Analisa Lokasi Eksisting Cabang PT SGN di Kota Bandung

04 September 2026

By: M Radian Suriaatmaja

Makaroni Pedas

Abstrak

PT Selera Gastronomi Nusantara (SGN) bergerak di bidang F&B menyediakan produk berupa makaroni pedas dengan cabang berbentuk gerobak tersebar di Bandung. Pada penentuan titik cabang PT SGN menggunakan beberapa parameter point-of-interest yang ditentukan berdasarkan pengalaman atau intuisi. Menskipun demikian ditemukan adanya performa antar cabang dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan parameter eksisting PT SGN.

I. Pendahuluan

Latar Belakang

PT Selera Gastronomi Nusantara (SGN) merupakan perusahaan F&B di Kota Bandung yang berfokus pada produk camilan makaroni goreng renyah dengan beragam variasi rasa dan tingkat kepedasan. Saat ini, SGN mengoperasikan puluhan jaringan outlet berbentuk gerobak (booth/cart) yang tersebar di wilayah Kota Bandung.

Dalam strategi ekspansi jaringan retailnya, tim ekspansi SGN mengandalkan keberadaan Point of Interest(POI) sebagai acuan penentuan lokasi (site selection). Parameter POI yang digunakan meliputi:

  • Pusat keramaian: mall, pusat perbelanjaan, dan kawasan pusat kuliner.
  • Fasilitas pendidikan: Sekolah (SMP, SMA) dan perguruan tinggi.
  • Fasilitas transportasi publik: Stasiun kereta api.
  • Kawasan pemukiman: Area perumahan dan kos-kosan.
  • Pesaing tidak langsung: Kompetitor F&B jaringan/street food terdekat (seperti Hisana Fried Chicken).

Meskipun telah menerapkan evaluasi POI, proses pemilihan lokasi saat ini belum mengintegrasikan variabel demografi (seperti kepadatan penduduk, profil usia, dan tingkat pengeluaran) dan masih kerap bergantung pada keputusan intuitif. Hal ini berdampak pada variasi performa penjualan antar-outlet yang cukup signifikan. Tim penjualan SGN membagi outlet aktif ke dalam tiga kategori pendapatan harian:

  • Kategori A: performa rata-rata penjualan harian baik.
  • Kategori B: performa rata-rata penjualan harian moderat.
  • Kategori C: performa rata-rata penjualan harian rendah.

Kehadiran outlet kategori C mengindikasikan adanya kesenjangan (gap) antara kriteria lokasi yang digunakan saat ini dengan realisasi performa bisnis di lapangan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis Location Analytics mutlak diperlukan untuk mengevaluasi kembali parameter pemilihan lokasi secara obyektif dan berbasis data (data-driven).

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik spasial pada sampel perwakilan cabang SGN di Kota Bandung, terdiri dari 1 cabang Kategori A, 1 cabang Kategori B, dan 1 cabang Kategori C guna merumuskan kriteria site selection yang lebih presisi untuk ekspansi mendatang.

Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. 1.
    Mengidentifikasi dan Menganalisis Demand Driver Spasial

Memetakan serta menganalisis interaksi antara ketersediaan POI (fasilitas pendidikan, transportasi, pemukiman, dan kompetitor) dengan profil demografi di area cakupan (trade area) masing-masing kategori cabang.

  1. 1.
    Membandingkan Karakteristik Spasial

Menganalisis perbedaan signifikan pada kondisi lingkungan antara cabang UPI2, Margaasih, dan Cisenged.

  1. 1.
    Merumuskan Standardisasi Parameter Site Selection

Menghasilkan indikator dan kriteria pemilihan lokasi berbasis data yang rasional guna meminimalkan risiko kegagalan ekspansi cabang SGN di masa depan.

Rumusan Masalah

1. Pola & Hubungan Spasial

Bagaimana variasi sebaran Point of Interest(POI) seperti sekolah, kampus, stasiun, dan pemukiman serta profil demografi di sekitar trade area (area cakupan) cabang Kategori A, B, dan C?

2. Karakteristik Demografi, Penggunaan Lahan, dan Resiko Bencana Alam

Bagaiman jumlah karaktersitk demografi, penggunaan lahan, serta bencana alam

memengaruhi perbedaan tingkat pendapatan harian antar cabang?

