ABSTRAK
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif serta pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat. Ketentuan tersebut juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Oleh karena itu, pembangunan rumah sakit perlu direncanakan secara tepat agar keberadaannya dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan wilayah.
Penentuan lokasi pembangunan rumah sakit tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga perlu memperhatikan aspek aksesibilitas, tata ruang, penggunaan lahan, kepadatan dan persebaran penduduk, kedekatan dengan jaringan jalan, fasilitas pelayanan publik, kondisi lingkungan, serta potensi bencana. Perencanaan rumah sakit juga harus memperhatikan persyaratan teknis bangunan, prasarana, dan peralatan kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022. Persyaratan tersebut menjadi salah satu dasar dalam perencanaan dan pengembangan rumah sakit.
Hasil analisis diharapkan dapat memberikan informasi yang objektif dan berbasis spasial sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan rumah sakit yang strategis, mudah diakses, sesuai dengan tata ruang, aman terhadap kondisi lingkungan, serta mampu mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
-
1.Parameter apa saja yang berpengaruh terhadap kesesuaian lokasi pembangunan rumah sakit?
-
2.Bagaimana tingkat kesesuaian lokasi pembangunan rumah sakit berdasarkan hasil analisis spasial?
-
3.Di mana lokasi yang memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi untuk pembangunan rumah sakit di Kelurahan Meranti Pandak?
RANGKUMAN
Pembangunan rumah sakit merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Penentuan lokasi rumah sakit perlu dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aksesibilitas, penggunaan lahan, kesesuaian tata ruang, kependudukan, kedekatan dengan fasilitas pelayanan, kondisi lingkungan, serta potensi bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pembangunan rumah sakit di Kelurahan Meranti Pandak menggunakan pendekatan spasial. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi spasial dan rekomendasi lokasi potensial pembangunan rumah sakit yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan fasilitas pelayanan kesehatan di Kelurahan Meranti Pandak dengan memperhatikan aspek aksesibilitas, tata ruang, lingkungan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat.
METODE PENELITIAN
LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Wilayah penelitian mencakup seluruh wilayah administrasi Kelurahan Meranti Pandak yang menjadi area kajian dalam menentukan potensi lokasi pembangunan rumah sakit. Kelurahan Meranti Pandak dipilih sebagai lokasi kajian, karna kurangnya fasilitas kesehatan dan merupakan Kelurahan yang memiliki demografi tertinggi antara Kelurahan yang di Kecamatan Rumbai.
VARIABEL PENELITIAN
Variabel utama penelitian adalah tingkat kesesuaian lokasi pembangunan rumah sakit. Variabel tersebut dianalisis menggunakan beberapa parameter penentu sebagai berikut :
-
1.Aksesibilitas
-
2.Kedekatan dengan permukiman
-
3.Kepadatan penduduk
-
4.Kesesuaian tata ruang
-
5.Kedekatan fasilitas kesehatan
-
6.Kerawanan banjir
-
7.Penggunaan lahan
DATA DAN METODE
SUMBER DATA :
-
1.Data RTRW Kota Pekanbaru dari portal Gistaru.
-
2.Data POI (Point of Interest) yang disediakan MAPID berupa fasilitas kesehatan.
-
3.Data demografi Kota Pekanbaru berupa jumlah penduduk range umur 60-75 tahun dan 0-5 tahun, dan kepadatan penduduk.
-
4.Data aksesibilitas berupa jarak ke jalan utama, transportasi umum, dan lebar jalan.
-
5.Data kerawanan banjir yang disediakan MAPID
-
6.Data Penggunaan Lahan yang disediakan MAPID
METODE ANALISIS
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, memberikan skor dan bobot pada setiap parameter, hal ini dikenal sebagai metode skoring berbobot atau weighted scoring method. Metode ini merupakan bagian dari teknik pengambilan keputusan multikriteria, di mana setiap parameter dinilai menurut sejumlah parameter yang relevan dan kemudian diberikan skor berdasarkan tingkat kelayakan terhadap setiap kriteria tersebut. Bobot diberikan kepada setiap kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya terhadap tujuan penelitian, sehingga hasil akhir dapat dinilai dengan nilai paling optimal secara terukur.
Langkah-langkah umum metode ini meliputi:
-
1.Menentukan kriteria penilaian.
-
2.Memberikan bobot pada masing-masing kriteria sesuai dengan tingkat pengaruh atau prioritas dalam konteks tujuan studi.
-
3.Memberikan skor pada masing-masing parameter berdasarkan kriteria-kriteria tersebut 1-5.
-
4.Menghitung total skor tiap parameter, yaitu skor dikalikan dengan bobot masing-masing kriteria lalu dijumlahkan.
-
5.Parameter dengan skor tertinggi dipilih sebagai opsi paling optimal.
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
berdasarkan hasil visualisasi site selection di GEO MAPID, dengan memasukkan parameter POI (fasilitas kesehatan berupa rumah sakit, klinik dan puskesmas) dan parameter demografi (jumlah penduduk, jumlah penduduk dengan range umur 60-75 tahun dan 0-5 tahun serta kepadatan penduduk) dengan pengaturan GRID 100 m2, didapatkan hasil 452 grid dalam Kelurahan Meranti Pandak. dari 425 grid tersebut hanya 4 grid yang mendapat skor 100, selainnya dengan skor 0.
Dari visualisasi RTRW Kota Pekanbaru diatas, 4 grid dengan skor 100 masuk dalam Kawasan perdagangan dan jasa. Dalam Perda Kota Pekanbaru nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekanbaru Tahun 2020-2040 pada ketentuan umum peraturan zonasi di kawasan perdagangan dan jasa, pembangunan rumah sakit termasuk kegiatan yang diperbolehkan.
Dari visualisasi site analisis grid 1 diatas, dengan menggunakan site analisis SINI AI Geo Mapid, didapatkan analisis isokron dengan moda kendaraan mobil dan wilayah yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan kendaraan. dari hasil analisis tersebut terdapat beberapa parameter berupa :
-
1.jumlah penduduk sebesar 67.243 jiwa
-
2.Penggunaan Lahan yaitu Hutan
-
3.Kerentanan Banjir Tinggi (30 area)
-
4.POI kesehatan dan pengobatan 96 titik
Dari visualisasi site analisis grid 2 diatas, dengan menggunakan site analisis SINI AI Geo Mapid, didapatkan analisis isokron dengan moda kendaraan mobil dan wilayah yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan kendaraan. dari hasil analisis tersebut terdapat beberapa parameter berupa :
-
1.jumlah penduduk sebesar 86.049 jiwa
-
2.Penggunaan Lahan yaitu Pemukiman
-
3.Kerentanan Banjir Tinggi (48 area)
-
4.POI kesehatan dan pengobatan 66 titik
Dari visualisasi site analisis grid 3 & 4 diatas, dengan menggunakan site analisis SINI AI Geo Mapid, didapatkan analisis isokron dengan moda kendaraan mobil dan wilayah yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan kendaraan. dari hasil analisis tersebut terdapat beberapa parameter berupa :
-
1.jumlah penduduk sebesar 63.123 jiwa
-
2.Penggunaan Lahan yaitu Pemukiman
-
3.Kerentanan Banjir Tinggi (39 area)
-
4.POI kesehatan dan pengobatan 26 titik
ANALISA PEMBOBOTAN
Berdasarkan hasil pembobotan yang ditampilkan pada tabel diatas, analisis grid untuk potensi lokasi rumah sakit dilakukan dengan menggunakan pendekatan skoring berbobot (weighted scoring method) pada setiap grid berdasarkan parameter. Setiap parameter, diberikan bobot sesuai proposi pengaruhnya lalu masing-masing grid dikalkulasi total nilainya.
Berdasarkan hasil analisis pembobotan, diperoleh tiga kelompok grid dengan nilai kesesuaian yang berbeda. Grid 1 memperoleh nilai total tertinggi sebesar 29, diikuti Grid 2 sebesar 26, sedangkan Grid 3 dan 4 memperoleh nilai total sebesar 23. Tingginya nilai Grid 1 dipengaruhi oleh kondisi aksesibilitas, kesesuaian tata ruang, dan kedekatan dengan fasilitas kesehatan yang memperoleh skor sangat sesuai. Grid 2 juga memiliki beberapa parameter dengan skor sangat sesuai, terutama aksesibilitas, kepadatan penduduk, kesesuaian tata ruang, dan penggunaan lahan, namun memiliki faktor pembatas berupa tingkat kerawanan banjir. Sementara itu, Grid 3 dan 4 memiliki nilai lebih rendah karena beberapa parameter, khususnya kedekatan dengan fasilitas kesehatan dan kepadatan penduduk, memiliki skor yang relatif rendah. Berdasarkan hasil tersebut, Grid 1 menjadi alternatif yang paling potensial untuk pembangunan rumah sakit di wilayah penelitian, dengan tetap mempertimbangkan faktor pembatas dan melakukan verifikasi terhadap kondisi eksisting di lapangan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis potensi pembangunan rumah sakit di Kelurahan Meranti Pandak menggunakan tujuh parameter, yaitu aksesibilitas, kepadatan penduduk, kesesuaian tata ruang, kedekatan fasilitas kesehatan, kerawanan banjir, penggunaan lahan, dan kedekatan dengan permukiman, dapat disimpulkan bahwa setiap grid memiliki tingkat potensi yang berbeda.
Grid 1 dapat diprioritaskan sebagai alternatif lokasi pembangunan rumah sakit, sedangkan Grid 2 dapat dipertimbangkan sebagai alternatif berikutnya. Namun, hasil pembobotan ini merupakan hasil analisis awal berbasis spasial sehingga penetapan lokasi akhir tetap perlu mempertimbangkan verifikasi kondisi lapangan, ketersediaan dan status lahan, ketentuan RTRW/RDTR, kondisi banjir, akses ambulans, serta persyaratan teknis pembangunan rumah sakit.
DAFTAR PUSTAKA
Idaman, N., Anita, L., & Fasa, M. I. (2021). Penentuan Aspek Lokasi dan Analisis Kelayakan Investasi Pendirian Rumah Sakit Kelas C di Kabupaten Cirebon. FINANSIA: Jurnal Akuntansi Dan Perbankan Syariah, 4(1), 87. https://doi.org/10.32332/finansia.v4i1.2934
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2025). Geoportal Satu Peta Tata Ruang (GISTARU): Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekanbaru Tahun 2020- 2040. https://gistaru.atrbpn.go.id
MAPID. (2025). MAPID: One Platform to Connect All Spatial Data. Jakarta: PT Multi Areal Planning Indonesia
Pemerintah Kota Pekanbaru. (2020). Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekanbaru Tahun 2020–2040. Pekanbaru
Presiden RI (2021) ‘Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 Tentang penyenggaraan Bidang Perumahsakitan’. Indonesia