai third place.

8 min read

2029 view

1 Projects

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Transportation

06 Apr 2026

Adinda Vania Adella

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Proyek ini bertujuan untuk menganalisis optimasi rute distribusi BBM dari depot menuju beberapa SPBU menggunakan metode network analysis. Analisis dilakukan dengan Origin Destination Matrix untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh antar lokasi serta Travelling Salesman Problem untuk menentukan urutan kunjungan SPBU dan rute distribusi mobil tangki yang paling optimal. Hasil analisis ditampilkan berupa persebaran SPBU, jaringan jalan, dan rute optimal distribusi BBM sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi distribusi berdasarkan jarak dan waktu tempuh.

18 min read

2029 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at