3. Kesenjangan Parameter Eksisting

Parameter spasial dan demografi apa saja yang paling dominan membedakan outlet kategori A, B, dan C yang belum tersaring oleh kriteria intuitif/eksisting SGN?

4. Prediksi & Rekomendasi Lokasi

Bagaimana rumusan matriks atau bobot parameter site selection berbasis location analytics yang paling presisi untuk mengidentifikasi potensi lokasi baru dan meminimalkan risiko kegagalan cabang di masa depan?

Rangkuman

II. Metode Penelitian

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian meliputi tiga kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Sukasari, Kota Bandung

2. Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung

3. Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung

Metode

Penentual Sampel dan Ekstraksi Koordinat

Sampel penelitian meliputi Cabang UPI 2 yang terletak pada kecamatan Sukasari dengan performa kategori A, Cabang Margaasih yang terletak pada kecamatan Margaasih dengan performa kategori B, dan Cabang Cisenged yang terletak pada kecamatan Arcamanik dengan poerforma kategori C.

Nama Cabang

Kelurahan

Kecamatan

Kota/Kab

Langitude

Longitude

Kategori Performa

Cabang UPI

Gegerkalong

Sukasari

Kota Bandung

-6.8645105

107.5923113

A

Cabang Margaasih

Margaasih

Margaasih

Kab. Bandung

-6.9357944

107.5419238

B

Cabang Cisenged

Cisaranten Kulon

Arcamanik

Kota Bandung

-6.929087

107.679589

C

📷

Pendekatan Analisa

Pemodelan Parameter

Proses pemodelan parameter dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang berkorelasi dengan performa masing-masing cabang. Analisa dilakukan menggunakan tiga pendekatan analisa yang saling melengkapi, yaitu Analisa Skala Kecamatan, Analisa Pola Isochrone 10 Menit pada Cabang, Pemodelan Parameter Berbasis Grid Hexagonal 1,6 km. Tiga pendekatann ini memungkinkan identifikasi pola dari tingkat kecamtan secara umum hingga karakter lingkungan secara langsung yang berada dalam jangkauan pelanggan.

Skala Analisa

Pendekatan

Tujuan

Pola POI skala kecamatan

Analisa distribusi fasilitas dan karakter wilayah pada tingkat kecamatan

dan setiap kecamatan sebagai konteks awal.

Isochrone 10 Menit

Area yang dapat dijangkau dalam 10 menit berkendara mengikuti jaringan jalan actual.

Mengidentifikasi karakter lingkungan dalam jangkauan pelanggan dan melakukan validasi pola performa cabang.

Grid Hexagonal 1,5 km

Pembagian wilayah ke dalam hexagonal berukuran seragam 1,5 km.

Membangun model site selection dan menghasilkan peta kesesuaian lokasi untuk area akespansi/relokasi.

Hasil dan Pembasahan

Hasil

Analisa Pola POI Skala Kecamatan

Tabel distribusi parameter point-of-interest (POI) dalam skala kecamatan:

📷

Dengan adanya dua titik Pusat Perbelanjaan, sembilan titik hotel, 212 titik Makanan dan Minuman, dan 41 Minimarket, tiga Perguruan Tinggi, dan tujuh titik kos, maka profil dari Sukasari adalah dominan sebagai pusat komersial, gaya hidup, dan Pendidikan. Sedangkan pada Margaasih ditemukan 77 titik kantor, enam terminal, 66 toko kelontong, dan sebuah rumah sakit membuat profilnya dominan sebagai suburban padat, hub transit, dan pusat aktivitas lokal. Adapun hadirnya 4 titik apartemen, dan 31 sekolah pada Arcamanik membuatnya berprofil dominan Kawasan residensial.

Indikator

Sukasari

Margaasih

Arcamanik

Profil & Fungsi Utama Wilayah

Pusat Komersial, Gaya Hidup (Lifestyle), & Pendidikan

Suburban Padat, Hub Transit, & Pusat Aktivitas Lokal

Kawasan Residensial / Dormitory Area (Hunian)

Fasilitas Dominan & Keunggulan Relatif

· Pusat Perbelanjaan (2) & Hotel (9).

· Perguruan Tinggi (3) & Kos (7)

· Makanan & Minuman (212) & Minimarket (41)

· Kantor (77)

· Terminal (6)

· Toko Kelontong (66), Supermarket (1), & RS (1)

· Apartemen (4)

· Sekolah (31)

Berdasarkan analisa pola POI skala kecamatan, keunggulan relatif dari Sukasari adalah banyaknya perguruan tinggi,hotel, dan pusat perbelanjaan sehingga membuat kecamatan ini tumbuh subur aktivitas perekonomian bukan hanya dari warga lokal tapi juga baik dari para mahasiswa dan wisatawan. Pola POI ini lah yang berpotensi menjadi faktor mengapa cabang UPI2 yang terletak di Suksari memiliki performa kategori A.

Adapun analisa POI pada Margaasih menunjukan bahwa tingginya konsentrasi kantor dan terminal yang hadir dikecamatan tersebut berpotensi membuat aktivitas ekonomi bertumbuh bukan hanya karena warga lokal tapi juga ditopang oleh pekerja dan pengguna terminal.

Bebedan dengan dua kecamatan sebekumnya, secara pola POI perekonomian Arcamanik hanya ditopang oleh warga lokal dan pekerja tanpa adanya wisatawa, mahasiswa, dan orang-orang yang transit.

Analisa Pola Isochrome 10 Menit dari Titik Cabang

Melalui analisa pola demografi dengan isochrome jarak 10 menit berkendara dengan mobil pada tiga titik cabang ditemukan bahwa ketiganya berada di wilayah dengan demografi yang sama yaitu dengan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Jumlah laki-laki dan perempuan pada tiga titik tersebut cenderung seimbang dan dengan jumlah kelahiran yang cenderung menurun.

Perbedannya adalah tingginya pertumbuhan penduduk di sekitar UPI2 dapat diduga merupakan bertambahnya pendatang yang merupakan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan temuan pada analisa pola POI sekala kecamatan. Adapun tingginya pertumbuhan pada Margaasih dapat diiga karena bertambahnya pendatang yang membuat pemukiman karena masih banyaknya lahan terbuka di catchmen tersebut. Satu perbedaan mencolok antara cathcment Cisenged dengan 2 catchment lainnya, ditemukan resiko potensi banjir tinggi di catchment ini. Dapat diduga tingginya resiko ini yang membuat performa cabang Cisenged terganggu.

Berikut merupakan hasil analisa pada cathcment isochrome dengan jarak 10 menit berkendara dengan mobil:

Nama Cabang

Analisa Kondisi Catchment Isochrome

Cabang UPI2

· Wilayah pemukiman

· Jumlah penduduk 85,450 orang/km2.

· Kepadatan penduduk 54,000 jiwa/km, lebih tinggi dari tingkat kepadatan kota Bandung

· Pertumbuhan penduduk 2020 - 2024 sebesar 1.15% lebih tinggi dari tingkat kota Kota Bandung.

· Jumlah kelahiran menurun tapi pertumbuhan penduduk tinggi.

· Perbandingan laki-laki dan perempuan yang seimbang.

· Ada populasi signifikan pendatang mahasiswa.

· 18.29% populasi tidak bekerja dan mengurus rumah tangga 20.98%

· Resiko tidak ada

Cabang Margaasih

· Masih didominasi lahan terbuka.

· Jumlah penduduk 77,573/km

· Kepadatan penduduk 31,414/km2.

· CAGR pertumbuhan penduduk 1.35% (2020-2024)

· Jumlah kelahiran menurun tapi pertumbuhan penduduk tinggi, besarnya migrasi.

· Laki – Laki dan perempuan seimbang

· 21.69% populasi tidak bekerja dan mengurus rumah tangga 23.37%

· Resiko bencana rendah

Cabang Cisenged

· Pemukiman

· Jumlah penduduk 154.880

· Kepadatan penduduk 116,877/km2.

· CAGR pertumbuhan penduduk 1.32% (2020-2024)

· Jumlah kelahiran menurun tapi pertumbuhan penduduk tinggi, besarnya migrasi.

· Laki – Laki dan perempuan seimbang

· Pengangguran 19.23% dan megurus rumah tangga 19.27%.

· Resiko bencana banjir tinggi.

📷

Analisa Grid Hexagonal Jarak 1.5km

Berdasarkan pemodelan parameter berbasis grid 1.5 km ditemukan perbedaan mencolok dimana ekosistem pendidikan pada grid dimana UPI2 sangat ramai, yaitu adanya enam fasilitas Pendidikan, dimana satu parameter yang mencolok hadir dan tidak ditemukan pada dua grid cabang lainnya, yaitu hadirnya perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan temua analisa sebelumnya dimana hadirnya mahasiswa merupakan factor yang membuat cabang berperforma tinggi. Tidak jauh bedanya jumkah Perdangangan dan Ritel juga Makanan dan Minuman antara UPI2 dan Margaasih mengokohkan dugaan ini, bahwa yang membedakan performa UPI2 dan Margaasih adalah ekosistem Pendidikan, khususnya adanya perguran tinggi.

📷

Malelalui visualisasi grid titik UPI2 terletak pada grid ranking dua, Margaasih pada grid rangking satu, dan Cisenged terletak pada grid rangking tiga. Visualisasi ini sepintas bertentangan dengan kategori performa dari masing-masing cabang. Namun, berdasarkan gambar dapt terlihat bahwa titik UPI2 bersebelahan langsung dengan grid rangking 1. Hal ini diduga membuat posisi cabang UPI2 strategis karena terkespose oleh dua grid yang memiliki POI sangat sesuai.

📷

📷

📷

Titik Margaasih mesipun terletak pada grid hijau rangking pertama, namun dikelilingi grid merah yang berpotensi membuat eksposure sekitar cenderung buruk dan membuat performanya kurang dibandingkan UPI2. Titik cisenged berada di grid jingga peringkat 3 yang mayoritas dikelilingi grid merah dan jingga juga. Hal ini diduga membuat eksposure Cisenged jauh lebih buruk daripada UPI2 dan Margaasih.

Penyusunan Bobot Parameter pada Geo Mapid

Hasil analisa grid kemudian dugunakan untuk menentukan bobot parameter untuk Geo Mapdi sebagai berikut:

📷

Angka pada kolom Entitas per Kategori digunakan sebagai bobot positif parameter POI pada Geo Mapid.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan analisa telah dilakukan ditemukan pola yang konsisten yaitu cabang UPI2 memiliki jumlah perguran tinggi yang secara signfikan lebih banyak dibandingkan cabang lain, baik dengan analisa POI skala kecamatan dan analisa grid hexagonal 1.5km. Ini juga didukung temuan pada analisa ischorne dimana terdapat populasi besar pendatang yang merupakan mahasiwa. Meskipun berada di hexagonal hijau ranking dua, namun lokasinya yang berselelahan dengan hexagonal hijau rangking satu membuatnya ter-expose dampak dari hexagonal hijau rangking satu membuat cabang UPI2 memiliki perorma yang sangat baik dan mendapatkan kategori A.

Berdasarkan analisa POI tingkat kecamatan, Margaasih cenderung memiliki banyak persamaan dengan Sukasari. Namun, terdapat perbedaan siginifikan pada konsentrasi kantor, toko kelontong, dan terminal. Pada analisa grid ditemukan konsentasi toko makanan dan minuman; juga berbagai varian minimarket. Dapat diasumsikan cabang Margaasih mendapatkan kategori B (performa moderat) dikarenakan hadirnya orang-orang yang melakukan transit perjalanan juga para pekerja yang berakhtivitas di wilayah tersebut. Meskipun secara grid, titik cabang Margaasih terletak di grid hijau ranking satu, titik itu dikelilingi grid merah dan jingga membuatnya dikelilingi wilayah yang tidak sesuai untuk ekosistem bisnis yang telah ditentukan.

Pada kecamatan Arcamanik, dimana cabang Cingised berada, ditemukan jumlah POI yang secara signifikan lebih sedikit dibandingkan Sukasari dan Margaasih. Rendahnya jumlah POI juga ditemukan ketika analisa grid dilakukan dimana tidak ditemukan satu pun POI kategori Pendidikan juga Makanan dan Minuman. Hal ini menunjukan rendahnya konsentrasi ekosistem perdagangan jika dibandingan dengan dua titik lainnya. Analisa grid juga menenjukan bahwa titik Cingised terletak pada wilayah yang tidak sesuai (grid jingga ranking 3) dan hanya besebelahan dengan satu grid berwarna hijau. Tingginya resiko bencana banjir juga dapat turut membuat wilayah ini tidak cocok bagi SGN.

Adapun parameter POI yang bernilai positif yang dapat digunakan untuk Site Selection pada Geo Mapid sebagai berikut

No

Jenis Entitas POI

Bobot

1

Indomaret

0.0408

2

Alfamaret

0.0408

3

Toko Alat Tulis

0.0816

4

Toko Makanan dan Minuman

0.6939

5

toko kelontong

0.1429

6

SMA Swasta

0.3333

7

SMP Swasta

0.3333

8

SMK Swasta

0.1667

9

Perguruan inggi Swasta

0.1667

10

warung tegal

0.2500

11

Nasi Goreng

0.2500

12

kue tradisional

0.5000

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Kota Pasuruan Berbasis Kepadatan Penduduk

City Planning

04 Sep 2026

Adam Sholihuddin

Analisis Kesesuaian Lokasi Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Kota Pasuruan Berbasis Kepadatan Penduduk

Pemetaan spasial untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan fasilitas kesehatan baru di Kota Pasuruan menggunakan metode Site Selection berdasarkan kepadatan penduduk tahun 2024.

9 min read

6 view

1 Projects

Penentuan Lokasi Prioritas CCTV Berbasis
Keterjangkauan Safe Point di Kota Bandung

City Planning

04 Sep 2026

Fidhela Ghaisani Shabrina

Penentuan Lokasi Prioritas CCTV Berbasis Keterjangkauan Safe Point di Kota Bandung

Temukan 9 lokasi prioritas pemasangan CCTV di Kota Bandung berdasarkan analisis Site Selection berbasis grid hexagon 500 meter dengan parameter kepadatan penduduk, safe point, dan data kriminalitas terbaru.

14 min read

28 view

1 Projects

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Retail

04 Sep 2026

Aditya Jaelawijaya

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Pertumbuhan sektor properti dan permukiman di Kota Tangerang Selatan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk perbaikan rumah (home improvement) dan bahan bangunan. Namun, penentuan lokasi gerai ritel modern kerap dihadapkan pada ketidakpastian spasial dan risiko kegagalan investasi akibat keterbatasan analisis konvensional yang tidak mempertimbangkan interaksi keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal bagi ekspansi gerai ritel bahan bangunan dan peralatan rumah tangga di Kota Tangerang Selatan dengan memanfaatkan pendekatan Location Analytics berbasis Multi-Criteria Spatial Scoring pada platform GEO MAPID. Metode yang digunakan mengintegrasikan variabel jaringan jalan primer (arteri/kolektor utama), sebaran permukiman dan ruko komersial, kluster sebaran toko kompetitor eksisting, serta pemodelan Point of Interest (POI) dan data demografi melalui fitur SINI GEO MAPID ke dalam agregasi grid heksagon berstandar H3. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona kesesuaian sangat tinggi (high suitability) terkonsentrasi secara linier di sepanjang koridor jalan arteri utama, khususnya pada kluster Paku Jaya – Serpong Utara, koridor Pondok Aren – Bintaro, dan simpul Ciputat – Pamulang. Area-area tersebut memiliki nilai aksesibilitas prima, visibilitas tinggi, serta kepadatan demografi konsumen hunian yang masif. Pendekatan spatial scoring heksagon pada GEO MAPID terbukti efektif memetakan potensi pasar mikro secara presisi, meminimalkan risiko kanibalisasi gerai, dan memberikan rekomendasi lokasi ekspansi bisnis ritel yang berbasis data spasial komprehensif.

17 min read

33 view

1 Projects

Analisis Potensi Lokasi Strategis Pembangunan Rumah Sakit di Kelurahan Meranti Pandak Kota Pekanbaru

City Planning

04 Sep 2026

Anas Prasetya

Analisis Potensi Lokasi Strategis Pembangunan Rumah Sakit di Kelurahan Meranti Pandak Kota Pekanbaru

Analisis spasial lokasi potensial pembangunan rumah sakit berdasarkan aksesibilitas, kepadatan penduduk, dan kondisi lingkungan di Kelurahan Meranti Pandak.

17 min read

27 view

2 Data

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at