Estimasi Biaya Pembebasan Lahan Rencana Pembangunan Jalan Baru di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar

29 September 2025

By: Indra Adi Nagara

Open Project

Biaya Pembebasan Lahan

Kecamatan Denpasar Selatan

Pendahuluan

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jaringan jalan yang memadai berfungsi sebagai urat nadi perekonomian suatu wilayah, memperlancar mobilitas penduduk, serta menunjang kelancaran distribusi barang dan jasa. Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung dinamika pembangunan yang semakin pesat. Pembangunan infrastruktur jalan baru melibatkan proses perencanaan, desain, dan pelaksanaan konstruksi untuk menciptakan jalan yang sebelumnya belum ada. Jenis pembangunan jalan dapat bervariasi, termasuk pembangunan jalan lokal, jalan arteri, jalan tol, atau jenis jalan lainnya, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah atau memenuhi kebutuhan transportasi yang berkembang.

Kota Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali, merupakan pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan pariwisata. Perkembangan kota yang sangat dinamis ini diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk dan volume kendaraan yang signifikan setiap tahunnya. Fenomena ini menyebabkan beberapa ruas jalan di Kota Denpasar, khususnya di wilayah Denpasar Selatan, mengalami kepadatan lalu lintas yang tinggi hingga kemacetan pada jam-jam sibuk. Kemacetan tidak hanya mengurangi kenyamanan dan efisiensi waktu perjalanan, tetapi juga berpotensi menghambat laju kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Pertumbuhan ini secara langsung memberikan tekanan berat pada kapasitas jaringan jalan yang ada. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan dan mendukung pengembangan wilayah di masa depan, Pemerintah Kota Denpasar merencanakan pembangunan ruas jalan baru di Kecamatan Denpasar Selatan. Atas dasar hal tersebut analisis mengenai estimasi biaya pembebasan lahan perlu dilakukan dengan harapan dapat memberikan gambaran biaya yang mendekati nilai riil di lapangan.

Tujuan Penelitian

Melihat Latar belakang tersebut adapun tujuan dari penelitian ini:

  1. 1.
    Mengidentifikasi objek lahan terdampak pada lokasi rencana pembangunan jalan baru di Kecamatan Denpasar Selatan.
  1. 2.
    Menghitung dan menganalisis estimasi total biaya yang diperlukan untuk proses pembebasan lahan pada lokasi rencana pembangunan jalan.

Metodologi

Metode analisis yang dipakai pada penelitian ini adalah metode analisis spasial dengan tools buffer lalu melakukan overlay data spasial perencanaan. Selanjutnya dilakukan analisis perhitungan estimasi biaya pembebasan lahan dengan Microsoft Excel, yang dilakukan setelah analisis spasial terselesaikan. Data zona nilai tanah dan objek lahan yang digunakan diperoleh melalui situs BHUMI ATR/BPN.

Pembahasan

Identifikasi Objek Lahan Terdampak

Pada tahap awal bagian ini adalah memasukkan data spasial yang dibutuhkan, terdiri dari rencana pembangunan jalan, zona nilai tanah, dan status kepemilikan lahan. Selnajutnya dilakukan buffer area terdampak di sekitar rencana jalan ditentukan dengan menggunakan tool Buffer pada GEO MAPID. Area rencana jalan yang direncanakan sebesar 12 meter yang dapat dilihat pada Gambar 1.

Hasil buffer jalan

Lalu data nilai lahan dan status kepemilikan di-overlay dan digabung dengan data rencana jalan yang telah di-buffer. Proses ini bertujuan untuk mengambil data lahan yang akan dibebaskan. Hasil operasi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini.

overlay jalan dengan data

Dari operasi tersebut, didapatkan hasil objek lahan terdampat dengan rician sebagai berikut :

222

Terakhir dilakukan eliminasi terhadap data lahan yang tidak diperlukan melalui Atribute table. Objek dengan status kepemilikan selain Hak Pakai, Hak Milik, dan Hak Guna Bangunan akan dihapus.

Kalkulasi Estimasi Total Biaya Pembebasan Lahan Perencanaan

Data dari Atribute table yang telah diolah kemudian diekspor ke format Excel. Di dalam Excel, biaya ganti untuk setiap bidang lahan dihitung dengan mengalikan luas lahan dengan harga tanah per meter persegi. Rumus yang digunakan adalah data harga tanah dengan luas lahan dikalikan. Kalkulasi tersebut dilakukan dengan menyematkan rumus (=Kolom Nilai tanah * Kolom Luas Lahan). Total estimasi biaya pembebasan lahan diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil kalkulasi biaya ganti per bidang menggunakan rumus SUM. Dari proses tersebut diperoleh hasil estimasi biaya sebesar Rp277.677.508.190 untuk rencana pembangunan jalan dengan lebar 12 meter seperti pada Tabel 1.

Tabel hasil estimasi biaya

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. 1.
    Objek lahan terdampak pada perencanaan pembangunan jalan baru pada Kecamatan Denpasar Selatan terdiri dari Hak Guna Bangunan dengan total luasan 2,4 %, Hak Milik dengan total luasan 92,6%, Hak Pakai dengan total luasan 0,9%, dan Lahan Kosong dengan luasan 4,1%.
  1. 2.
    Estimasi biaya ganti yang diperlukan dalam rencana pembangunan jalan baru adalah sebesar Rp277.677.508.190., dengan total biaya yang didapatkan tersebut diharapkan dapat dengan akurat, sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan dalam estimasi biaya dan memastikan alokasi anggaran yang sesuai.

Data Publikasi

Penentuan Lokasi Strategis Untuk Pembangunan RTH Berdasarkan Indeks Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST) di Kota Bekasi

Lingkungan

03 Apr 2026

Andrian Maulana

Penentuan Lokasi Strategis Untuk Pembangunan RTH Berdasarkan Indeks Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST) di Kota Bekasi

Artikel ini dibuat untuk memberikan saran dan rekomendasi untuk pembangunan RTH di Kota Bekasi berdsarkan analisis spasial menggunakan indeks NDVI dan LST agar mendapatkan titik yang sesuai kriteria yang mampu mengurangi suhu panas dan UHI

11 menit baca

205 dilihat

1 Proyek

Integrasi GIS dalam Penentuan Lokasi Depo Pupuk: Sinkronisasi Kebutuhan Lahan dan Aksesibilitas Malang Raya

Pertanian

26 Mar 2026

Yosi Andhika

Integrasi GIS dalam Penentuan Lokasi Depo Pupuk: Sinkronisasi Kebutuhan Lahan dan Aksesibilitas Malang Raya

Kajian ini memaparkan strategi optimalisasi ketahanan pangan di Malang Raya melalui integrasi manajemen pertanian presisi dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan menyinergikan data evaluasi kesuburan lahan (kadar C-Organik, N, P, dan K) bersama analisis jaringan transportasi menggunakan metode Location-Allocation pada platform MAPID, model ini bertujuan untuk menentukan lokasi depo distribusi pupuk yang paling strategis. Pendekatan berbasis data (data-driven) ini dirancang secara khusus untuk memitigasi inefisiensi rantai pasok, memastikan penyaluran pupuk yang tepat sasaran secara agronomis, dan mereduksi hambatan aksesibilitas logistik bagi para petani di berbagai topografi wilayah.

18 menit baca

814 dilihat

1 Proyek

Identifikasi Zona Prioritas Pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) Berbasis Analisis Spasial Multi-Kriteria di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Layanan TI

06 Apr 2026

Nadhia Ferlia Fara

Identifikasi Zona Prioritas Pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) Berbasis Analisis Spasial Multi-Kriteria di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Transformasi digital yang semakin pesat meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data yang andal dan berkelanjutan, termasuk keberadaan Disaster Recovery Center (DRC) sebagai lokasi pemulihan layanan saat terjadi gangguan atau bencana. Di Kabupaten Bekasi, tingginya kejadian banjir, dinamika perubahan penggunaan lahan, serta perkembangan kawasan urban dan industri menuntut penentuan lokasi DRC yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki aksesibilitas dan dukungan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona prioritas pembangunan DRC di Kabupaten Bekasi melalui analisis spasial multi-kriteria. Parameter yang digunakan meliputi risiko banjir, elevasi, aksesibilitas jalan utama, dan penggunaan lahan. Metode yang diterapkan mencakup klasifikasi dan pemberian skor pada masing-masing parameter, integrasi nilai ke dalam unit analisis grid, pembobotan kriteria, serta perhitungan total score untuk menghasilkan peta kesesuaian lokasi. Bobot kriteria ditetapkan sebesar 40% untuk risiko banjir, 25% untuk elevasi, 20% untuk aksesibilitas jalan, dan 15% untuk penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona dengan tingkat kesesuaian tinggi (highly suitable) terkonsentrasi pada koridor barat–tengah hingga tengah–timur Kabupaten Bekasi, terutama pada kawasan yang telah berkembang secara urban dan industrial. Dari hasil site selection, diperoleh dua kandidat utama, yaitu Kawasan Industri MM2100 di Cikarang Barat sebagai prioritas utama dan Kawasan Industri EJIP di Cikarang Selatan sebagai alternatif utama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan industri terkelola merupakan lokasi paling potensial untuk pembangunan DRC karena memiliki keseimbangan terbaik antara keamanan bencana, kesiapan infrastruktur, dan efisiensi operasional.

40 menit baca

141 dilihat

1 Proyek

Estimasi Parameter Vₛ₃₀ dan Analisis Amplifikasi Getaran Tanah pada Infrastruktur Strategis di Sepanjang Sesar Lembang

Iklim dan Bencana

07 Apr 2026

Fataya Tasya Donita

Estimasi Parameter Vₛ₃₀ dan Analisis Amplifikasi Getaran Tanah pada Infrastruktur Strategis di Sepanjang Sesar Lembang

Analisis risiko gempa Sesar Lembang berdasarkan klasifikasi situs tanah Vₛ₃₀ dan sebaran infrastruktur strategis. Mengungkap bagaimana kondisi geologi permukaan, mulai dari endapan danau lunak hingga singkapan batuan tua, memengaruhi tingkat penguatan guncangan pada fasilitas publik di Bandung Barat dan sekitarnya.

20 menit baca

91 dilihat

1 Proyek

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat