Iklim dan Bencana
06 Apr 2026
•Teguh Christianto Simbolon
Projek ini mengintegrasikan pemodelan berbasis QGIS dan AI SINI Site Selection untuk melakukan analisis kerawanan banjir di di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Melalui kompilasi 27 layer geospasial, projek ini membantu memetakan lokasi dengan kapasitas (POI) dan kebutuhan (demografi) yang sesuai untuk dijadikan pusat siaga bencana di daerah-daerah rawan banjir. Projek ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam manajemen risiko bencana, khususnya banjir di Provinsi Aceh.
29 menit baca
•537 dilihat
3 Data
1 Proyek
Iklim dan Bencana
08 Apr 2026
•Berliana Zulny
Tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Jatiasih terbagi menjadi empat kategori, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, dan tinggi. Wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi umumnya berada di sekitar aliran sungai, sedangkan tingkat kerawanan sedang hingga sangat rendah tersebar pada area yang lebih jauh dari sungai. Salah satu kelurahan yang didominasi oleh tingkat kerawanan banjir tinggi adalah Kelurahan Jati Rasa. Persebaran rumah sakit di Kecamatan Jatiasih masih terbatas, karena hanya terdapat satu rumah sakit yang berada dalam wilayah administratif kecamatan tersebut dan lokasinya berada pada zona dengan tingkat kerawanan banjir tinggi. Kondisi ini menyebabkan akses yang aman menuju rumah sakit saat terjadi banjir lebih memungkinkan dengan memanfaatkan rumah sakit yang berada di luar wilayah administratif Kecamatan Jatiasih, dengan tetap mempertimbangkan tingkat kerawanan banjir pada lokasi tujuan. Sementara itu, terdapat dua puskesmas yang dinilai memiliki aksesibilitas relatif aman berdasarkan lokasi terhadap kerawanan banjir, waktu tempuh, dan jarak dari pusat kecamatan, yaitu Puskesmas Jatiluhur dan UPTD Puskesmas Jatimekar.
26 menit baca
•222 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
30 Mar 2026
•MUH SOFYAN SAUGANI
Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, merupakan suatu Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur NTB, yang mengalami bencana banjir akibat alih fungsi lahan sehingga mengalami degradasi lahan, dengan bantuan analisis spasial diharapkan banjir di Desa Sekaroh bisa teratasi.
9 menit baca
•295 dilihat
6 Data
1 Proyek
Iklim dan Bencana
07 Apr 2026
•Fataya Tasya Donita
Analisis risiko gempa Sesar Lembang berdasarkan klasifikasi situs tanah Vₛ₃₀ dan sebaran infrastruktur strategis. Mengungkap bagaimana kondisi geologi permukaan, mulai dari endapan danau lunak hingga singkapan batuan tua, memengaruhi tingkat penguatan guncangan pada fasilitas publik di Bandung Barat dan sekitarnya.
20 menit baca
•164 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
12 Mar 2026
•Salwa Dwi INTERN MAPID
Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.
22 menit baca
•409 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
21 Nov 2025
•Rizki Amara Putri
Demak: High-Flood Risk, High-Demand Market
10 menit baca
•1224 dilihat
2 Data
1 Proyek
Iklim dan Bencana
21 Nov 2025
•Az Zahro Fathul Mu’adzah
Pemetaan risiko tanah longsor di Kecamatan Cibeber berbasis grid heksagonal yang mengidentifikasi tingkat kerawanan dan keterpaparan fasilitas kesehatan. Analisis ini memvisualisasikan zona risiko rendah hingga tinggi serta lokasi puskesmas yang berpotensi terdampak, sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana.
8 menit baca
•1213 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
22 Nov 2025
•MUHAMMAD FARRELL WARDHANA
Multi Criteria Decision Making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Metode MCDM telah banyak digunakan pada ruang lingkup yang luas (khususnya di bidang spasial), dalam hal ini pada proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah dengan kompleksitas yang rumit dan sulit diukur secara pasti.
34 menit baca
•1190 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
24 Nov 2025
•anggita novi
Urbanisasi pesat mendorong pertumbuhan penduduk perkotaan, termasuk di Kota Bandung yang setiap tahun menerima sekitar 4.200 pendatang. Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage sebagai pusat kota kedua dan pusat inovasi digital memicu alih fungsi lahan, dengan luas sawah di Gedebage menyusut dari 498,85 ha pada 2014 menjadi 130,43 ha pada 2021. Perubahan ini meningkatkan tekanan spasial, mengurangi ruang terbuka hijau, dan memicu fenomena Urban Heat Island (UHI). Minimnya analisis spasial-temporal terkait pengaruh perkembangan kawasan terhadap UHI menjadi alasan pentingnya penelitian ini, yang bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan 2014–2024, mengkaji sebaran dan intensitas UHI serta hubungannya dengan perubahan lahan, menentukan zona prioritas mitigasi UHI berbasis kesesuaian lahan, dan memberikan rekomendasi Nature-based Solutions (NbS) kontekstual seperti pengembangan RTH, green corridor, dan proteksi lahan pertanian.
26 menit baca
•2567 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
14 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Artikel ini berisi evaluasi mengenai kesesuaian zonasi bahaya gempa pada Peta Bahaya Gempa Nasional dengan keberadaan sesar aktif di jalur Sesar Lembang, Jawa Barat. Menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini akan memberikan beberapa rekomendasi dari hasil evaluasi yang ada.
16 menit baca
•8920 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
14 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Artikel kali ini membahas mengenai fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI) di Kabupaten Manggarai Timur, Indonesia, selama periode 2016-2020 dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Dengan menilik perubahan aktivitas kegiatan manusia saat Pandemi Covid-19, dilakukan pengidentifikasian perubahan SUHI di kawasan tersebut.
18 menit baca
•1739 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
15 Jun 2025
•Anggara Yudha
Analisis Kerawanan
5 menit baca
•2719 dilihat
Iklim dan Bencana
10 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Gunung Api Ibu secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Gunung Api Ibu adalah gunung stratovolcano dengan beberapa kerucut piroklastik dan beberapa kawah maar disekitarnya yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Indonesia. Puncak dari Gunung Api Ibu ini merupakan kawah vulkanik. Gunung Api Ibu ini pernah mengalami sejumlah letusan dari tahun ke tahun. Letusan dari Gunung Api Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara pada Sabtu 19 Mei 2024 ini berdampak pada 9 Kecamatan dengan 42 Desa dengan 6 Desa terkena dampak bahaya paling tinggi, 18 Desa terkena dampak bahaya sedang dan 18 Desa sisanya terkena dampak bahaya paling rendah. Gunung Api Ibu mengalami periode erupsi yang lebih lama selama sejarah pengamatan, periode erupsi Gunung Api Ibu ini terakhir dimulai pada 5 April 2008 dan masih berlanjut hingga sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat indeks bahaya yang disebabkan dari Letusan Gunung Api Ibu dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis indeks bahaya tersebut menggunakan metode pembobotan nilai terhadap zona landaan dan zona lontaran berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Analisis indeks bahaya tersebut kemudian diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai indeks bahaya yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi didapatkan 2 hal diantaranya persebaran indeks bahaya di kawasan Gunung Api Ibu yang terbagi atas 3 kelas yaitu tinggi, sedang, rendah dan mitigasi untuk penanganan kebencanaan yang akan datang.
19 menit baca
•3305 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
07 Mei 2025
•Ryandana Adi Freelance MAPID
Kabupaten Sumbawa terletak pada provinsi Nusa Tenggara Barat. Dilihat dari segi geografis letak Kabupaten Sumbawa terutama Kecamatan sumbawa memiliki potensi sebagai daerah pusat perekonomian yang mana menjadi nilai ekonomis untuk dibangun industri di area tersebut. Namun, daerah tersebut memiliki potensi banjir baik banjir rob ataupun banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Hal ini menjadikan area industri yang berada di Sumbawa dan sekitarnya memiliki potensi untuk terdampak banjir. Meskipun berisiko, bisnis sering memilih untuk berlokasi di daerah rawan banjir karena keuntungan strategis seperti kedekatan dengan bisnis terkait dan fasilitas umum. Manfaat ekonomi dapat lebih besar daripada dampak buruk banjir, sehingga mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi manajemen risiko banjir struktural dan non-struktural (Rwehumbiza 2021).
19 menit baca
•3550 dilihat
1 Proyek
Iklim dan Bencana
07 Mei 2025
•Zelina Mariyori Wazlir
Analisis penentuan lokasi tempat pengungsian banjir di Kota Bogor menunjukkan bahwa tujuh sekolah berada dalam kategori sangat layak berdasarkan kombinasi kriteria spasial dan distribusi kelompok rentan di zona bahaya banjir. Titik-titik ini berada di kelurahan prioritas dan dapat dijangkau dalam radius ≤ 500 meter oleh populasi terdampak dengan berjalan kaki, sehinga dapat menjadi lokasi prioritas untuk evakuasi darurat. Sekolah juga menjadi alternatif yang fungsional dan strategis dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana banjir secara inklusif dan tepat sasaran.
20 menit baca
•3311 dilihat
4 Data
1 Proyek
Iklim dan Bencana
07 Mei 2025
•
Penelitian bertujuan untuk memberikan pemetaan area terdampak dari keberadaan industri terhadap kawasan di sekitarnya salah satunya adalah permukiman di kabupaten Karawang menggunakan pendekatan Kernel Density.
10 menit baca
•2069 dilihat