Rencana Lokasi Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat yang sesuai dengan Peruntukannya

18 Februari 2025

By: Siti Rahmah Nasution

Rencana Lokasi Strategis Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat – Peluang Bisnis Menjanjikan

Kuliner khas Minang, terutama masakan Padang, telah lama menjadi favorit masyarakat Indonesia. Dengan cita rasa kaya rempah dan keunikan dalam penyajiannya, masakan Padang tidak hanya menggugah selera tetapi juga memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Tidak heran jika rumah makan Padang terus berkembang di berbagai kota, termasuk Jakarta.

Keunikan dan Keunggulan Masakan Padang

Salah satu daya tarik utama masakan Padang adalah penyajiannya yang cepat dan efisien. Begitu pelanggan masuk ke rumah makan Padang, mereka langsung disuguhi berbagai pilihan hidangan yang tersaji di atas meja. Konsep ini sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mencari makanan praktis dan cepat saji tanpa mengorbankan cita rasa.

Selain itu, masakan Padang terkenal dengan kekayaan rasa yang dihasilkan dari penggunaan rempah-rempah khas. Beberapa menu andalan seperti rendang, gulai ayam, dan dendeng balado menjadi favorit banyak orang. Ditambah lagi, makanan Padang memiliki daya tahan yang baik, sehingga dapat disimpan lebih lama dan mengurangi potensi kerugian akibat makanan yang terbuang.

Jakarta Pusat: Lokasi Strategis untuk Bisnis Rumah Makan Padang

Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta Pusat memiliki lalu lintas masyarakat yang tinggi setiap harinya. Karyawan kantoran, mahasiswa, hingga wisatawan yang beraktivitas di kawasan ini menjadi pelanggan potensial bagi rumah makan Padang.

Selain itu, harga makanan di rumah makan Padang relatif terjangkau untuk berbagai kalangan, sehingga menjadikannya pilihan makan siang atau makan malam yang populer. Kombinasi antara lokasi strategis dan permintaan yang tinggi menjadikan bisnis rumah makan Padang sebagai peluang usaha yang menarik.

Tujuan

Rencana ini disusun untuk menentukan lokasi yang tepat dalam mendirikan Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat. Tujuan utama dari perencanaan ini adalah:

  1. 1.
    Menentukan lokasi yang dapat menjangkau target pasar secara efektif.
  1. 2.
    Menntukan faktor-faktor pendukung penentuan lokasi, seperti kepadatan penduduk, dan tingkat persaingan.
  1. 3.
    Menentukan rencana lokasi baru yang sesuai dengan peruntukannya

Data dan Metode

Pengumpulan didapat dari berbagai sumber ialah sebagai berikut

  1. 1.
    Batas Administrasi Jakarta Pusat (Sumber: Ina geoportal)
  1. 2.
    Data Kepadatan Penduduk (Sumber: BPS Kota Jakarta Pusat)
  1. 3.
    Persebaran Lokasi Eksisting Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat (Sumber: Google Maps)
  1. 4.
    Telaah Dokumen RTRW DKI Jakarta dan RDTR Kota Jakarta Pusat

Pengolahan dilakukan dengan menggunakan fitur insight dengan parameter Lokasi persebaran kompetitor dan kepadatan penduduk, selanjutnya dilakukan generate insigth dan menganalisis kesesuaian dengan:

  • Lokasi minim kompetitor
  • Penggunaan Lahan sesuai dengan perdagangan dan jasa serta Permukiman

Hasil Pengelolahan Melalui Fitur Insight Pada MAPID
Hasil Pengolahan Persebaran Rencana Lokasi Rumah Makan Padang Menggunakan Fitur Insight Pada MAPID

Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data didapatkan menggunakan fitur insight dengan parameter rumah makan padang eksisting dan kepadatan penduduk didapatkan bahwa Kotak berwarna merah memiliki kompetitor yang rendah untuk dibangun Rumah Makan Padang

Hasil Analisis

Berdasarkan hasil yang dilakukan, terdapat beberapa lokasi potensial di Jakarta Pusat untuk pendirian Rumah Makan Padang. Kriteria yang dipertimbangkan meliputi kepadatan penduduk, lokasi kesesuain sesuai peruntukan, serta keberadaan pesaing di sekitar area. Dari hasil analisis, beberapa lokasi strategis yang direkomendasikan adalah:

Titik Persebaran Rencana Lokasi Baru Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat
Titik Rencana Lokasi Persebaran Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat
  1. 1.
    Kecamatan Menteng, Kelurahan Gondangdia: termasuk dalam zona R1 hingga R6, yang didominasi oleh permukiman dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sedang hingga tinggi, sesuai dengan MATRIX ITBX. Ketentuan kegiatan pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan adalah (B) Kegiatan diizinkan bersyarat, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 91 Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan pada Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 atau Rencana Detail Tata Ruang. Kegiatan bersyarat ini memerlukan persyaratan tambahan selain persyaratan dasar izin berusaha.
  1. 2.
    Kecamatan Tanah Abang, Kelurahan Karet Tengsin: termasuk dalam zona R7, yang merupakan sub-zona rumah susun, sesuai dengan MATRIX ITBX. Ketentuan kegiatan pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan adalah (B) Kegiatan diizinkan bersyarat, yang berarti kegiatan ini memerlukan persyaratan tambahan selain persyaratan dasar izin berusaha.
  1. 3.
    Kecamatan Senen, Kelurahan Bungur: termasuk dalam zona R4, yang merupakan zona rumah sedang, sesuai dengan MATRIX ITBX. Ketentuan kegiatan pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan adalah (B) Kegiatan diizinkan bersyarat, yang berarti kegiatan ini memerlukan persyaratan tambahan selain persyaratan dasar izin berusaha.
  1. 4.
    Kecamatan Sawah Besar, Kelurahan Gunung Sahari Utara: termasuk dalam zona K2, yaitu zona perdagangan dan jasa, sesuai dengan MATRIX ITBX. Ketentuan kegiatan pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan adalah (I) Kegiatan diizinkan, yang berarti kegiatan dan penggunaan lahan ini sesuai dengan peruntukan ruang yang direncanakan.
  1. 5.
    Kecamatan Gambir, Kelurahan Gambir: termasuk dalam zona P1, yaitu sub-zona pemerintahan nasional, sesuai dengan MATRIX ITBX. Ketentuan kegiatan pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan adalah (TB) Kegiatan terbatas dan bersyarat, yang berarti kegiatan ini memerlukan persyaratan tambahan selain persyaratan dasar perizinan usaha.

Dari hasil tersebut dengan parameter rata rata kepadatan penduduk dan lokasi pesaing, rencana pembangunan rumah makan padang di Jakarta Pusat, kecamatan kecamatan ini memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi kepadatan penduduk, keberadaan pusat perkantoran, area komersial, hingga aksesibilitas yang mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

SUMBER

Peraturan Daerah

  • Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang.
  • Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang.
  • Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 2024 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2024–2044

Data Publikasi

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Iklim dan Bencana

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 menit baca

83 dilihat

1 Proyek

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B 
BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS 
DI KOTA BANDUNG

Makanan dan Minuman

14 Mar 2026

AFI INTERN MAPID

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS DI KOTA BANDUNG

Strategi sukses bisnis F&B di Bandung melalui analisis variabel demografi, POI, dan teknologi geospasial untuk pemilihan lokasi usaha yang akurat.

24 menit baca

109 dilihat

1 Proyek

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Makanan dan Minuman

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 menit baca

142 dilihat

1 Proyek

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

Perencanaan Kota

24 Feb 2026

MAPID

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

Jelajahi dampak urbanisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagaimana MCDA berbasis GIS membantu menentukan lokasi hunian yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.

35 menit baca

338 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat