Data Ketersediaan dan Kebutuhan Tabung Oksigen

15 July 2021

By: Natassja Putri

Open Data

Survei Kebutuhan Tabung Oksigen

Open Data

Survei Ketersediaan Tabung Oksigen di Indonesia

Open Project

Data Ketersedian dan Kebutuhan Tabung Oksigen

Data Ketersediaan dan Kebutuhan Tabung Oksigen
Dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang membutuhkan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan di tengah pandemi COVID-19 ini, PT Multi Areal Planning (MAPID) berinisiatif untuk menyediakan database bagi rekan-rekan yang menyediakan tabung oksigen agar dapat diakses dengan mudah bagi warga yang membutuhkan tabung oksigen, serta mendata penduduk yang membutuhkan tabung oksigen sesuai dengan wilayah geografisnya untuk segera mendapatkan bantuan.

Pada 11 Maret 2021, genap satu tahun wabah COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO). Tak terasa sudah lebih dari satu tahun, manusia dipaksa untuk membatasi pergerakannya dan menghabiskan sebagian besar waktunya stay at home. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan harapan terjadi penurunan jumlah kasus. Bahkan berbagai negara di dunia, seperti China, Italia, Prancis, dan Amerika Serikat, berani mengambil langkah tegas dengan memberlakukan lockdown. Namun, pemerintah menilai Indonesia belum siap untuk melaksanakan kebijakan lockdown. Oleh sebab itu, pemerintah membuat peraturan khusus untuk membatasi mobilitas masyarakat yang disebut dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), saat ini namanya telah diubah menjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat). Selain itu, pemerintah menyemarakkan propaganda 3M yang saat ini telah berubah menjadi propaganda 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pemerintah juga menyebarkan vaksinasi gratis kepada masyarakat, bahkan menganjurkan seluruh masyarakat untuk mau diberi vaksin.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah serta andil masyarakat dalam eksekusi sempat memberi harapan pada para penduduk untuk menjalani kehidupan normal. Karena faktanya sejak awal Februari hingga pertengahan Mei 2021, grafik pertambahan jumlah kasus di Indonesia sudah mulai menurun secara perlahan. Penurunan pertambahan jumlah kasus COVID-19 ini membuat pemerintah memberikan kelonggaran dengan mengizinkan masyarakat melakukan untuk beraktivitas dengan “new normal”, yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan 5M. Namun, kenyataan pahit harus diterima oleh sebagian masyarakat Indonesia. Karena per tanggal 3 Juli 2021, pemerintah menerapkan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan ini diambil oleh Presiden akibat kenaikan drastis jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Hingga tanggal 8 Juli 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 terus bertambah drastis, dan telah menjadi kasus harian terbanyak sejak bulan Maret 2020, dengan pertambahan kasus sebanyak 38.391 orang dalam satu hari. Banyak praduga mengenai penyebab kenaikan drastis ini. Beberapa beranggapan bahwa kenaikan ini diakibatkan oleh varian baru virus Corona, yaitu varian delta yang lebih ganas dan cepat menular. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa kenaikan drastis ini disebabkan oleh masyarakat Indonesia yang lalai dan berlaku semena-mena ketika pertambahan kasus COVID-19 di Indonesia sudah mengalami penurunan. Hingga saat ini tidak ada yang tahu pasti penyebab kenaikan drastis ini. Mungkin saja keduanya. Mungkin saja tidak keduanya. Namun, hal yang pasti dari kenaikan drastis kasus COVID-19 di Indonesia adalah menipisnya jumlah ruangan kosong di Rumah Sakit, khususnya di ibukota karena jumlah pasien COVID-19 yang terus bertambah. Kemampuan tenaga kesehatan pun semakin terkuras, dan fasilitas kesehatan yang tersedia semakin menipis. Hal tersebut mendorong warga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing walaupun dengan kondisi kesehatan yang kurang baik dan seringkali terasa sesak napas.

Dengan banyaknya pasien COVID-19 yang membutuhkan bantuan pernapasan, mendorong kebutuhan tabung oksigen yang semakin meningkat pula di Indonesia. Sayangnya, kebutuhan pasien terhadap tabung oksigen belum diimbangi dengan ketersediaan tabung oksigen itu sendiri. Hal tersebut terbukti dari banyaknya post di media sosial, seperti instagram dan twitter yang membutuhkan tabung oksigen, maupun info terkait ketersediaan tabung oksigen itu sendiri. Dengan banyaknya data yang tersebar dengan tidak baik terkait kebutuhan dan ketersediaan akan tabung oksigen tersebut, PT Multi Areal Planning (MAPID) berinisiatif untuk menyediakan database bagi rekan-rekan yang menyediakan tabung oksigen agar dapat diakses dengan mudah bagi warga yang membutuhkan tabung oksigen, khususnya pasien isolasi mandiri, serta mendata penduduk yang membutuhkan tabung oksigen sesuai dengan wilayah geografisnya untuk segera mendapatkan bantuan, sehingga penyaluran serta pemanfaatan tabung oksigen dapat lebih efektif dan efisien.

Untuk itu, kami meminta bantuan rekan-rekan yang menyediakan tabung oksigen, baik untuk dipinjamkan, dijual, maupun pengisian ulang tabung oksigen, maupun penduduk yang membutuhkan tabung oksigen, untuk mengisi Survei Data Ketersedian Tabung Oksigen di Indonesia pada link di bawah agar data lokasi ketersediaan tabung oksigen dapat terdeteksi dengan lebih mudah. Serta mempersilahkan penduduk yang membutuhkan tabung oksigen untuk mengisi Survei Data Kebutuhan Tabung Oksigen di Indonesia pada link di bawah agar segera mendapat kebutuhannya.

Jika kamu memiliki ketersediaan tabung oksigen:

https://form.mapid.io/SediaTabungO2

Jika kamu membutuhkan tabung oksigen:

https://form.mapid.io/ButuhTabungO2

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

230 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

224 view

12 Data

1 Projects

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Retail

04 Sep 2026

Aditya Jaelawijaya

LOCATION ANALYTICS UNTUK PEMILIHAN LOKASI OPTIMAL GERAI RITEL BAHAN BANGUNAN DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Pertumbuhan sektor properti dan permukiman di Kota Tangerang Selatan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk perbaikan rumah (home improvement) dan bahan bangunan. Namun, penentuan lokasi gerai ritel modern kerap dihadapkan pada ketidakpastian spasial dan risiko kegagalan investasi akibat keterbatasan analisis konvensional yang tidak mempertimbangkan interaksi keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal bagi ekspansi gerai ritel bahan bangunan dan peralatan rumah tangga di Kota Tangerang Selatan dengan memanfaatkan pendekatan Location Analytics berbasis Multi-Criteria Spatial Scoring pada platform GEO MAPID. Metode yang digunakan mengintegrasikan variabel jaringan jalan primer (arteri/kolektor utama), sebaran permukiman dan ruko komersial, kluster sebaran toko kompetitor eksisting, serta pemodelan Point of Interest (POI) dan data demografi melalui fitur SINI GEO MAPID ke dalam agregasi grid heksagon berstandar H3. Hasil analisis menunjukkan bahwa zona kesesuaian sangat tinggi (high suitability) terkonsentrasi secara linier di sepanjang koridor jalan arteri utama, khususnya pada kluster Paku Jaya – Serpong Utara, koridor Pondok Aren – Bintaro, dan simpul Ciputat – Pamulang. Area-area tersebut memiliki nilai aksesibilitas prima, visibilitas tinggi, serta kepadatan demografi konsumen hunian yang masif. Pendekatan spatial scoring heksagon pada GEO MAPID terbukti efektif memetakan potensi pasar mikro secara presisi, meminimalkan risiko kanibalisasi gerai, dan memberikan rekomendasi lokasi ekspansi bisnis ritel yang berbasis data spasial komprehensif.

17 min read

201 view

1 Projects

Analisis Potensi Resapan Air dan Identifikasi Peluang Lokasi Sumur Resapan di Kabupaten Sleman

Environment

04 Sep 2026

Anggita Tantri Utami

Analisis Potensi Resapan Air dan Identifikasi Peluang Lokasi Sumur Resapan di Kabupaten Sleman

Analisis potensi resapan air di Kabupaten Sleman berdasarkan jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng untuk mendukung pengelolaan air hujan dan pengembangan sumur resapan melalui pendekatan site selection berbasis POI.

24 min read

209 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at