Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba di Kelurahan Pela Mampang

01 September 2021

By: Ajeng Anggraini Putri

Open Project

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba di Kelurahan Pela Mampang

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba di Kelurahan Pela Mampang

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Latar Belakang

Pada dasarnya manusia pasti membutuhkan air minum untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Seiring berjalannya waktu, jenis minuman kini semakin bervariasi. Pada saat ini, perkembangan industri minuman masih naik daun di masyarakat. Tidak terkecuali minuman boba yang masih bertahan hingga saat ini. Seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1, gambar tersebut menunjukkan rata-rata konsumsi minuman boba per orang per bulannya yang berada di wilayah Asia Tenggara. Minuman boba menjadi salah satu pilihan generasi millenial maupun generasi z untuk melepas dahaga atau untuk sekedar melepas penat.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Boba sendiri merupakan sejenis makanan dari tapioka berbentuk bola yang dijadikan sebagai isian (topping) dari minuman yang biasanya berupa susu ataupun teh. Minuman boba sendiri berasal dari Taiwan yang dibuat oleh imigran China sebagai campuran minuman teh dingin (Eat Spring, 2019). Kini minuman boba telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Toko-toko minuman boba pun dapat dengan mudah ditemui. Mulai dari toko di pinggir jalan hingga toko yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Seperti toko-toko boba di pinggir yang telah diteliti, ada yang bersifat milik pribadi perseorangan seperti Pukat Boba, serta ada yang bersifat perusahaan franchise seperti Haus!, Stay With Me Ini Bobamu, Minumin!, Kini Cheese Tea, dan Boba Time. Populernya konsumi minuman boba di Indonesia, kini banyak variasi minuman boba yang ditawarkan. Bukan hanya sekedar isian susu dan teh, melainkan juga untuk minuman bersoda. Variasi-variasi tersebut biasanya juga dicampur dengan dicampur dengan perisa. Contohnya untuk varian susu dicampur dengan perisa seperti matcha, red velvet, taro, coklat, biskuit, buah-buahan, dll. Sedangkan untuk variasi teh dan soda biasanya hanya dicampur dengan buah-buahan.

Melihat tingkat konsumsi minuman boba dan industri minuman boba yang existing, maka dari itu saya bertujuan untuk memetakan area yang strategis untuk membuka bisnis boba khususnya di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi yang strategis untuk membuka bisnis minuman boba di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.

Metode

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan pada tanggal 5 Juli 2021. Data yang diperoleh merupakan data primer dan data sekunder. Secara singkat, penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.

Pengumpulan Data

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan pada tanggal 5 Juli 2021. Data yang diperoleh merupakan data primer dan data sekunder. Secara singkat, penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Pengolahan Data

-Menentukan Jangkauan Jarak dari Jalan Kolektor Jalan kolektor merupakan jalan pusat yang menghubungkan kegiatan-kegiatan antar wilayah. Maka dari itu keterjangkauan akan jalan kolektor sangat mempengaruhi nilai strategis untuk membuka bisnis. Semakin dekat dengan jalan kolektor maka semakin strategis lokasi untuk membuka bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan jarak Euklides atau Euclidean distance yang dimana untuk menghitung jarak antar objek. Gambar 3 merupakan rumus untuk menghitung jarak Euklides.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

- Menentukan Kepadatan POI (Point Of Interest) Point of interst adalah titik-titik suatu lokasi yang dimana akan berpengaruh terhadap sesuatu yang akan dikaji. Dalam penelitian ini POI yang digunakan adalah fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan. Hal ini disebabkan karena tempat-tempat tersebut memiliki massa yang banyak. Serta seperti fasilitas pendidikan itu sendiri menjadi sasaran yang pas sesuai dengan umur. Sehingga semakin banyak dan padat wilayah terhadap POI maka akan semakin strategis lokasi tersebut untuk membuka bisnis. Untuk menghitung kepadatan objek dapat dilakukan dengan kepadatan poin atau point density. - Menentukan Generasi Millenial dan Generasi Z Sesuai Umur Generasi Millenial merupakan generasi yang lahir pada tahun 1980-2000 (Kemenpppa, 2018). Sedangkan Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 (BPS, 2021). Kedua generasi ini merupakan konsumen aktif minuman boba. Sehingga semakin banyak generasi millenial dan generasi z maka akan semakin strategis lokasi tersebut untuk membuka bisnis minuman boba. Karena analisis penilitian ini terlalu sempit, maka akan dilakukan perbandingan generasi millenial dan generasi z dengan wilayah kelurahan lain dalam satu kecamatan yang sama.

Analisis

Analisis data dilakukan dengan men-skoring setiap layer data yang memperhatikan keterjangkauan, kepadatan, dan banyaknya generasi millenial dan generasi z. Kemudian meng-overlay layer tersebut menjadi satu kesatuan data dengan Union. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai akhir dilakukan dengan cara menambahkan skor disetiap layer kemudian dibagi oleh total jumlah maksimal seluruh skor layer. Misalnya pada penelitian ini memiliki 4 layer yaitu, layer keterjangkauan jalan, layer kepadatan fasilitas kesehatan, layer kepadatan fasilitas pendidikan, dan layer demografi sesuai generasi. Kemudian disetiap layer skor maksimal bernilai 10 sehingga total jumlah maksimal seluruh skor adalah 40. Untuk mempermudah melihat hasil penilaian dibuat ke dalam bentuk persen. Gambar 4 merupakan rumusan nilai akhir.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Hasil dan Pembahasan

Titik Lokasi Toko Boba

Pada Kelurahan Pela Mampang terdapat 6 toko boba (Gambar 5), yaitu Pukat Boba, Haus!, Stay With Me Ini Bobamu, Minumin!, Kini Cheese Tea, dan Boba Time. Toko boba di Kelurahan Pela Mampang bersifat milik pribadi perseorangan seperti Pukat Boba, maupun perusahaan franchise seperti Haus!, Stay With Me Ini Bobamu, Minumin!, Kini Cheese Tea, dan Boba Time. Jam operasional normal toko Stay With Me Ini Bobamu mulai dari jam 12.00 – 22.00 WIB, Minumin! mulai dari jam 10.00 – 23.00 WIB, Kini Cheese Tea mulai dari jam 11.00 – 21.00 WIB, Alpukat Boba mulai dari jam 09.00 – 23.00 WIB, Boba Time mulai dari jam 07.00 – 21.00 WIB, dan Haus! mulai dari jam 09.00 – 21.00 WIB. Namun, dimasa PPKM seperti sekarang ini, semua toko boba tutup pada jam 20.00 WIB. Untuk harga minuman, range harga berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 21.000. Harga tersebut merupakan harga per gelas normal yang tidak ditambah oleh variasi topping lainnya ataupun tambahan pajak jika toko tersebut menerapkan pajak. Jika dijumlahkan ke 6 toko boba tersebut, rata-rata harga terendah sebesar Rp 7.000/ gelas dan rata-rata harga tertinggi sebesar Rp 16.000/ gelas. Menu favourite semua toko boba di Kelurahan Pela Mampang berbasis susu. Contoh nya untuk toko Stay With Me Ini Bobamu menu favourite-nya Red Velvet, untuk toko Minumin! menu favourite-nya Regal Vanilla, untuk toko Kini Cheese Tea menu favourite-nya Folks Blue, untuk toko Alpukat Boba menu favourite-nya Es Boba Coklat, untuk toko Boba Time menu favourite-nya Brown Sugar Milk, dan untuk toko Haus! menu favourite-nya Choco Lava Milo.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Jalan

Sesuai dengan layer terlampir, jalan pada Kelurahan Pela Mampang memiliki banyak sekali jalan lokal dengan banyak tikungan. Jalan kolektor penghubung antara jalan arteri dan jalan lokal terpusat pada satu garis jalan yang tidak memiliki banyak cabang. Jalan kolektor ini terdapat di sepanjang Jalan Bangka Raya.Fasilitas Kesehatan Fasilitas kesehatan di Kelurahan Pela Mampang meliputi apotek, klinik, puskesmas, dan toko herbal. Kelurahan Pela Mampang memiliki 3 apotik, 4 klinik, 2 puskesmas, dan 2 toko herbal (Gambar 6). Sesuai dengan layer terlampir, banyak fasilitas kesehatan yang berada dekat dengan jalan kolektor.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Fasilitas Pendidikan

Fasilitas Pendidikan di Kelurahan Pela Mampang sudah lengkap mulai dari jenjang TK hingga jenjang Universitas, baik sekolah negeri maupun swasta. Kelurahan Pela Mampang memiliki 2 TK, 18 SD, 8 SMP, 1 SMA, 1 SMK, dan 2 Universitas (Gambar 7). Sesuai dengan layer terlampir, banyak fasilitas pendidikan yang berada pada jalan lokal. Namun, biasanya untuk mengakses jalan-jalan lokal, utamanya melewati jalan kolektor terlebih dahulu.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba di Kelurahan Pela Mampang

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa lokasi-lokasi yang sangat strategis (yang berwarna merah) didomiasi pada sisi-sisi jalan kolektor atau di sepanjang Jalan Bangka Raya (Gambar 8). Adapun lokasi yang sangat strategis berada jauh dari jalan kolektor, namun hanya sebagian kecil saja yang dekat dengan fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan. Jika dilihat berdasarkan layer terlampir, toko Boba Time dan Haus! berada di lokasi yang sangat strategis untuk membuka toko boba.

Analisis Spasial Tingkat Strategis Lokasi Usaha Minuman Boba
di Kelurahan Pela Mampang

Kesimpulan

Pada Kelurahan Pela Mampang terdapat 6 toko boba yaitu Pukat Boba, Haus!, Stay With Me Ini Bobamu, Minumin!, Kini Cheese Tea, dan Boba Time. Dimasa PPKM seperti saat ini semua toko tutup pada jam 20.00 WIB. Harga minuman boba yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 21.000 per gelas. Menu favourite rata-rata berbasis susu. Berdasarkan hasil analisis lokasi yang sangat strategis didomiasi pada sisi-sisi jalan kolektor. Toko Boba Time dan Haus! berada di lokasi yang sangat strategis untuk membuka toko boba.

Sumber

BPS. 2021. Hasil Sensus Penduduk 2020. Https://demakkab.bps.go.id/news/2021/01/21/67/hasil-sensus-penduduk-2020.html Eat Spring. 2019. Boba, Si Manis yang Memanjakan. Iswara Candice, Rahadi Raden Aswin. 2021. Consumer Preferences and Pricing Model On Bubble Tea Purchase in Bandung, Indonesia. KEMENPPPA. 2018. Profil Generasi Millenial Indonesia. The Asean Post. 2019. Southeast Asia’s Bubble Tea Craze. https://theaseanpost.com/article/southeast-asias-bubble-tea-craze

Data Publikasi

ANALISIS KESESUAIN LAHAN DALAM PEMERATAAN FASILITAS SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE OVERLAY
STUDI KASUS KEBUPATEN CIANJUR

Perencanaan Kota

15 Agt 2025

Melati Utami

ANALISIS KESESUAIN LAHAN DALAM PEMERATAAN FASILITAS SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE OVERLAY STUDI KASUS KEBUPATEN CIANJUR

Analisis spasial menggunakan GIS untuk menilai kesesuaian lahan dalam mendukung pemerataan lokasi sekolah dasar, guna meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkelanjutan.

23 menit baca

267 dilihat

1 Proyek

Analisis Efisiensi Rute Trans Metro Bandung (TMB)

Transportasi

15 Agt 2025

Merryndriani Gabrielia Mour Suardy

Analisis Efisiensi Rute Trans Metro Bandung (TMB)

Bandung kini menyandang predikat kota termacet ke-12 di dunia menurut TomTom Traffic Index (2024). Sejak 2009, Trans Metro Bandung hadir sebagai harapan baru untuk mengurangi kendaraan pribadi dan menghidupkan kembali kepercayaan masyarakat pada transportasi umum. Namun, kenyataannya jumlah penumpang terus menurun, sementara jumlah kendaraan hampir menyamai jumlah penduduk. Publikasi ini mengupas seberapa efisien TMB beroperasi di tiap koridor dan apa yang membuat sebagian wilayah masih tertinggal dalam akses layanan.

19 menit baca

201 dilihat

1 Proyek

Analisis Spasial Untuk Pemetaan Wilayah Potensial Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Kecamatan Di Kota Tasikmalaya Tahun 2024

Sosial

29 Agt 2025

Nuryabilla Utami

Analisis Spasial Untuk Pemetaan Wilayah Potensial Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Kecamatan Di Kota Tasikmalaya Tahun 2024

Pada era digitalisasi, Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat penting untuk menganalisis potensi penyerapan tenaga kerja.. Tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 68,92%, namun terdapat 2.619 pencari kerja dan hanya 1.067 yang terserap, menunjukkan adanya mismatch kualifikasi dan ketimpangan distribusi kerja. Analisis spasial ini memetakan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, lokasi industri, dan tingkat pendidikan untuk mendukung perencanaan wilayah, pengembangan kawasan industri/UMKM, serta kebijakan peningkatan kesempatan kerja di Kota Tasikmalaya.

27 menit baca

249 dilihat

1 Proyek

Dampak Ekspansi Perkotaan Akibat Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage, Bandung terhadap UHI dan Rekomendasi Lokasi  Mitigasi Berbasis NbS

Iklim dan Bencana

21 Agt 2025

anggita novi

Dampak Ekspansi Perkotaan Akibat Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage, Bandung terhadap UHI dan Rekomendasi Lokasi Mitigasi Berbasis NbS

Urbanisasi pesat mendorong pertumbuhan penduduk perkotaan, termasuk di Kota Bandung yang setiap tahun menerima sekitar 4.200 pendatang. Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage sebagai pusat kota kedua dan pusat inovasi digital memicu alih fungsi lahan, dengan luas sawah di Gedebage menyusut dari 498,85 ha pada 2014 menjadi 130,43 ha pada 2021. Perubahan ini meningkatkan tekanan spasial, mengurangi ruang terbuka hijau, dan memicu fenomena Urban Heat Island (UHI). Minimnya analisis spasial-temporal terkait pengaruh perkembangan kawasan terhadap UHI menjadi alasan pentingnya penelitian ini, yang bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan 2014–2024, mengkaji sebaran dan intensitas UHI serta hubungannya dengan perubahan lahan, menentukan zona prioritas mitigasi UHI berbasis kesesuaian lahan, dan memberikan rekomendasi Nature-based Solutions (NbS) kontekstual seperti pengembangan RTH, green corridor, dan proteksi lahan pertanian.

26 menit baca

297 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat